Lumpuh Otak

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Lumpuh otak atau cerebral palsy adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh gangguan pada otak yang terjadi sebelum
Pengaruh lumpuh otak terhadap kemampuan fungsional dapat bervariasi.

Pengertian Lumpuh Otak

Lumpuh otak atau cerebral palsy adalah nama yang diberikan untuk sekelompok kondisi seumur hidup yang berdampak pada gerakan dan koordinasi. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada otak yang terjadi sebelum, selama, atau setelah lahir.

Seseorang dengan lumpuh otak mungkin mengalami masalah menelan dan ketidakseimbangan otot mata, di mana mata tidak fokus pada objek yang sama. Orang-orang dengan lumpuh otak juga dapat mengalami keterbatasan dalam gerakan di berbagai sendi tubuh yang disebabkan oleh kekakuan pada otot.

Pengaruh lumpuh otak terhadap kemampuan fungsional dapat bervariasi. Beberapa kasus menunjukkan bahwa penderita lumpuh otak dapat berjalan, sementara yang lain tidak bisa. Beberapa penderita menunjukkan kapasitas intelektual (kecerdasan) normal atau hampir normal, tetapi yang lain bisa saja memiliki cacat intelektual.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala lumpuh otak biasanya tidak dapat diidentifikasi setelah bayi lahir. Namun, gejala tersebut biasanya menjadi nyata saat memasuki usia dua atau tiga tahun. Gejala tersebut di antaranya adalah:

  • Keterlambatan dalam pencapaian tonggak perkembangan, misalnya tidak dapat duduk ketika mencapai 8 bulan atau tidak dapat berjalan ketika mencapai 18 bulan
  • Kekuatan otot dapat terlalu kaku atau terlalu lemah
  • Otot yang kaku dan refleks yang berlebihan
  • Gerakan yang gelisah, ceroboh, tersentak-sentak karena kurangnya koordinasi.
  • Gerakan yang tidak terkontrol atau tidak terkendali (tremor)
  • Kesulitan berjalan seperti berjalan pada ujung kaki (jinjit)
  • Hanya menggunakan satu sisi tubuh, seperti mengambil sesuatu dengan menggunakan hanya satu tangan saja atau menyeret satu kaki ketika merangkak
  • Memiliki berbagai kesulitan lainnya, seperti:
    • Kesulitan makan dan menelan, serta mengeluarkan air liur yang berlebihan
    • Kesulitan dalam berbicara dan berkomunikasi
    • Masalah penglihatan, seperti berkurangnya penglihatan atau gerakan mata yang tidak terkontrol
    • Kesulitan untuk belajar
    • Kehilangan pendengaran
    • Kesulitan untuk mengontrol buang air kecil (inkontinensia urin) dan sulit untuk buang air besar (konstipasi)
    • Skoliosis
    • Kejang (epilepsi)
    • Kesulitan untuk tidur
    • GERD (GastroEsophageal Reflux Disease) di mana asam lambung naik ke tenggorokan.

Tingkat keparahan gejala bervariasi. Beberapa orang hanya memiliki masalah kecil, namun yang lain bisa jadi sangat serius atau cacat.

Penyebab

Lumpuh otak terjadi ketika otak bayi tidak berkembang secara normal pada saat berada di dalam rahim, atau rusak selama atau segera setelah lahir. Penyebab lumpuh otak di antaranya adalah:

  • Perdarahan pada otak bayi atau penurunan suplai darah dan oksigen ke otak (stroke)
  • Infeksi selama kehamilan, seperti campak jerman dan herpes simpleks
  • Kondisi di mana otak bayi tidak mendapat cukup oksigen (sesak nafas) selama proses kelahiran yang sulit (asfiksia neonatorum)
  • Infeksi pada otak seperti meningitis dan ensefalitis
  • Cedera kepala serius yang menyebabkan perdarahan intrakranial
  • Mutasi genetik yang menyebabkan perkembangan otak yang abnormal

Diagnosis

Beberapa tes dapat dilakukan untuk mencari tahu lumpuh otak atau kemungkinan penyebab lain dari gejala. Dokter atau spesialis akan melakukan pemeriksaan dengan:

