Kanker

Liposarkoma

17 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Liposarkoma
Liposarkoma terbentuk dari jaringan lunak
Liposarcoma atau liposarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan lunak dan berawal dari sel lemak. Kanker ini termasuk jenis yang langka.Pada sebagian besar kasus, liposarkoma menyerang otot-otot tubuh. Adapun orang dewasa merupakan kalangan yang paling sering mengalaminya daripada anak-anak. Namun kanker jaringan lunak ini bisa dialami oleh semua orang dari segala usia.Liposarkoma umumnya terjadi pada orang dewasa dengan usia 50-65 tahun. Penyakit ini paling sering dimulai dari jaringan lemak di belakang lutut, paha, atau di belakang perut. Perkembangannya bisa cepat maupun lambat. 

Jenis-jenis liposarkoma

Berdasarkan tampilan lemaknya, liposarkoma memiliki beberapa jenis berikut:
  • Well-differentiated liposarcoma
  • Dedifferentiated liposarcoma
  • Myxoid liposarcoma
  • Pleomorphic liposarcoma
 
Liposarkoma
Dokter spesialis Onkologi
GejalaBenjolan di kulit, nyeri, pembengkakan
Faktor risikoUsia tua, pernah menjalani kemoterapi, riwayat kanker
Metode diagnosisTes darah, biopsi, pemindaian
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiPenyebaran kanker ke bagian lain tubuh
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala liposarkoma
Gejala liposarkoma yang muncul akan tergantung pada bagian tubuh yang mengalaminya. Berikut contohnya:

Gejala liposarkoma yang menyerang lengan dan kaki

Gejala liposarkoma yang menyerang perut

 
Hingga kini, penyebab liposarkoma belum diketahui dengan jelas. Secara medis, kondisi ini disebabkan oleh terbentuknya sel lemak yang mengalami mutasi genetik.Mutasi genetik membuat sel berkembang biak dengan cepat dan terus hidup, bahkan ketika sel lain sudah mati. Sel abnormal ini kemudian menumpuk dan membentuk massa atau tumor. 

Faktor risiko liposarkoma

Beberapa faktor risiko liposarkoma bisa meningkatkan peluang seseorang terkena kanker ini. Meski demikian, liposarkoma bisa juga menimpa orang yang tidak memiliki faktor risiko apapun.Beberapa faktor risiko yang mungkin menyebabkan kanker ini selain usia tua antara lain:
  • Terapi radiasi

Orang yang menjalani terapi radiasi (radioterapi) untuk pengobatan kanker lain, lebih berisiko mengalami kanker jaringan lunak. Khususnya, pada penyakit limfoma Hodgkin, limfoma non-Hodgkin, atau kanker payudara.
  • Keturunan

Beberapa kondisi bawaan bisa meningkatkan risiko liposarkoma. Contohnya, retinoblastoma. sindrom Werner, sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis tipe 1, dan sindrom Gardner
  • Limfedema kronis

Limfedema kronis adalah penumpukan cairan di jaringan tubuh yang berlangsung jangka panjang. Kondisi ini juga bisa menyebabkan liposarkoma.
  • Infeksi virus

Ada pula beberapa infeksi virus bisa meningkatkan risiko liposarkoma, seperti virus herpes sarkoma Kaposi dan HIV.
  • Paparan vinil klorida

Vinil klorida yang kerap digunakan dalam industri plastik berpotensi memicu kanker jaringan lunak.
  • Paparan torium dioksida

Torium dioksida adalah larutan radioaktif yang digunakan untuk memperbaiki foto sinar X. Jika terpapar senyawa kimia ini dalam jumlah besar, bahan ini bisa juga menyebabkan kanker jaringan lunak.
  • Faktor risiko lain

Faktor-faktor lain juga mungkin meningkatkan liposarkoma, seperti pernah menjalani kemoterapi, memiliki riwayat kanker, serta kontak dengan dioksin. 
Beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis liposarkoma:
  • Pencitraan

Umumnya, pencitraaan bertujuan menentukan diagnosis, serta mengetahui bentuk dan tahap perkembangan kanker. Tes ini bisa menggunakan metode rontgen, CT scan, dan MRI.
  • Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan lalu diperiksa guna menentukan ada tidaknya sel-sel kanker.
  • Tes laboratorium lanjutan

Tes ini bertujuan menentukan jenis sel kanker yang terlibat dalam liposarkoma. Tes khusus yang mungkin digunakan antara lain imunohistokimia, analisis sitogenetik, hibrida fluoresensi in situ, dan pengujian genetik molekular.
  • Tes hitung darah lengkap

Tes hitung darah lengkap dilakukan untuk mengukur jumlah dan kualitas sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam tubuh pasien. Pemeriksaan ini biasa dilaksanakan guna mengecek kondisi kesehatan pasien secara umum sebelum biopsi.
  • Tes pembekuan darah

Melalui tes pembekuan darah, dokkter bisa mengetahui apakah darah pasien menggumpal secara normal atau tidak.
  • Tes kimia darah

Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar senyawa kimia tertentu di dalam darah pasien. Dengan begitu, kinerja organ bisa dinilai dan keberadaan penyakit lain bisa diketahui.Tes kimia darah dapat menggunakan metode berupa panel elektrolit, tes fungsi hati, dan tes fungsi ginjal.
  • Scan tulang

Scan tulang memanfaatkan bahan radiofarmasi dan komputer untuk membuat gambar dari tulang pasien. Tujuannya adalah mengetahui apakan kanker jaringan lunak sudah menyebar ke tulang atau belum. 
Penanganan liposarkoma akan ditentukan oleh dokter berdasarkan letak dan tingkat perkembangan kanker, serta kondisi kesehatan pasien secara umum.Cara mengobati liposarkoma yang mungkin dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Operasi

Operasi dapat menjadi pilihan untuk mengangkat seluruh maupun sebagian tumor.
  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk mematikan sel-sel kanker. Metode ini bisa juga dikombinasikan dengan terapi radiasi maupun operasi.
  • Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi memakai sinar X untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, untuk mengarahkan radiasi ke bagian yang terkena sel kanker.
  • Terapi tertarget

Terapi ini menggunakan obat untuk mengincar bagian khusus dari sel kanker. 

Komplikasi liposarkoma

Jika terus dibiarkan, liposarkoma dapat menyebar ke bagian lain tubuh sehingga mengancam nyawa penderitanya. Oleh sebab itu, deteksi dan penanganan dini sangt diperlukan. 
Karena penyebabnya belum diketahui dengan pasti, cara mencegah liposarkoma juga belum tersedia. 
Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala liposarkoma atau keluhan lain yang mengkhawatirkan. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait liposarkoma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis liposarkoma agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://ww.mayoclinic.org/diseases-conditions/liposarkoma/symptoms-causes/syc-20352632
Diakses pada 26 Oktober 2018
Canadian Cancer Society. http://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/soft-tissue-sarcoma/soft-tissue-sarcoma/types-of-soft-tissue-sarcoma/?region=qc
Diakses pada 26 Februari 2019
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/sarcoma/liposarcoma
Diakses pada 17 Maret 2021 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email