Jantung

Long QT syndrome

09 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Long QT syndrome
Long QT syndrome membuat jantung berdetak cepat dan tak teratur
Long QT syndrome adalah gangguan pada ritme jantung yang mungkin menyebabkan denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan. Meski angka kejadiannya cukup langka, kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis.Long QT syndrome biasanya tidak sengaja terdeteksi ketika penderita sedang menjalani pemeriksaan rekam jantung. Istilah long QT syndrome muncul berdasarkan gambaran rekam listrik jantung (EKG) yang menunjukkan pemanjangan interval QT.Interval QT menggambarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh otot jantung untuk berkontraksi memompa darah dan beristirahat.Long QT syndrome terjadi karena gangguan transportasi ion di jantung. Kondisi ini menyebabkan memanjangnya waktu sistem listrik jantung untuk kembali ke kondisinya semula setelah jantung berdetak.Interval QT yang memanjang akan meningkatkan risiko terjadinya torsade de pointes, yaitu kondisi di mana bilik jantung memompa terlalu cepat. Kondisi ini bisa berakibat fatal.Kabar baiknya, sudah tersedia obat untuk mengontrol irama jantung yang tak beraturan tersebut. Pada beberapa kasus, dibutuhkan pemasangan alat pacu jantung (pace maker) guna mengendalikan irama jantung. 
Long QT syndrome
Dokter spesialis Jantung
GejalaPingsan, kejang-kejang, henti jantung
Faktor risikoWanita, keturunan, lahir tuli
Metode diagnosisTanya jawab, EKG, exercise stress test
PengobatanObat-obatan, ICD
ObatBeta blocker
KomplikasiKematian mendadak, Ibrilasi ventrikel
Kapan harus ke dokter?Pingsan ketika beraktivitas
Kebanyakan penderita tidak merasakan gejala apapun. Apabila ada, gejala long QT syndrome bisa berupa:
  • Pingsan ketika sedang merasa senang berlebihan, marah, ketakutan, atau saat berolahraga
  • Kejang-kejang
  • Henti jantung
Gejala long QT syndrome dapat terjadi saat penderita sedang tidur maupun terjaga. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa berujung fatal.Gejala ini bisa dialami seseorang saat sedang melakukan beberapa aktivitas, seperti:
  • Olahraga (ketika sedang melakukan atau setelah olahraga)
  • Kegembiraan emosional, terutama karena terkejut
  • Saat tidur atau saat bangun tiba-tiba
Gejala long QT syndrome dapat terjadi saat penderita sedang tidur maupun terjaga. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa berujung fatal. Beberapa penderita tidak merasakan gejala apapun. 
Penyebab long QT syndrome adalah kelainan pada sistem pengisian ulang listrik jantung. Biasanya, jantung mengirimkan darah ke tubuh selama setiap detak jantung.Ruang jantung berkontraksi dan berelaksasi untuk memompa darah. Tindakan terkoordinasi ini dikendalikan oleh sistem kelistrikan jantung.Sinyal listrik (impuls) berjalan dari atas ke bawah jantung dan memicunya untuk berkontraksi dan berdenyut. Setelah jantung berdetak, sistem mengisi ulang dirinya sendiri untuk mempersiapkan detak jantung berikutnya.Pada long QT syndrome, sistem kelistrikan jantung membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk mengisi ulang di antara detak. Penundaan ini, yang sering terlihat pada elektrokardiogram (EKG), disebut interval QT yang memanjang. 

Jenis-jenis long QT syndrome

Berdasarkan penyebabnya, long QT syndrome dibedakan menjadi dua jenis di bawah ini:

Long QT syndrome bawaan

Long QT syndrome dihasilkan dari mutasi genetik yang diturunkan melalui keluarga (diwariskan). Ada kondisi yang bisa menyebabkan long QT syndrome bawaan, yaitu:
  • Sindrom Romano-Ward
  • Sindrom Jervell dan Lange-Nielson

Acquired long QT syndrome

Obat-obatan yang dapat menyebabkan acquired long QT syndrome, yaitu:
  • Antibiotik umum tertentu, seperti eritromisin (Eryc, Erythrocin, lainnya), azitromisin (Zithromax, Zmax) dan lainnya
  • Obat antijamur tertentu yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur
  • Diuretik yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (kalium rendah, paling sering)
  • Obat irama jantung (terutama obat antiaritmia yang memperpanjang interval QT)
  • Obat antidepresan dan antipsikotik tertentu
  • Beberapa obat antimual
Selain itu long QT syndrome acquired juga bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
 

Faktor risiko long qt syndrome

Beberapa faktor risiko long qt syndrome meliputi:
  • Memiliki riwayat henti jantung
  • Memiliki keluarga yang menderita long qt syndrome
  • Menggunakan obat-obatan yang menyebabkan long qt syndrome
  • Menderita gangguan makan, seperti anoreksia nervosa, yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit
  • Wanita dan sedang menjalani pengobatan jantung
  • Muntah atau diare yang berlebihan
  • Lahir tuli
 
