Infeksi

Listeria

Diterbitkan: 28 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Listeria
Penyakit ini dapat berakibat fatal kepada anak bayi serta orang yang memiliki sistem imun yang lemah.
Listeria atau listeriosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi. Infeksi ini terjadi karena pasien mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi, seperti daging yang tidak dimasak dengan benar atau susu yang tidak dipasteurisasi.Pada umumnya, orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat serta daya tahan tubuh yang kuat jarang terkena listeria. Akan tetapi, penyakit ini dapat berakibat fatal bagi bayi dalam kandungan, golongan lansia, dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pengidap HIV/AIDS.Bakteri penyebab listeria dapat bertahan hidup di dalam bahan makanan walaupun disimpan di lemari pendingin. Maka dari itu, sangat disarankan bagi orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit listeria untuk menghindari konsumsi makanan yang berpotensi tinggi terkontaminasi bakteri listeria di dalamnya, seperti susu mentah dan daging.
Listeria
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaDemam, nyeri otot, mual, diare
Faktor risikoTerinfeksi bakteri listeria monocytogenes yang berasal dari sayur mentah yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi, daging hewan yang terkontaminasi, susu yang belum dipasteurisasi
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium meliputi pengambilan sampel darah dan urine 
PengobatanIstirahat, obat-obatan
ObatAntibiotik
KomplikasiAbses otak,keguguran, meningitis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Pada umumnya, gejala yang dapat timbul kepada pasien listeria adalah:
Apabila infeksi listeria telah menyebar ke sistem saraf, maka gejala yang muncul pada umumnya adalah:
  • Pusing
  • Leher kaku
  • Bingung
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kejang-kejang
Penyebab utama dari penyakit listeria adalah bakteri listeria monocytogenes. Bakteri tersebut dapat ditemukan di tanah, air, dan kotoran binatang. Pada umumnya, manusia dapat terinfeksi bakteri dengan mengonsumsi:
  • Sayur mentah yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi
  • Daging hewan yang terkontaminasi
  • Susu yang belum dipasteurisasi
Selain itu, anak bayi yang belum lahir dapat tertular penyakit listeria dari ibu yang mengandungnya melalui plasenta.
Dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi pengambilan sampel darah dan urine untuk menilai jumlah sel darah putih yang dapat mengindikasikan adanya infeksi.
Pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit listeria adalah:
  • Untuk pasien yang terkena listeria ringan, dokter biasanya menganjurkan pasien untuk beristirahat hingga gejala sembuh dengan sendirinya.
  • Untuk pasien yang terkena listeria akut, dokter pada umumnya akan memberikan antibiotik untuk melawan infeksi dan mencegah penyebaran penyakit.
Jika tidak ditangani maka akan menyebabkan komplikasi:
  • Abses otak
  • Radang selaput otak (meningitis)
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Infeksi lapisan bagian dalam jantung (endokarditis)
  • Keguguran
  • Stillbirth
  • Sepsis
Dokter dapat menyarankan tindakan berikut untuk mencegah listeria:
  • Menjaga kebersihan diri secara teratur. Hal ini termasuk membersihkan tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyiapkan makanan.
  • Membersihkan sayuran mentah sebelum dikonsumsi dan diolah.
  • Memasak makanan hingga matang untuk membunuh bakteri.
Segera kunjungi dokter apabila pasien mengalami gejala berikut, terutama setelah mengonsumsi makanan yang berpotensi mengandung bakteri listeria:
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Diare
Jika Anda mengalami gejala listeria, segera periksakan diri ke dokter. Jika memungkinkan, dokter mungkin akan merujuk ke spesialis penyakit dalam.Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala listeria?
  • Apakah Anda sedang hamil? Berapa usia kehamilan Anda?
  • Apakah Anda mengonsumsi makanan seperti daging mentah, keju, atau susu yang belum dipasteurisasi belakangan ini?
Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan, seperti:
  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu melakukan tes?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat? Metode pengobatan apa yang direkomendasikan?
  • Apakah ada efek samping dari pengobatan yang diberikan?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?
Dokter biasanya dapat mendiagnosis listeria dengan menanyakan gejala dan pemeriksaan fisik pada pasien. Terkadang dokter mungkin akan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan lebih lanjut.  
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/listeria-infection/symptoms-causes/syc-20355269
diakses pada 1 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/listeriosis/
diakses pada 1 November 2018
Web MD. https://www.webmd.com/food-recipes/food-poisoning/what-is-listeria#1
diakses pada 27 April 2021 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email