Kulit & Kelamin

Luka Lecet

Diterbitkan: 02 May 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Luka Lecet
Luka lecet adalah jenis luka terbuka yang terbentuk akibat kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar. Kondisi ini disebut juga luka lecet vulnus atau vulnus excoriasi dalam bahasa medisnya.Biasanya luka lecet ditandai dengan kemerahan dan terkadang bengkak di sekitar luka. Dapat terjadi pada berbagai kalangan usia dan bagian tubuh manapun.Berikut ini merupakan bagian tubuh yang rentan terkena gesekan sehingga memungkinkan terbentuknya luka lecet, antara lain:
  • Siku
  • Lutut
  • Tulang kering
  • Pergelangan kaki
  • Pundak, lengan atas, lengan bawah dan telapak tangan
Berbagai bagian tubuh tersebut mudah terekspos pada luka karena merupakan bagian tubuh yang bertulang dan hanya dilapisi kulit tipis jika dibandingkan bagian tubuh lain yang ditutupi kulit lebih tebal dan memiliki lebih banyak bantalan.Luka lecet biasanya tidak terlalu parah seperti luka robek atau luka sayat dan umumnya dapat ditangani sendiri di rumah. Namun, pengobatan yang efektif akan bergantung pada tingkat keparahan luka.Luka lecet memiliki berbagai tingkatan keparahan dari yang ringan hingga serius dan dibagi menjadi:
  • Tingkat satu: Luka lecet berbentuk seperti luka goresan.
  • Tingkat dua: Luka lecet telah menyebabkan kerusakan di lapisan kulit luar (epidermis) dan lapisan kulit dalam (dermis).
  • Tingkat tiga: Luka lecet ini melibatkan gesekan yang mengakibatkan luka robek di jaringan kulit yang lebih dalam dari dermis. Perdarahan dapat terjadi pada kondisi ini dan dibutuhkan perawatan medis yang lebih intensif.
Baca juga: Mengenal Struktur Kulit Manusia dan Masing-Masing Fungsinya yang Penting
Luka lecet dapat disebabkan oleh gesekan yang dihasilkan dari berbagai kecelakaan, seperti:
  • Terjatuh
  • Tergelincir
  • Penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukurannya
  • Kecelakaan saat olahraga
  • Kecelakaan saat perjalanan
Adapun faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena luka lecet di antaranya adalah:
  • Anak-anak
  • Manula
  • Kurang gizi, jika nutrisi dalam tubuh tidak terpenuhi, kulit akan semakin tipis dan mudah untuk lecet
  • Suhu dan kondisi cuaca
  • Kebiasaan merokok
  • Penyalahgunaan obat
  • Kondisi medis yang mendasari, misalnya seseorang yang memiliki penyakit pembuluh darah akan lebih mudah mengalami luka.
Luka lecet di lutut, luka lecet di kaki ataupun luka lecet tingkat satu di bagian tubuh lain, dapat diobati sendiri di rumah dengan langkah pertolongan pertama pada luka. Akan tetapi, segera konsultasikan pada dokter apabila luka lecet disertai dengan kondisi berikut:
  • Lukanya sangat dalam
  • Luka terjadi di dekat mata
  • Terjadi perubahan di sekitar luka, seperti kemerahan yang menyebar, rasa sakit yang meningkat, nyeri saat ditekan atau area luka membengkak.
  • Kemerahan dan bengkak tidak hilang dan bertambah parah.
  • Demam
  • Luka lecet terkontaminasi dengan tanah yang kotor atau air liur
  • Anda menderita diabetes
  • Anda belum pernah atau belum memperbaharui vaksin tetanus.
Baca juga: Pertolongan Pertama Sebagai Cara Mengobati Luka Lecet
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554465/
Diakses pada 28 April 2021
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/what-causes-wounds-cuts-and-grazes
Diakses pada 28 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/abrasion#home-treatment\
Diakses pada 28 April 2021
Betterhealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/skin-cuts-and-abrasions
Diakses pada 28 April 2021
Memd. https://www.memd.net/conditions/abrasions
Diakses pada 28 April 2021
University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/srape
Diakses pada 28 April 2021
Britannica. https://www.britannica.com/science/abrasion-injury
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email