Limfoma non-Hodgkin

Ditinjau dr. Widiastuti
Kanker seperti Limfoma non-Hodgkin dapat diatasi dengan kemoterapi dan terapi radiasi.
NHl menyerang sistem limfatik atau kelenjar getah bening sebagai bagian sistem imun.

Pengertian Limfoma non-Hodgkin

Limfoma non-Hodgkin (NHL) merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik, bagian dari sistem imun. Kondisi ini bermula saat tumor tumbuh dari limfosit yang merupakan sel darah putih. NHL paling sering dialami orang dewasa, tetapi penyakit ini dapat pula menyerang anak-anak. NHL merupakan limfoma yang lebih umum terjadi dibandingkan tipe limfoma lainnya seperti Limfoma Hodgkin.

Limfoma Hodgkin berbeda dari Limfoma non-Hodgkin. Limfoma Hodgkin memiliki sel Reed-Sternberg. Sementara, Limfoma non-Hodgkin tidak. Banyak jenis kanker yang dapat menyebar ke kelenjar getah bening. Namun, hanya kanker yang bermula pada kelenjar atau jaringan getah bening lah yang disebut sebagai limfoma.

Penanganannya diberikan berdasarkan tipe maupun jenis limfoma. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui jenis limfoma yang diderita. Jenis-jenis penyakit ini adalah:

  • Leukemia limfositik kronis
  • Limfoma sel B kutaneus
  • Limfoma sel-T kutaneus
  • Limfoma folikular
  • Waldenstrom macroglobulinemia

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini yaitu:

  • Sakit di perut atau bengkak pada perut
  • Sakit di dada
  • Batuk
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher,ketiak atau selangkangan (pangkal paha) tanpa rasa sakit
  • Mudah lelah
  • Demam
  • Keringat pada malam hari
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Penyebab

Limfoma non-Hodgkin bermula saat terjadi perubahan di dalam DNA dari jenis sel darah putih yang disebut limfosit. Namun, penyebab utama terjadinya mutasi tersebut sampai saat ini belum diketahui. DNA berfungsi untuk mengatur pertumbuhan sel. Karena mutasi pada DNA mengubah fungsinya, sel-sel pun berkembang secara tidak terkendali. Limfosit yang tidak sehat dapat berkembang pada satu kelenjar getah bening, atau lebih di area yang tertentu. Misalnya leher, ketiak, atau selangkangan. Secara perlahan, penyakit ini dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti:

  • Sumsum tulang
  • Limpa
  • Hati
  • Kulit
  • Paru-paru
  • Perut
  • Otak

Namun untuk beberapa kasus, penyakit ini berawal pada organ tubuh selain kelenjar getah bening. Perubahan genetik pada NHL biasanya didapatkan selama hidup yang merupakan hasil dari paparan terhadap radiasi, kemoterapi, infeksi dan bahan kimia yang karsinogenik (menyebabkan kanker). Meski demikian, seringkali perubahan genetik ini terjadi tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini tampaknya lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga NHL memang kerap ditemukan pada orang berusia lanjut. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terhadap penyakit ini adalah:

  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan penyakit seperti HIV/AIDS.
  • Menderita kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau sindrom Sjögren
  • Menderita infeksi virus seperti Epstein-Barr virus, virus limfotropik sel T manusia (HTLV-Human T-cell Lymphotropic Virus), atau mendapat infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori, yang biasanya menyerang lapisan lambung dan usus kecil
  • Radioterapi atau kemoterapi
  • Penyakit celiac yang disebabkan oleh reaksi terhadap gluten, dan mengakibatkan peradangan pada usus kecil
  • Usia lanjut (di atas 60 tahun)
  • Paparan terhadap bahan kimia tertentu, seperti insektisida
  • Berat badan lebih (obesitas) dan konsumsi makanan tinggi lemak

Limfoma non-Hodgkin tidak menular dan tidak diwariskan. Namun, individu dengan keluarga yang memiliki riwayat Limfoma non-Hodgkin, akan berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit tersebut.

Diagnosis

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan yang lengkap, termasuk gejala, faktor risiko, dan kondisi medis lain dari pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfungsi untuk memantau ukuran dan kondisi kelenjar getah bening, pembesaran hati, serta limpa. Pembengkakan kelenjar getah bening menandakan perlawanan terhadap infeksi. Biasanya, sumber infeksi dekat dengan pembesaran tersebut.

Dokter akan menyarankan pasien menjalani tes darah dan urine untuk menentukan jenis infeksi yang menyerang. Tes pencitraan dan biopsi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi Limfoma non-Hodgkin.

Tes pencitraan

Umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis gejala Limfoma non-Hodgkin dengan mengetahui lokasi tumor dan penyebaran sel-sel kanker. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter adalah x-ray, computerized tomography (CT Scan) Scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET) Scan.

