Kanker

Limfoma non-Hodgkin

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Limfoma non-Hodgkin
NHl menyerang sistem limfatik atau kelenjar getah bening sebagai bagian sistem imun.
Limfoma non-Hodgkin (NHL) adalah jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, yang menjadi bagian dari sistem imun. Kondisi ini bermula saat tumor tumbuh dari limfosit yang merupakan sel darah putih. Limfoma atau kanker getah bening terdiri dari dua jenis, yaitu limfoma non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin. NHL merupakan limfoma yang lebih umum terjadi dibandingkan tipe limfoma Hodgkin.Limfoma Hodgkin berbeda dari limfoma non-Hodgkin. Limfoma Hodgkin memiliki sel Reed-Sternberg, dan limfoma non-Hodgkin tidak. Banyak jenis kanker yang dapat menyebar ke kelenjar getah bening. Namun, hanya kanker yang bermula pada kelenjar atau jaringan getah bening lah yang disebut sebagai limfoma.Penanganannya diberikan berdasarkan tipe maupun jenis limfoma. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui jenis limfoma yang diderita. Jenis-jenis penyakit ini adalah:
  • Leukemia limfositik kronis
  • Limfoma sel B kutaneus
  • Limfoma sel-T kutaneus
  • Limfoma folikular
  • Waldenstrom macroglobulinemia
 
Limfoma non-Hodgkin
Dokter spesialis Onkologi
GejalaPembengkakan kelenjar getah bening di leher, sulit bernapas, demam
Faktor risikoUsia lebih dari 60 tahun, paparan bahan kimia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Metode diagnosisTes darah, tes pencitraan, biopsi
PengobatanObat-obatan, kemoterapi, terapi radiasi
ObatRituximab, ibrutinib
KomplikasiPenyebaran sel kanker ke organ tubuh lainnya
Kapan harus ke dokter?Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, demam, mudah lelah
Ada beberapa gejala limfoma non-hodgkin dapat muncul. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Nyeri dan bengkak pada area perut
  • Nyeri pada area dada
  • Batuk
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher,ketiak atau selangkangan (pangkal paha) tanpa rasa saki
  • Mudah Lelah
  • Sering demam
  • Kerap berkeringat pada malam hari walaupun suhu tidak sedang panas
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
 
Penyebab utama limfoma non-Hodgkin adalah mutasi atau perubahan DNA pada sel darah putih bernama limfosit. Pencetus mutasi DNA ini belum diketahui secata pasti.DNA berfungsi untuk mengatur pertumbuhan sel. Apabila terjadi mutasi DNA sel-sel khususnya limfosit akan berkembang secara tidak terkendali.Limfosit yang tidak sehat dapat berkembang pada satu kelenjar getah bening atau lebih, misalnya pada kelenjar getah bening leher, ketiak, atau selangkangan. Secara perlahan, penyakit ini dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti:
  • Sumsum tulang
  • Limpa
  • Hati
  • Kulit
  • Paru-paru
  • Perut
  • Otak
Namun untuk beberapa kasus, NHL terjadi pada organ tubuh selain kelenjar getah bening. Para pakar memperkirakan mutasi DNA menyebabkan NHL biasanya terjadi akibat  paparan terhadap radiasi, kemoterapi, infeksi dan bahan kimia yang karsinogenik (menyebabkan kanker). Meski demikian, seringkali perubahan genetik ini terjadi tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini tampaknya lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga NHL memang kerap ditemukan pada orang berusia lanjut. 

