Limfoma Burkitt adalah salah satu dari jenis limfoma non-Hodgkin. Kasus limfoma ini lebih sering terjadi pada anak-anak (khususnya di usia 5-10 tahun) dibandingkan orang dewasa.

Limfoma non-Hodgkin sendiri merupakan kanker pada sistem limfatik atau kelenjar getah bening. Salah satu fungsi sistem ini adalah membantu sistem imun untuk melawan infeksi.

Pada penderita limfoma Burkit, bagian sistem imun yang mengalami gangguan adalah sel B. Karena melibatkan kekebalan tubuh, penderita limfoma Burkitt seringkali mengalami infeksi. Misalnya, lebih sering sakit.

Meski termasuk langka, limfoma Burkitt bisa berkembang secara cepat dan berakibat fatal bila dibiarkan. Namun dengan penanganan yang baik, angka harapan hidup penderita akan meningkat.

Secara umum, gejala limfoma Burkitt meliputi demam, penurunan berat badan, dan keringat malam. Namun indikasinya bisa berbeda-beda berdasarkan tipenya di bawah ini:

Limfoma burkitt sporadis

  • Pembengkakan perut.
  • Perubahan bentuk tulang wajah.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Sumbatan usus.
  • Pembengkakan kelenjar tiroid.
  • Pembesaran amandel.

Limfoma burkitt endemis

  • Pembengkakan dan perubahan bentuk tulang wajah.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi dengan cepat. Ukurannya bisa mencapai dua kali lipat dalam waktu 18 jam, namun tidak menyebabkan nyeri.

Limfoma Burkitt karena imunodefisiensi

Gejala limfoma ini menyerupai limfoma Burkitt sporadis.

Penyebab limfoma Burkitt belum diketahui hingga sekarang. Namun para pakar menduga bahwa faktor-faktor di bawah ini bisa berpengaruh:

  • Infeksi virus Epstein-Barr

Sebagian besar lumfoma Burkitt berkaitan dengan infeksi ini.

  • Sistem imun yang lemah

Orang yang memiliki sistem imun yang lemah juga lebih berisiko untuk terkena limfoma Burkitt. Contohnya, orang yang mengidap HIV/AIDS, menjalani kemoterapi untuk menangani kanker, atau mengonsumsi obat penekan sistem imun setelah menjalani transplantasi organ.

Diagnosis limfoma Burkitt akan ditentukan berdasarkan hasil wawancara dokter, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala-gejala pasien serta riwayat medis pasien serta keluarga.

Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik, misalnya mengukur suhu tubuh, mengecek detak jantung, dan memeriksa ada tidaknya pembengkakan pada kelenjar getah bening maupun perut.

Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang berikut ini untuk menegakkan diagnosis:

  • Biopsi sumsum tulang.
  • Pungsi lumbal untuk mengambil cairan sumsum serebrospinal.
  • CT scan dan MRI.
  • Tes darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan hati.
  • Rontgen paru untuk melihat ada tidaknya ­­penyebaran kanker.

Selain mendeteksi limfoma Burkitt, pemeriksaan penunjang juga bertujuan mengetahui tingkat perkembangan penyakit dan stadium kanker.

Penanganan limfoma Burkitt akan ditentukan berdasarkan stadiumnya dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa langkah pengobatan yang bisa dianjurkan meliputi:

  • Kemoterapi yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi yang memakai sinar berenergi tinggi guna menghancurkan sel-sel kanker.
  • Obat antibodi monoklonal bernama rituximab. Obat ini akan menempel pada protein dalam sel kanker dan merangsang sistem imun Anda untuk menyerangnya, sehingga sel kanker akan ikut hancur.
  • Operasi. Langkah ini dilakukan apabila terdapat kondisi sumbatan usus.

Langkah-langkah penanganan tersebut juga bisa dikombinasikan untuk memberikan hasil yang optimal dalam memberantas limfoma Burkitt.

Seperti kanker pada umumnya, pencegahan limfoma Burkitt secara spesifik juga belum tersedia. Yang dapat Anda lakukan adalah menghindari faktor-faktor risikonya, seperti infeksi virus Epstein-Barr.

Baru-baru ini, vaksin untuk virus Epstein Barr sedang dikembangkan. Namun sampai sekarang, penggunaannya belum dilakukan secara luas.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala limfoma Burkitt atau kondisi yang mencurigakan.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda baru saja bepergian dan menetap lama di negara yang banyak limfoma Burkitt seperti Afrika?
  • Apakah Anda sering sakit?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang dan pernah Anda alami?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan untuk menentukan diagnosis limfoma Burkitt. Dengan ini, dokter bisa mendeteksi stadiumnya sekaligus memberikan penanganan yang sesuai.

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/burkitt-lymphoma-prognosis-diagnosis-treatments#1
Diakses pada 13 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/burkitts-lymphoma
Diakses pada 13 Desember 2019

Leukaemia Foundation. https://www.leukaemia.org.au/disease-information/lymphomas/non-hodgkin-lymphoma/other-non-hodgkin-lymphomas/burkitts-lymphoma/
Diakses pada 13 Desember 2019

Patient Info. https://patient.info/doctor/burkitts-lymphoma#
Diakses pada 13 Desember 2019

Artikel Terkait