Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang tersebar melalui gigitan nyamuk
Infeksi parasit Plasmodium menjadi penyebab penyakit malaria.

Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang tersebar melalui gigitan nyamuk. Malaria menyebabkan gejala demam dan menggigil yang berulang. Penyakit ini diperkirakan menyebabkan 660 ribu kematian di seluruh belahan dunia setiap tahunnya.

Penyakit ini jarang ditemui di daerah yang bersuhu dingin, namun masih sering muncul di daerah tropik dan subtropis seperti Indonesia. Hal ini karena daerah tersebut memiliki suhu yang cukup hangat, sehingga parasit malaria dan nyamuk yang membawanya dapat tumbuh serta berkembang biak. Saat ini, ilmuwan di seluruh dunia sedang berusaha untuk mengembangkan vaksin untuk penyakit malaria, karena sejauh ini belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit malaria.

Sangatlah penting untuk mengetahui gejala penyakit malaria, terutama apabila bepergian ke daerah yang berisiko tinggi terhadap penyebaran malaria. Gejala-gejalanya antara lain adalah:

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul diantara 7 hingga 18 hari setelah terinfeksi. Namun pada beberapa kasus, gejala-gejala tersebut bahkan tidak muncul hingga sekitar 1 tahun atau lebih. Tipe malaria tertiana menunjukkan gejala dalam siklus 48 jam. Penderita mengalami demam, keringat yang berlebihan serta lemas setiap 48 jam yang diawali dengan menggigil. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung antara 6 hingga 12 jam. Jenis malaria yang paling serius adalah yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum, karena dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa seperti gangguan pernapasan dan kegagalan fungsi organ, seperti hati dan ginjal.

Penyebab malaria adalah masuknya parasit malaria ke dalam tubuh (aliran darah). Parasit tersebut dapat ditularkan melalui:

  • Gigitan nyamuk (penyebab terbanyak)
  • Transfusi darah yang terinfeksi malaria
  • Bayi yang berada di dalam kandungan ibu yang terinfeksi malaria
  • Penggunaan jarum suntik bekas yang terinfeksi malaria

Penyakit malaria pada umumnya tidak dapat ditularkan melalui kontak sehari-hari dengan orang yang terinfeksi.

Dokter akan mengambil sampel darah untuk kemudian dilakukan pemeriksaan guna mendapatkan informasi berikut:

  • Kepastian apakah pasien terjangkit penyakit malaria
  • Tipe parasit malaria yang menyebabkan penyakit
  • Apakah infeksi disebabkan oleh parasit malaria yang kebal dengan jenis obat tertentu
  • Organ-organ yang terpengaruh oleh penyakit ini

Jenis dan lama pengobatan yang diberikan bergantung kepada:

  • Jenis parasit malaria
  • Seberapa parah kondisi kesehatan
  • Umur
  • Status kehamilan

Pengobatan anti-malaria yang dapat diberikan oleh dokter di Indonesia antara lain terapi kombinasi artemisinin (ACT) dan primakuin, serta injeksi artesunate. Pengobatan akan dievaluasi berkala dengan cara pemeriksaan darah untuk memeriksa jumlah parasit dalam darah.

Dokter dapat menyarankan tindakan berikut untuk mencegah malaria:

  • Gunakan obat anti-nyamuk di tempat tinggal untuk membunuh nyamuk yang mungkin dapat menyebabkan malaria
  • Gunakan kelambu ketika tidur untuk mencegah nyamuk menggigit badan
  • Gunakan losion anti-nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah malaria. Maka dari itu, hindari risiko tergigit oleh nyamuk.

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami demam tinggi, terutama setelah mengunjungi daerah dengan tingkat risiko penyakit malaria yang tinggi.

Jika Anda mengalami gejala malaria, segeralah periksakan diri Anda ke dokter.Jika diperlukan, dokter Anda mungkin akan merujuk ke spesialis penyakit dalam.

Dokter Anda mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Ke mana Anda bepergian belakangan ini?
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala-gejala malaria?
  • Apakah Anda pernah terkena penyakit malaria sebelumnya?
  • Obat apa saja yang telah Anda konsumsi?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang dapat ditanyakan kepada dokter, seperti:

  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu dites?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat? Pengobatan mana yang direkomendasikan ke saya?
  • Apakah ada efek samping dari pengobatan yang dianjurkan?
  • Berapa lama setelah berobat hingga saya akan merasa lebih baik?
  • Kapan saya bisa kembali beraktifitas di kantor atau sekolah?
  • Apakah saya memiliki risiko komplikasi jangka panjang?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis malaria melalui wawancara dan pemeriksaan tubuh serta mengambil sampel darah untuk memeriksa keberadaan parasit malaria di dalam tubuh.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/malaria/
diakses pada 12 Oktober 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/malaria/symptoms-causes/syc-20351184
diakses pada 12 Oktober 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-symptoms#1
diakses pada 12 Oktober 2018.

Buku Saku Penatalaksanaan Kasus Malaria. http://www.pdpersi.co.id/kanalpersi/data/elibrary/bukusaku_malaria.pdf
diakses pada 12 Oktober 2018.

Artikel Terkait