Diagnosis long QT syndrome dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik, tanya jawab,
  • Tanya jawab

Dokter akan terlebih dahulu mengajukan pertanyaan tentang gejala yang Anda rasakan. Begitu pula dengan riwayat long QT syndrome dalam keluarga kandung Anda.
  • Pemeriksaan fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Misalnya mengecek detak jantung pasien dengan stetoskop. Kemudian, dokter bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang yang meliputi:
  • Elektrokardiogram (EKG)

Long QT syndrome bisa didiagnosis berdasarkan gambar hasil EKG alias rekam jantung pasien.
  • Exercise stress test

Tes ini yang dilakukan dengan cara pasien berolahraga di treadmill dengan pengawasan ketat. Exercise stress test bermanfaat untuk mengidentifikasi irama jantung yang tidak normal.
  • Ambulatory monitor

Ambulatory monitor merupakan alat elektrokardiogram portable yang dihubungkan ke tubuh Anda, sehingga detak jantung Anda bisa terus terpantau. 
Cara mengobati long QT syndrome bertujuan mengendalikan gejala dan mencegah kematian mendadak. Dokter umumnya bisa merekomendasikan langkah-langkah penanganan di bawah ini:

Mengonsumsi obat beta blocker

Sebagian besar pasien (bahkan yang tidak memiliki gejala) diobati dengan beta blocker.

Menghindari beberapa jenis obat

Ada banyak obat yang dapat memperparah long QT syndrome. Beberapa obat yang harus dihindari oleh penderita long QT syndrome meliputi:
  • Obat yang dijual bebas (kecuali aspirin biasa atau asetaminofen
  • Antihistamin
  • Antidepresan
  • Obat penyakit mental
  • Obat jantung
  • Antibiotik, antijamur, antivirus
  • Obat usus
  • Antikonvulsan
  • Diuretik
  • Antihipertensi
  • Obat migrain
  • Obat penurun kolesterol
Untuk itu, penting bagi pasien long QT syndrome untuk selalu berkonsultasi dengan dokter, sebelum mengonsumsi obat jenis apapun.

Implantable cardioverter-defibrillators (ICD)

ICD adalah perangkat yang ditempatkan di dalam tubuh untuk mendeteksi dan memperbaiki irama jantung yang tidak normal. ICD mungkin diperlukan untuk pasien yang tidak sembuh dengan mengonsumsi obat beta blocker. 

Komplikasi long QT syndrome

Jika tidak ditangani dengan optimal, long QT syndrome dapat menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Torsades de pointes

Torsades de pointes merupakan bentuk aritmia ventrikel yang mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi dua bilik bawah jantung (ventrikel) berdenyut cepat dan kacau, sehingga membuat gelombang pada monitor EKG terlihat bengkok.Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan a jantung memompa lebih sedikit darah. Kurangnya darah ke otak menyebabkan pasien pingsan tiba-tiba dan sering tanpa peringatan.Jika serangan berlangsung lama, pingsan dapat diikuti dengan kejang seluruh tubuh. Jika ritme berbahaya tidak memperbaiki dirinya sendiri, maka aritmia yang mengancam jiwa yang disebut fibrilasi ventrikel mengikuti.
  • Ibrilasi ventrikel

Kondisi ini menyebabkan ventrikel berdetak sangat cepat sehingga jantung Anda bergetar dan berhenti memompa darah
  • Kematian mendadak

Long QT syndrome yang terus dibiarkan juga bisa berakibat fatal bagi penderitanya. 
Cara mencegah long QT syndrome tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, kondisi ini umumnya disebabkan oleh mutasi gen.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.Anda juga perlu segera mencari pertolongan medis bila mengalami kondisi yang menyebabkan kadar kalium dalam darah rendah. Misalnya, muntah-muntah atau diare. Kondisi-kondisi ini dapat mencetuskan episode long QT syndrome, seperti pingsan atau kejang. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Pingsan ketika beraktivitas
  • Pingsan setelah merasakan kebahagiaan emosional atau setelah minum obat baru
Jika Anda memiliki keluarga yang menderita sindrom long QT, penting untuk memberi tahu dokter. Sindrom long QT dapat diturunkan dalam keluarga. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang muncul?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait long QT syndrome?
  • Apakah ada anggota keluarga kandung Anda yang juga mengalami long QT syndrome?
  • Apakah Anda memiliki keluarga kandung yang mengalami pingsan, kejang, atau henti jantung tanpa penyebab yang jelas?
  • Apakah Anda pernah pingsan, kejang, atau mengalami henti jantung, khususnya saat sedang berolahraga?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis long QT syndrome. Dengan ini, dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/long-qt-syndrome/symptoms-causes/syc-20352518
Diakses pada 10 November 2019
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/long-qt-syndrome
Diakses pada 10 November 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17183-long-q-t-syndrome-lqts
Diakses pada 10 November 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/16732-ambulatory-monitors
Diakses pada 9 Juni 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/16732-ambulatory-monitors
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email