Limfoma adalah kanker pada sistem limfatik yang melibatkan kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang.
Limfoma paling sering didiagnosis pada orang berusia di atas 55 tahun.

Limfoma adalah kanker sistem limfatik yang melibatkan kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang. Limfoma juga dapat memengaruhi semua organ tubuh. Limfoma terbagi atas dua jenis, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin. Pengobatan yang diberikan pun tergantung pada jenis limfoma.

Gejala limfoma meliputi:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening (leher, ketiak, dan selangkangan) tanpa rasa sakit
  • Selalu merasa letih
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Sesak napas
  • Menurunnya berat badan tanpa sebab

Penyebab limfoma belum diketahui pasti. Namun, penyakit ini terjadi karena adanya perubahan sel darah putih yang bermutasi. Hal ini menyebabkan sel-sel abnormal terus bertumbuh, sehingga sel darah putih yang sehat berkurang.

Berikut ini faktor yang meningkatkan risiko terhadap limfoma.

  • Usia:
    Limfoma paling sering didiagnosis pada orang berusia di atas 55 tahun.
  • Jenis kelamin:
    Laki-laki mempunyai risiko lebih besar.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Infeksi tertentu.

Berikut ini beberapa tes yang mungkin dapat membantu dokter dalam memberikan diagnosis.

  • Pemeriksaan fisik:
    Dokter akan memeriksa kelenjar getah bening yang membengkak pada pasien, termasuk di leher, ketiak dan selangkangan, serta limpa atau hati.
  • Mengambil sampel untuk diuji (biopsi):
    Dokter mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening dan sumsum tulang lalu diuji untuk menentukan apakah terdapat sel limfoma.
  • Tes darah:
    Tes darah dapat memberikan petunjuk kepada dokter untuk mendiagnosis.
  • Rontgen dada:
    Untuk mendapatkan gambar bagian dalam dada.
  • MRI :
    Untuk mendapatkan gambaran organ dan struktur tubuh.
  • PET Scan :
    Menggunakan zat radioaktif untuk mencari sel-sel kanker dalam tubuh Anda.
  • Tes molekuler :
    Mencari perubahan pada gen, protein, dan zat lain pada sel kanker untuk membantu dokter Anda mengertahui jenis limfoma yang Anda miliki.
  • Pengawasan:
    Untuk melihat perkembangan limfoma ketika limfoma telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien harus melakukan beberapa tes untuk mengawasi perkembangan penyakit ini.
  • Kemoterapi:
    Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat yang disuntikkan atau berbentuk pil untuk mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Terapi obat lainnya:
    Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan diri untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Terapi radiasi:
    Terapi radiasi memanfaatkan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, untuk mengarahkan radiasi ke bagian yang terjangkit sel kanker.
  • Transplantasi sumsum tulang:
    Transplantasi sumsum tulang membutuhkan kemoterapi dosis tinggi dan radiasi. Kemudian, sel-sel sumsum tulang sehat dari tubuh pasien atau dari pendonor, dimasukkan ke dalam darah pasien. Sel-sel tersebut menuju ke tulang untuk membangun kembali sumsum tulang.

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan.

Jika dokter mencurigai adanya limfoma, Anda juga dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker. Siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan lebih efektif. Untuk limfoma, berikut ini pertanyaan dasar untuk disampaikan kepada dokter.

  • Jenis limfoma apa yang saya miliki?
  • Limfoma saya berada di tahap berapa?
  • Sejauh mana limfoma saya menyebar?
  • Tes apa saja yang saya perlukan?
  • Apa saja pilihan pengobatan untuk saya?

Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan agar dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan dokter.

  • Sejak kapan Anda mengalami gejala seperti ini?
  • Apakah gejala terjadi secara terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala yang terjadi?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi tersebut?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi tersebut?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lymphoma/diagnosis-treatment/drc-20352642 
diakses pada 23 Oktober 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/lymphoma-cancer#3
diakses pada 25 Febuari 2019.

Artikel Terkait