Penyakit Lainnya

Mabuk Perjalanan

13 Jan 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan atau motion sickness termasuk kondisi umum saat berkendara
Mabuk perjalanan atau motion sickness adalah kondisi yang terjadi saat otak menerima sinyal yang tidak selaras dari sensor-sensor keseimbangan.Sebagai contoh, saat turun dari kapal, Anda dapat merasakan seolah-olah badan bergoyang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa pusing dan mual.Tak hanya kapal laut, naik transportasi darat juga bisa menyebabkan mabuk perjalanan. Misalnya, ketika naik mobil atau bus dalam jangka waktu lama.
Mabuk Perjalanan
Dokter spesialis Umum
GejalaTidak enak badan, mual, muntah
Faktor risikoWanita, anak-anak, pengaruh hormon
Metode diagnosisTanya jawab dan pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, aromaterapi
ObatAntihistamin, skopolamin
KomplikasiDehidrasi, gangguan kecemasan, depresi
Kapan harus ke dokter?Gejala tidak kunjung hilang, terus-menerus muntah, gangguan pendengaran
Gejala mabuk perjalanan yang umum terjadi meliputi:
 
Penyebab mabuk perjalanan atau motion sickness adalah gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh terbentuk dari sinyal yang didapatkan oleh otak dari mata (apa yang dilihat), telinga dalam, dan kulit. Sinyal-sinyal ini diartikan oleh otak sebagai posisi tubuh kita di dalam ruangan.Jika otak menerima informasi yang tidak sesuai dari organ-organ tersebut, rasa mabuk (termasuk mabuk perjalanan) bisa terjadi. Misalnya, ketika naik wahana yang berputar cepat, mata akan melihat kondisi sekeliling yang berputar. Sementara otot-otot dan kulit merasakan hal yang berbeda. Demikian pula dengan telinga yang mendengar bunyi yang berbeda pula.Sinyal-sinyal yang bercampur ini dapat ‘membuat otak bingung, sehingga timbul sensasi mabuk. Mabuk perjalanan umum terjadi dalam perjalanan darat, laut, maupun udara. 

Faktor risiko mabuk perjalanan

Faktor-faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami mabuk perjalanan:
  • Jenis kelamin

Kaum wanita lebih rentan untuk mengalami mabuk perjalanan daripada pria.
  • Pengaruh hormon

Perubahan kadar hormon dalam tubuh juga bisa menambah risiko mabuk perjalanan. Misalnya, sedang hamil, sedang haid, atau mengonsumsi pil KB.
  • Usia

Mabuk perjalanan lebih sering dialami oleh anak-anak daripada orang dewasa, terutama anak usia 2-12 tahun.
  • Masalah keseimbangan lain

Jika seseorang memiliki gangguan keseimbangan lain (seperti migrain), risikonya untuk mengalami mabuk perjalanan akan meningkat.
  • Riwayat mabuk perjalanan

Orang yang pernah mengalami motion sickness lebih berisiko untuk kembali mengalaminya dengan gejala yang lebih berat.
 
Diagnosis mabuk perjalanan umumnya cukup dilakukan melalui wawancara dokter dengan pasien dan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda tertentu. 
Cara mengobati mabuk perjalanan biasanya dapat dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:

1. Obat-obatan

Dokter bisa meresepkan beberapa obat berikut pada pasien mabuk perjalanan:
  • Antihistamin

Obat antihistamin sejatinya berfungsi untuk mengatasi alergi. Namun obat ini juga bisa dianjurkan guna menangani mabuk perjalanan.Contoh antihistamin yang dapat digunakan meliputi dimenhidrinat, difenhidramin, dan meclizine. Difenhidramin serta dimenhidrinat bisa diberikan pada anak-anak.Meski begitu, pasien perlu mewaspadai efek samping obat antihistamin yang berupa rasa kantuk. 
  • Skopolamin

Skopolamin bisa diberikan dalam bentuk obat minum (oral) maupun koyo untuk ditempel di kulit.

2. Penanganan mandiri

Selain obat-obatan, penderta juga bisa memanfaatkan aromaterapi untuk membantu dalam meringankan gejala mabuk perjalanan, misalnya aromaterapi lavender.Pasien dapat pula mengonsumsi jahe atau permen rasa peppermint untuk mengurangi mabuk perjalanan yang mendera. 

Komplikasi mabuk perjalanan

Bila mabuk perjalanan menyebabkan mual dan muntah, penderita akan susah minum maupun makan. Kondisi ini kemudian bisa berujung pada kekurangan cairan atau dehidrasi.Selain itu, jika seseorang selalu mengalami motion sickness setiap bepergian dengan kendaraan, tidak mustahil apabila ia merasakan gangguan kecemasan hingga depresi ketika hendak melakukan perjalanan. 
Cara mencegah mabuk perjalanan yang dapat Anda adalah sebagai berikut:

1. Pencegahan mabuk perjalanan secara umum

  • Tidak membaca dalam kendaraan yang sedang bergerak
  • Hindari makanan berlemak atau asam sebelum perjalanan
  • Minum cukup cairan
  • Cukup istirahat
  • Jika mulai merasa mabuk, sebisa mungkin berdiri untuk mencegah mabuk
  • Konsumsi biskuit tanpa rasa
  • Senderkan kepala agar kepala tidak terlalu banyak terguncang

2. Pencegahan untuk perjalanan darat

  • Duduk di kursi depan (sebelah sopir)
  • Fokuskan pandangan pada pemandangan yang jauh di depan
  • Bagi beberapa orang, menyetir bisa menghilangkan mabuk perjalanan
  • Duduk menghadap ke depan (searah dengan gerakan kendaraan)

3. Pencegahan untuk perjalanan laut

  • Pilih kabin yang terletak di tengah kapal, dan dekat dengan permukaan air
  • Saat berlayar, pergi ke dek kapal dan fokuskan pandangan ke pemandangan jauh di depan

4. Pencegahan untuk perjalanan udara

  • Pilih kursi di dekat jendela
  • Pilih kursi pada barisan di depan sayap pesawat karena guncangan akan lebih sedikit
 
Pada umumnya mabuk perjalanan akan hilang dengan sendirinya saat perjalanan berakhir. Namun jika periksakan diri ke dokter bila:
  • Gejala tidak kunjung hilang
  • Disertai dengan sakit kepala, muntah terus-menerus, pendengaran terganggu, atau nyeri dada
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Sejak kapan Anda merasakan gejala?
  • Apakah Anda pernah mengalami mabuk perjalanan?
  • Apakah mabuk disertai dengan sakit kepala, nyeri dada, atau pendengaran berdenging?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait mabuk perjalanan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mabuk perjalanan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/motion-sickness#1-2
Diakses 29 September 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/12782-motion-sickness
Diakses 29 September 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/2060606-clinical
Diakses 29 September 2019
Medscape. https://www.medscape.com/answers/2060606-94800/what-are-the-complications-of-motion-sickness
Diakses pada 13 Januari 2021
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/motion-sickness
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email