  • Menanyakan riwayat dan perkembangan medis
  • Memeriksa gejala lumpuh otak
  • Menanyakan apakah ada masalah selama kehamilan, selama kelahiran, atau setelah lahir
  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan pada otak dilakukan untuk mencari daerah yang rusak atau abnormal pada daerah otak yang mengalami kelumpuhan. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan:

  • USG pada kepala dapat dilakukan pada bayi. USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendapatkan gambar otak
  • MRI digunakan untuk mengidentifikasi lesi atau abnormalitas pada otak
  • CT scan

Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis atau menyingkirkan penyebab lain, antara lain:

  • Electroencephalogram (EEG) dilakukan pada anak dengan kejang untuk melihat apakah anak tersebut menderita epilepsi atau tidak
  • Electromyogram (EMG) dilakukan untuk melihat sebaik apa otot-otot bekerja
  • Tes darah untuk melihat apakah ada penyebab lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama seperti lumpuh otak

Pengobatan

Saat ini, tidak ada obat untuk mengobati lumpuh otak, namun perawatan tersedia untuk membantu penderita memiliki kehidupan yang normal dan mandiri sebaik mungkin. Perawatan tersebut di antaranya adalah:

  • Fisioterapi untuk membantu mempertahankan kemampuan fisik dan memperbaiki gangguan pada gerakan
  • Terapi wicara untuk membantu dalam berbicara, berkomunikasi, dan kesulitan menelan
  • Terapi okupasi di mana terapis akan mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan menyarankan cara yang lebih mudah untuk melakukannya
  • Obat untuk meringankan gejala dari lumpuh otak.
  • Operasi untuk mengobati gangguan pada gerakan atau pertumbuhan

Pencegahan

Sebagian besar kasus lumpuh otak tidak dapat dicegah. Namun ada beberapa cara untuk mengurangi risiko lumpuh otak, di antaranya adalah:

  • Vaksinasi terhadap penyakit seperti rubella dapat mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan otak janin
  • Menjaga kesehatan diri pada saat kehamilan akan mengurangi risiko menderita infeksi yang dapat menyebabkan lumpuh otak
  • Mencari perawatan prenatal atau melakukan kunjungan rutin ke dokter selama kehamilan dapat membantu mencegah kelahiran prematur, berat lahir rendah, dan infeksi
  • Jagalah anak-anak agar terhindar dari cedera kepala. Dudukan anak-anak pada kursi khusus untuk anak di dalam mobil, menggunakan helm pada saat bersepeda, pagar pengaman pada tempat tidur, dan selalu awasi anak-anak

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika anak Anda memiliki gejala-gejala kelumpuhan otak, seperti gangguan koordinasi, kesulitan menelan, ketidakseimbangan otot mata, atau masalah perkembangan lainnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Ada beberapa hal yang dapat membantu Anda mempersiapkan konsultasi dengan dokter, di antaranya adalah:

  • Tuliskan gejala yang anak Anda alami
  • Buatlah daftar semua obat, vitamin, dan suplemen Anda atau anak Anda
  • Bawalah catatan klinis, seperti hasil scan, hasil tes laboratorium, atau informasi lainnya
  • Tuliskan infomasi medis Anda atau anak Anda
  • Tuliskan informasi pribadi utama, seperti perubahan hidup atau stres yang Anda dan anak Anda alami
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter
  • Mintalah seseorang untuk mendampingi Anda untuk membantu Anda mengingat informasi yang diberikan dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda atau anak Anda. Pertanyaan tersebut di antaranya adalah:

  • Apakah ada kekhawatiran Anda tentang pertumbuhan atau perkembangan anak Anda?
  • Seberapa baik ia makan?
  • Bagaimana respon anak Anda terhadap sentuhan?
  • Apakah Anda mencapai tonggak tertentu dalam perkembangan, seperti berguling, mendorong, duduk, merangkak, berjalan, atau berbicara?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cerebral-palsy/symptoms-causes/syc-20353999
Diakses pada 5 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cerebral-palsy/
Diakses pada 5 November 2018

Back to Top