Faktor Risiko limfoma non-Hodgkin

Beberapa faktor risiko terjadinya limfoma non-Hodgkin adalah:
  • Usia lanjut (di atas 60 tahun)
  • Paparan terhadap bahan kimia tertentu, seperti insektisida
  • Berat badan lebih (obesitas) dan konsumsi makanan tinggi lemak
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan penyakit seperti HIV/AIDS
  • Menderita kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau sindrom Sjögren
  • Menderita infeksi virus seperti Epstein-Barr virus, virus limfotropik sel T manusia (HTLV-Human T-cell Lymphotropic Virus), atau mendapat infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori, yang biasanya menyerang lapisan lambung dan usus kecil
  • Menderita penyakit celiac yang disebabkan oleh reaksi terhadap gluten, dan mengakibatkan peradangan pada usus kecil
  • Menjalani radioterapi atau kemoterapi
  • Limfoma non-Hodgkin tidak menular dan tidak diwariskan. Namun, individu dengan keluarga yang memiliki riwayat Limfoma non-Hodgkin, akan berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit tersebut.
 
Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan faktor risiko limfoma non-Hodgkin yang Anda miliki.Pemeriksaan fisik Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memantau ukuran dan kondisi kelenjar getah bening dan ada tidaknya pembesaran organ hati serta limpa.Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis limfoma non-Hodgkin antara lain:
  • Tes darah dan tes urine

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menentukan ada tidaknya infeksi serta mengevaluasi fungsi hati dan ginjal. Misalnya, tes darah dan tes urine.Dokter juga mungkin menganjurkan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi virus tertentu, seperti hepatitis B, hepatitis C, atau HIV. Pasalnya, infeksi virus ini akan mempengaruhi metode pengobatan yang akan diberikan.
  • Tes pencitraan

Tes pencitraan umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis gejala Limfoma non-Hodgkin dengan mengetahui lokasi tumor dan penyebaran sel-sel kanker. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter adalah x-ray, computerized tomography (CT Scan) Scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET) Scan.
  • Biopsi

Biopsi jaringan adalah cara paling akurat untuk mengonfirmasi dan menegakkan diagnosis NHL. Walaupun begitu, tidak semua orang yang mengalami pembesaran kelenjar getah bening atau mengalami gejala NHL langsung dianjurkan menjalani biopsi.Hal ini dikarenakan gejala NHL dapat juga disebabkan oleh kondisi medis lain seperti infeksi. Oleh karena itu, jika terdapat pembesaran kelenjar getah bening, maka biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan menunggu beberapa minggu untuk melihat apakah terdapat perbaikan gejala dan bagaimana kondisi kelenjar getah bening setelahnya.Apabila setelah diobati dengan antibiotik ukuran kelenjar getah bening tetap sama atau malah membesar, dokter akan menganjurkan pemeriksaan biopsi.Pada saat biopsi, dokter akan mengambil sampel jaringan dari kelenjar limfe. Selanjutnya sampel biopsi tersebut akan dikirimkan ke dokter spesialis patologi anatomi untuk dievaluasi dan menentukan diagnosis serta stadium NHL. 

Stadium limfoma non-Hodgkin

Berdasarkan pemeriksaan biopsi dan pencitraan, limfoma non Hodgkin terbagi menjadi empat stadium di bawah ini:
  • Stadium 1

Limfoma hanya terjadi pada satu kelenjar getah bening, atau satu organ limfoid seperti tonsil (amandel).
  • Stadium 2

Limfoma terjadi pada dua kelompok kelenjar getah bening atau lebih pada zona yang sama. Seseorang dikatakan mengalami NHL stadium 2 jika terjadi limfoma ada pada zona yang sama, cotohnya leher dan ketiak.
  • Stadium 3

Terjadi pembesaran kelenjar getah bening di dua zona yang berbeda atau limfoma muncul di kelenjar getah bening di zona atas diafragma serta pada organ limpa.
  • Stadium 4

Limfoma sudah menyebar ke setidaknya satu organ selain organ atau kelenjar getah bening, seperti sumsum tulang, hati, atau paru. 
Cara mengobati limfoma non-Hodgkin umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan limfoma non-Hodgkin antara lain:
  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat yang disuntikkan, maupun pil untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan tersendiri atau digabungkan dengan terapi lainnya.
  • Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker atau tumor. Terapi ini dapat dikombinasikan dengan pengobatan lainnya.
  • Transplantasi sel punca

