Perut

Malabsorbsi Makanan

15 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Malabsorbsi Makanan
Riwayat keluarga dengan fibrosis kistik meningkatkan risiko seseorang terkena malabsorbsi makanan
Malabsorbsi makanan adalah kondisi saluran pencernaan, khususnya usus, yang tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kerusakan dari cacat atau rusaknya lapisan mukosa usus di mana sebagian besar penyerapan nutrisi terjadi.Nutrisi yang sulit diserap usus dapat berupa makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Bisa juga kondisi ini membuat seseorang tidak bisa menyerap keduanya.Masalah ini bisa menyebabkan beberapa gejala terkait gangguan pencernaan. Namun jika kondisi ini sudah parah, beberapa komplikasi serius bisa menyerang tubuh, termasuk risiko tinggi mengalami patah tulang. 
Malabsorbsi Makanan
Dokter spesialis Gizi
GejalaDiare kronis, feses abnormal, penurunan berat badan
Faktor risikoRiwayat keluarga dengan fibrosis kistik atau malabsorbsi, mengosumsi alkohol dalam jumlah besar, menjalani operasi usus
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan riwayat kesehatan
PengobatanObat-obatan, diet khusus, suplemen
KomplikasiLebih mudah terkena infeksi, osteoporosis, diare terus-menerus
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala malabsorbsi makanan
Gejala dari malabsorbsi terjadi ketika nutrisi yang tidak dapat diserap melewati saluran pencernaan. Banyak gejala yang terjadi berbeda tergantung dari nutrisi spesifik atau banyak nutrisi yang tidak terserap. Gejala lainnya terjadi karena defisiensi dari nutrisi tersebut yang disebabkan oleh penyerapan yang buruk.Gejala malabsorbsi makanan bervariasi. Gejala tersebut, diantaranya adalah:
  • Diare kronis
  • Feses abnormal, seperti berbau dan berwarna terang
  • Penurunan berat badan
  • Ruam kulit yang bersisik
  • Buang gas
  • Kembung
 
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan malabsorbsi sindrom, mulai dari penyakit tertentu sampai infeksi atau cacat lahir. Penyebab malabsorbsi makanan, diantaranya adalah:
  • Kondisi medis seperti penyakit celiac, penyakit crohn, pankreatitis kronis, atau fibrosis kistik.
  • Intoleransi laktosa atau defisiensi laktosa
  • Kerusakan pada usus halus yang disebabkan oleh infeksi, radang, trauma atau pembedahan.
  • Penggunaan jangka panjang dari antibiotik
  • Penyakit pada kantung empedu, hati atau pankreas
  • Penyakit yang disebabkan oleh parasit
  • Terapi radiasi yang dapat melukai lapisan usus halus
  • Obat–obatan tertentu yang dapat mencederai lapisan usus halus seperti tetrasiklin, colchicines
  • Cholestyramine biliary atresia dimana duktus empedu tidak berkembang secara normal dan menghambat aliran cairan empedu dari hati.
  • Cacat kongenital
Penyebab yang jarang terjadi:
  • Sindrom usus pendek (short bowel syndrome–SBS). Dapat terjadi karena cacat lahir atau terjadi setelah operasi pengangkatan beberapa bagian usus kecil.
  • Tropical sprue yaitu kondisi yang disebabkan oleh inflamasi atau peradangan dari usus halus, sehingga usus sulit menyerap nutrisi dari makan, terutama asam folat dan vitamin B12, dan mungkin berhubungan dengan faktor lingkungan seperti toksin dalam makanan, infeksi atau parasit. Penyakit ini paling umum terjadi pada daerah Karibia, India dan beberapa daerah di Asia tenggara.
  • Penyakit Whipple yang disebabkan oleh infeksi bakteri Tropheryma whipplei.
Faktor risiko untuk sindrom malabsorbsi, diantaranya adalah:
  • Riwayat keluarga dengan fibrosis kistik atau malabsorbsi
  • Mengosumsi alkohol dalam jumlah besar
  • Menjalani pembedahan usus
  • Menggunakan obat–obatan tertentu seperti pencahar atau mineral oil
  • Bepergian ke daerah Karibia, India atau Asia tenggara
 
Dokter akan mencurigai malabsorbsi makanan jika pasien mengalami diare kronis, kekurangan nutrisi, atau telah kehilangan sejumlah besar berat badan meskipun makan makanan yang sehat. Pemeriksaan yang dapat dokter gunakan untuk mengonfirmasi diagnosa, diantaranya adalah:
  • Tes feses dapat mengukur lemak dalam sampel feses. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang dapat diandalkan karena biasanya lemak terdapat di dalam feses pada sindrom malabsorbsi.
  • Tes darah dapat mengukur kadar nutrisi spesifik dalam darah, seperti vitamin B12, vitamin D, asam folat, zat besi, kalsium, karoten, fosfor, albumin, dan protein. Kekurangan salah satu zat diatas tidak berarti memiliki sindrom malabsorbsi, tetapi dapat berarti tidak mengonsumi makanan yang memiliki kadar nutrisi yang sehat.
  • Tes napas laktosa hidrogen dapat digunakan untuk menguji intoleransi laktosa.
  • Tes pencitraan dapat mengambil gambar sistem pencernaan untuk mengidentifikasi masalah struktural. Tes ini diantaranya adalah CT scan untuk melihat apakah ada penebalan dinding usus kecil yang dapat menjadi tanda penyakit Crohn.
  • Biopsi dapat dilakukan jika dokter mencurigai adanya sel-sel abnormal di lapisan usus kecil pasien. Biopsi dapat dilakukan dengan menggunakan endoskopi.
  • Tes keringat digunakan untuk membantu dokter mendiagnosa fibrosis kistik.
 
Pengobatan malabsorbsi makanan tergantung pada penyebabnya. Dokter akan merekomendasikan diet khusus yang memungkinkan makanan dapat lebih mudah dicerna dan diserap usus.Suplemen juga dapat membantu proses penyerapan nutrisi. Terkadang penyebab malabsorbsi makanan adalah saluran usus yang terlalu aktif.Dalam kasus ini, obat-obatan dapat diresepkan untuk membuat usus rileks dan memberikan lebih banyak waktu bagi nutrisi untuk memasuki aliran darah. Jika malabsorpsi disebabkan oleh infeksi, maka akan diberikan antibiotik. 

Komplikasi malabsorbsi makanan

komplikasi malabsorbsi makanan akan tergantung pada jenis nutrisi yang tidak bisa diserap tubuh. Jika tidak diobati, beberapa komplikasi yang mungkin hadir antara lain:
  • Lebih rentan mengalami infeksi
  • Menderita osteoporosis alias kepadatan tulang yang rendah
  • Anak-anak mengalami pertumbuhan lebih lambat dan bertambah berat badannya
  • Terganggunya kesehatan secara umum
  • Diare terus-menerus
  • Penurunan berat badan
  • Sakit perut
  • Anemia
  • Mati rasa di tangan atau kaki
  • Masalah memori
 
Pencegahan malabsorbsi makanan tidak selamanya bisa dilakukan. Apalagi jika pasein memiliki penyakit celiac, kista fibrosis, atau penyakit kronis lainnya. 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika menderita gejala malabsorbsi makanan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter jika sedang melakukan diet makanan agar terhindar dari penyakit ini. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait malabsorbsi makanan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis malabsorbsi makanan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/malabsorption
Diakses pada 15 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/malabsorptionsyndromes.html
Diakses pada 15 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/180785-overview
Diakses pada 15 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/malabsorption-syndrome#1
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email