Kulit & Kelamin

Lymphogranuloma Venereum

28 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Lymphogranuloma Venereum
Lymphogranuloma venereum memicu peradangan kelenjar getah bening, terutama di paha
Lymphogranuloma venereum adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Penyakit ini menyebar melalui kontak seksual anal, oral atau vaginal, terutama jika ada trauma pada kulit atau selaput lendir.Lymphogranuloma venereum (lgv) juga dapat menyebar melalui berbagi mainan seks di antara pasangan. LGV dapat menyebar bahkan ketika pasangan seksual dengan LGV tidak memiliki gejala.Penyakit ini sering ditemukan di beberapa negara di Asia Tenggara, Afrika, India, maupun Amerika Selatan. Jumlah kasus lymphogranuloma venereum meningkat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pada negara-negara maju, terutama pada hubungan homoseksual di antara pria. 
Lymphogranuloma Venereum
Dokter spesialis Kulit
GejalaLuka kecil tanpa rasa sakit pada alat kelamin pria, bengkak pada area kulit sekitar pangkal paha
Faktor risikoPria, usia 15-40 tahun, menderita HIV
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiTerbentuk saluran yang tidak normal (fistula) antara dubur dan vagina
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala lymphogranuloma venereum
Gejala igv biasanya baru muncul 3-30 hari setelah seseorang terinfeksi. Secara umum, gejala lymphogranuloma venereum meliputi:
  • Luka kecil tanpa rasa sakit pada alat kelamin pria atau pada saluran kelamin wanita
  • Bengkak dan kemerahan pada kulit di sekitar pangkal paha.
  • Pembengkakan pada bibir vagina (labia).
  • Munculnya darah atau nanah pada dubur maupun feses.
  • Pergerakan usus yang menimbulkan rasa nyeri (tenesmus).
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di pangkal paha kanan dan kiri. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kelenjar getah bening (lymph node) di anus, misalnya pada orang yang melakukan hubungan seks anal.
Penampakan klinis dari gejala-gejala lymphogranuloma venereum dibagi dalam tiga kategori berikut ini:

Tahap 1

Tahap 1 dimulai setelah masa inkubasi sekitar 3 hari. Kondisi ini ditandai dengan rusaknya kulit ulkus. Tapi gejala ini dapat sembuh begitu cepat sehingga mungkin tidak diketahui.

Tahap 2

Gejala tahap dua biasanya setelah sekitar 2 sampai 4 minggu seseorang terinfeksi. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala pembengkakan getah bening pada bagian pangkal paha (inguinal lymphadenopathy) dan kadang-kadang berfluktuasi (bubo). Bubo menempel pada jaringan yang lebih dalam dan dapat menyebabkan kulit di atasnya meradang.Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan gejala:
  • Demam
  • Malaise
  • Sakit punggung atau nyeri panggul
  • Lesi (kelebihan jaringan abnormal pada tubuh) pada serviks atau vagina bagian atas yang mengakibatkan pembesaran dan peradangan kelenjar getah bening perirektal serta panggul yang lebih dalam.
  • Keluar nanah atau darah pada dubur

Tahap ke 3

Pada tahap 3 lesi sembuh, namun meninggalkan jaringan parut. Selain itu, tahap 3 ditandai dengan gejala peradangan terus-menerus karena infeksi yang tidak diobati menghalangi pembuluh limfatik, sehingga menyebabkan pembengkakan dan luka kulit. 
Penyebab utama lymphogranuloma venereum adalah tiga jenis (serovars) bakteri Chlamydia trachomatis yang berbeda, yaitu L1, L2, dan L3. Bakteri ini menyebar melalui kontak seksual. Infeksi lymphogranuloma venereum tidak disebabkan oleh bakteri yang sama yang menyebabkan klamidia.Lymphogranuloma venereum termasuk infeksi kronis (jangka panjang) pada sistem limfatik tubuh manusia. 

Faktor risiko lymphogranuloma venereum

Beberapa faktor risiko lymphogranuloma venereum meliputi:
  • Pria
  • Menderita HIV
  • Usia 15-40 tahun
  • Gay atau bisexual
 
Diagnosis lymphogranuloma venereum dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tambahan. Berikut penjelasannya.

Tanya jawab

Dalam memastikan diagnosis penyakit lymphogranuloma venereum, dokter terlebih dahulu akan memeriksa riwayat kesehatan maupun riwayat hubungan seksual pasien.Oleh sebab itu, Anda tidak perlu malu dan harus menjelaskan pada dokter apabila Anda merasa pernah berhubungan intim dengan orang yang dicurigai menderita penyakit ini.

Pemeriksaan fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa hasil pemeriksaan fisik yang mengarah pada lymphogranuloma venereum meliputi:
  • Adanya saluran dan aliran tidak normal pada area dubur.
  • Pembengkakan pada labia maupun vulva di vagina.
  • Adanya rasa sakit atau nyeri pada area organ kelamin.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian pangkal paha (inguinal lymphadenopathy).

Pemeriksaan penunjang

Selain pemeriksaan fisik, terdapat sederet metode pemeriksaan penunjang yang dapat membantu proses diagnosis lymphogranuloma venereum. Serangkaian tes tersebut meliputi:
  • Tes darah untuk melihat ada atau tidaknya bakteri penyebab lymphogranuloma venereum dalam tubuh Anda.
  • Biopsi dengan mengambil sampel jaringan pada kelenjar getah bening untuk diperiksa di laboratorium
  • Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi chlamydia
 
Cara mengobati lymphogranuloma venereum umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah antibiotik. Seperti tetracyclines, erythromycin, atau tetracycline. Namun, tetracycline tidak disarankan untuk ibu hamil.Selain itu, untuk mengobati pembengkakan dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan operasi guna mengeringkan kelebihan cairan. Namun, hal ini baru bisa dilakukan jika antibiotik tidak ampuh untuk mengobatinya. 

Komplikasi lymphogranuloma venereum

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi lymphogranuloma venereum:
  • Peradangan pada otak (encephalitis). Komplikasi ini sangat jarang terjadi.
  • Terbentuk saluran yang tidak normal (fistula) antara dubur dan vagina.
  • Infeksi pada sendi, mata, hati, maupun jantung.
  • Adanya jaringan parut (scarring) dan penyempitan pada dubur.
  • Peradangan jangka panjang serta pembengkakan pada organ kelamin.
 
Cara mencegah lymphogranuloma venereum yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Mencuci mainan seks dengan sabun dan air sampai bersih
 
Segera lakukan konsultasi dengan dokter bila Anda merasa melakukan kontak seksual dengan orang yang dicurigai menderita penyakit menular seksual, termasuk lymphogranuloma venereum. Demikian pula bila Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah pada penyakit ini. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait lymphogranuloma venereum?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis lymphogranuloma venereum agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NSW Government. https://www.health.nsw.gov.au/Infectious/factsheets/Pages/lymphogranuloma_venereum.aspx
Diakses pada 28 Juli 2021
Stanford Health Care. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/sexual-and-reproductive-health/lgv.html
Diakses pada 28 Juli 2021
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/tg2015/lgv.htm
Diakses pada 28 Juli 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000634.htm
Diakses pada 28 Juli 2021
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/sexually-transmitted-diseases-stds/lymphogranuloma-venereum-lgv#v1024058
Diakses pada 28 Juli 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/220869-overview
Diakses pada 28 Juli 2021
Pathology Outlines. http://www.pathologyoutlines.com/topic/penscrotumLGV.html
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email