Biopsi

Biopsi jaringan adalah satu-satunya cara untuk mengonfirmasi diagnosis NHL. Biopsi jaringan tidak selalu dilakukan dengan segera. Sebab, beberapa gejala NHL dapat juga disebabkan oleh kondisi medis lain seperti infeksi. Oleh karena itu, jika terdapat pembesaran kelenjar getah bening, maka biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan menunggu beberapa minggu untuk melihat kondisi kelenjar getah bening.

Jika berukuran tetap atau malah membesar, dokter akan melakukan biopsi. Dokter segera menjalankan biopsi apabila ukuran, tekstur, dan lokasi kelenjar limpa, maupun gejala lain, menunjukkan adanya limfoma. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari nodus limfa untuk diuji. Selanjutnya, dokter akan memberika diagnosis. Biopsi sumsum tulang dilakukan untuk mengetahui penyebaran penyakit ini.

Pengobatan

Penanganan untuk Limfoma non-Hodgkin diberikan berdasarkan usia pasien, jenis, dan stadium yang dimiliki. Pada awalnya, dokter akan melihat perkembangan dan penyebabnya. Pengobatan diberikan apabila penyakit ini semakin berat. Beberapa pilihan penanganan yang tersedia adalah:

  • Kemoterapi
    Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat yang disuntikkan, maupun pil untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan tersendiri atau digabungkan dengan terapi lainnya.
  • Terapi radiasi
    Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker atau tumor. Terapi ini dapat dikombinasikan dengan pengobatan lainnya.
  • Transplantasi sel induk
    Dokter akan menggunakan kemoterapi berdosis tinggi untuk membunuh sel-sel induk dan sel kanker. Kemudian, dokter akan melakukan transplantasi untuk membuat sel sehat berkembang di dalam tubuh. Transplantasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan sel tubuh sendiri maupun donor. Akan tetapi sebelumnya, dokter harus mengambil dan membekukan sel-sel pasien sebelum dimanfaatkan untuk transplantasi.
  • Obat-obatan
    Obat-obatan berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat mengantarkan isotop radioaktif untuk mengikat sel-sel kanker.

Pencegahan

Belum ada cara pasti untuk mencegah penyakit ini. Sebab, sebagian besar penderita NHL tidak mempunyai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena NHL. Salah satunya dengan melindungi diri dari infeksi tertentu dan menjaga tubuh sebaik mungkin supaya mempunyai sistem imun yang sehat.

Infeksi akibat HIV (yang menyebabkan AIDS) diketahui dapat meningkatkan risiko terserang NHL. Oleh karena itu, menekan risiko terinfeksi HIV adalah salah satu cara untuk menurunkan potensi terserang NHL. Menghindari seks bebas tanpa perlindungan, maupun penyalahgunaan obat-obat terlarang terutama yang diinjeksikan ke dalam pembuluh darah, termasuk cara untuk menurunkan risiko terinfeksi HIV.

Sementara itu, infeksi yang disebabkan oleh Helicobacter Pylori dapat diobati dengan antibiotik serta antasida. Orang dengan berat badan lebih atau obesitas lebih berisiko terkena NHL. Selain itu, diet tinggi lemak dan banyak mengonsumsi daging juga dapat meningkatkan risiko terjadinya NHL. Oleh sebab itu menjaga berat badan tetap ideal dan menjalani pola makan yang sehat dapat menurunkan risiko terkena NHL.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala seperti di atas.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buat janji dengan dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Apabila dokter mencurigai adanya Limfoma non-Hodgkin, Anda juga dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker. Menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk Limfoma non-Hodgkin, berikut ini pertanyaan dasar untuk diajukan kepada dokter.

  • Apakah saya menderita Limfoma non-Hodgkin?
  • Limfoma non-Hodgkin tipe apa yang saya miliki?
  • Sudah stadium berapa NHL Saya?
  • Apakah kondisi saya agresif atau berjalan lambat?
  • Apakah Limfoma non-Hodgkin berbahaya?
  • Apa penyebab utama dari gejala yang saya alami?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya perlukan?
  • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia dan apa saja efek sampingnya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas, agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter.

  • Seberapa parah gejala yang terjadi?
  • Kapan Anda mengalami gejala tersebut pertama kali?
  • Hal apa yang memperburuk dan memperbaiki kondisi Anda?
  • Apakah Anda pernah mengalami infeksi ?
  • Apakah Anda atau keluarga pernah terpapar toksin?
Referensi

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/about/what-is-non-hodgkin-lymphoma.html
Diakses pada 26 November 2018

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/causes-risks-prevention/what-causes.html
Diakses pada 26 November 2018

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/causes-risks-prevention/risk-factors.html
Diakses pada 26 November 2018

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/causes-risks-prevention/prevention.html
Diakses pada 26 November 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/non-hodgkins-lymphoma
Diakses pada 26 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/non-hodgkins-lymphoma/symptoms-causes/syc-20375680
Diakses pada 26 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/non-hodgkin-lymphoma/
Diakses pada 26 November 2018

Back to Top