Dokter akan menggunakan kemoterapi berdosis tinggi untuk membunuh sel-sel punca dan sel kanker.Dokter kemudian melakukan transplantasi sel punca, untuk membuat sel sehat berkembang di dalam tubuh.Transplantasi sel punca dapat dilaksanakan menggunakan sel dari tubuh pasien sendiri maupun pendonor.
  • Obat-obatan

Obat-obatan berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker seperti rituximab dan ibrutinib dan obat-obatan yang mengantarkan isotop radioaktif untuk mengikat sel-sel kanker seperti ibritumomab tiuxetan.Limfoma non-Hodgkin tidak selalu membutuhkan penanganan khusus. Dokter akan mempertimbangkan untuk menunda pengobatan dan mengevaluasi limfoma apabila limfoma membesar secara lambat dan tidak menyebabkan gejala.Walaupun begitu tidak serta merta berarti dokter membiarkan saja. Dokter akan menjadwalkan pemeriksaan rutin tiap beberapa bulan sekali untuk memonitor kondisi Anda dan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran tumor.Limfoma non-Hodgkin yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa penyebaran sel kanker ke organ tubuh lainnya. 
Belum ada cara pasti untuk mencegah limfoma non-Hodgkin. Pasalnya, sebagian besar penderita tidak mempunyai faktor risiko yang dapat dimodifikasi.Namun ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena limfoma non-Hodgkin. Salah satunya dengan melindungi diri dari infeksi tertentu dan menjaga tubuh sebaik mungkin supaya mempunyai sistem imun yang sehat.Sebagai contoh, infeksi HIV diketahui dapat meningkatkan risiko NHL. Jadi menekan risiko terinfeksi HIV termasuk langkah untuk menurunkan potensi terserang NHL. Misalnya dengan menghindari seks bebas tanpa kondom serta penyalahgunaan obat-obat terlarang terutama bentuk suntik.Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas pun lebih berisiko untuk mengalami limfoma non Hodgkin. Demikian pula dengan diet tinggi lemak dan banyak mengonsumsi daging. Oleh sebab itu, menjaga berat badan agar tetap ideal dan menjalani pola makan sehat bisa menurunkan risiko limfoma non-Hodgkin. 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher,ketiak atau selangkangan (pangkal paha) tanpa rasa saki
  • Mudah Lelah
  • Sering demam
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait limfoma non-Hodgkin?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis limfoma non-Hodgkin agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/about/what-is-non-hodgkin-lymphoma.html
Diakses pada 26 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/non-hodgkins-lymphoma
Diakses pada 26 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/non-hodgkins-lymphoma/symptoms-causes/syc-20375680
Diakses pada 26 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/non-hodgkin-lymphoma/
Diakses pada 26 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bahaya Styrofoam untuk Kesehatan Bisa Dihindari, Ini Caranya

Bahaya styrofoam masih pro dan kontra. Namun Anda tetap dapat melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi efek buruknya bagi kesehatan.
30 Aug 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Bahaya styrofoam sangat serius untuk kesehatan, termasuk memicu kanker.

Berbagai Hal yang Jarang Diketahui Wanita Soal Kanker

Meski sangat berbahaya dan mematikan, sayangnya masih banyak hal yang jarang diketahui seputar kanker pada wanita. Kebanyakan dari wanita berasumsi bahwa mereka memiliki risiko kanker yang rendah karena tidak ada riwayat keluarga berpenyakit kanker.
19 Feb 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Banyak orang mengesampingkan fakta bahwa kanker pada wanita dapat terjadi meski mereka tidak memiliki riwayat kanker keluarga

Tak Hanya Asuransi Kesehatan, Ini Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

Siapa yang tidak ingin memiliki jiwa dan raga yang sehat? Semua orang tentulah ingin memilikinya. Namun sebagai manusia, kita tidak bisa terus-menerus sehat setiap waktu. Bagaimana jika suatu saat kita terserang penyakit kritis? Apa yang harus dilakukan?
05 Sep 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
Selain asuransi kesehatan, penting bagi Anda untuk memiliki asuransi penyakit kritis