Jantung

Long QT syndrome

Diterbitkan: 10 Dec 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Long QT syndrome
Long QT syndrome adalah gangguan pada ritme jantung yang mungkin menyebabkan denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan. Meski angka kejadiannya cukup langka, kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis.Long QT syndrome biasanya tidak sengaja terdeteksi ketika penderita sedang menjalani pemeriksaan rekam jantung. Istilah long QT syndrome muncul berdasarkan gambaran rekam listrik jantung (EKG) yang menunjukkan pemanjangan interval QT.Interval QT menggambarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh otot jantung untuk berkontraksi memompa darah dan beristirahat.Long QT syndrome terjadi karena gangguan transportasi ion di jantung. Kondisi ini menyebabkan memanjangnya waktu sistem listrik jantung untuk kembali ke kondisinya semula setelah jantung berdetak.Interval QT yang memanjang akan meningkatkan risiko terjadinya torsade de pointes, yaitu kondisi di mana bilik jantung memompa terlalu cepat. Kondisi ini bisa berakibat fatal.Kabar baiknya, sudah tersedia obat untuk mengontrol irama jantung yang tak beraturan tersebut. Pada beberapa kasus, dibutuhkan pemasangan alat pacu jantung (pace maker) guna mengendalikan irama jantung.
Long QT syndrome
Dokter spesialis Jantung
Kebanyakan penderita tidak merasakan gejala apapun. Apabila ada, gejala long QT syndrome bisa berupa:
Gejala long QT syndrome dapat terjadi saat penderita sedang tidur maupun terjaga. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa berujung fatal.
Penyebab long QT syndrome belum diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor berikut diduga bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalaminya:
  • Faktor keturunan

Long QT syndrome kongenital atau bawaan lahir disebabkan oleh ketidaknormalan dalam gen penderitanya. Karena  itu, kemungkinan seseorang untuk mengidap kondisi ini akan meningkat apabila ada salah satu anggota keluarga kandungnya yang juga mengidap penyakit serupa.Anak-anak atau kalangan dewasa muda dengan keluarga yang sering pingsan atau meninggal mendadak tanpa penyebab yang jelas juga perlu lebih waspada.
  • Obat-obatan tertentu.

Konsumsi obat-obatan tertentu juga berpotensi memperpanjang interval QT, sehingga muncul long QT syndrome.
  • Cacat lahir

Sebagai contoh, anak-anak yang tuli sejak lahir lebih rentan untuk mengalami long QT syndrome.
Dokter akan terlebih dahulu mengajukan pertanyaan tentang gejala yang Anda rasakan. Begitu pula dengan riwayat long QT syndrome dalam keluarga kandung Anda.Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Misalnya mengecek detak jantung pasien dengan stetoskop. Kemudian, dokter bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang yang meliputi:
  • Electrocardiogram (ECG)

Long QT syndrome bisa didiagnosis berdasarkan gambaran rekam listrik jantung penderita.
  • Non-exercise stress test

Pemeriksaan non-exercise stress test dilakukan ketika dokter mencurigai seseorang mengalami long QT syndrome, namun hasil rekam jantungnya normal.Pada pemeriksaan ini, Anda akan diberi obat epinefrin untuk merangsang jantung seolah-olah Anda sedang berolahraga. Dokter lalu mengevaluasi ritme jantung Anda.
  • Ambulatory monitor

Ambulatory monitor merupakan alat elektrokardiogram portable yang dihubungkan ke tubuh Anda, sehingga detak jantung Anda bisa terus terpantau.
Pengobatan long QT syndrome bertujuan mencegah detak jantung yang terlalu cepat dan tidak beraturan. Dengan ini, penderita terhindar dari kematian mendadak.Langkah penanganan yang dianjurkan oleh dokter akan tergantung pada penyebab maupun kondisi penderita. Berikut contohnya:
  • Untuk long QT syndrome akibat kondisi medis lain, dokter akan menangani penyebab dasarnya. Dokter juga mungkin memberikan obat untuk mengontrol irama jantung.
  • Bila Anda mengonsumsi obat-obatan yang memicu long QT syndrome, dokter akan menganjurkan Anda untuk menghentikan konsumsinya dan menggantinya dengan obat lain.
Sementara untuk long QT syndrome bawaan lahir, dokter bisa meresepkan obat-obatan maupun menyarankan tindakan pembedahan atau pemasangan alat pacu jantung.
Bila Anda mengalami long QT syndrome bawaan, berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi.Segeralah cari pertolongan medis apabila Anda mengalami kondisi yang menyebabkan kadar kalium dalam darah rendah. Misalnya, muntah-muntah atau diare. Pasalnya, kondisi-kondisi ini dapat mencetuskan episode long QT syndrome, seperti pingsan atau kejang.
Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda sering pingsan tanpa sebab yang jelas, saat berolahraga, atau karena terlalu senang.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apakah ada anggota keluarga kandung Anda yang juga mengalami long QT syndrome?
  • Apakah Anda memiliki keluarga kandung yang mengalami pingsan, kejang, atau henti jantung tanpa penyebab yang jelas?
  • Apakah Anda pernah pingsan, kejang, atau mengalami henti jantung, khususnya saat sedang berolahraga?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis long QT syndrome. Dengan ini, dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/long-qt-syndrome/symptoms-causes/syc-20352518
Diakses pada 10 November 2019
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/long-qt-syndrome
Diakses pada 10 November 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17183-long-q-t-syndrome-lqts
Diakses pada 10 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

8 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Perlu Dijauhi dan Dihindari

Mengenali penyebab kolesterol tinggi dapat membantu lebih waspada menghindari risiko penyakit seperti stroke dan jantung. Maka dari itu, penting menjaga kadar kolesterol.
13 Aug 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Kolesterol tinggi dapat terjadi jika terbiasa hidup kurang aktif

Sindrom Patah Hati Bisa Menganggu Kesehatan Anda

Akibat patah hati perlu diketahui sebagai langkah pencegahan. Dokter menemukan bahwa ketika seseorang mengalami patah hati, jantung lebih mudah mengalami gangguan fatal.
15 Nov 2019|Marco Anthony
Baca selengkapnya
Gangguan kesehatan akibat patah hati

Punya Banyak Kandungan Nutrisi, Ini Manfaat Biji Bunga Matahari untuk Kesehatan

Memiliki rasa enak dan tekstur yang renyah, biji bunga matahari ternyata mengandung banyak nutrisi. Kandungan nutrisi yang ada di dalam biji bunga matahari memberikan banyak manfaat bagi tubuh, khususnya kesehatan.
16 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Biji bunga matahari ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh