Penyakit Lainnya

Limfedema

Diterbitkan: 01 Oct 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Limfedema
Limfedema adalah kondisi yang ditandai dengan terjadinya pembengkakan, biasanya terjadi pada lengan atau kaki. Kondisi ini terjadi karena penumpukan cairan akibat gangguan pada sistem limfatik (getah bening).Gangguan sistem limfatik yang memicu limfedema, biasanya berupa sumbatan saluran getah bening. Berdasarkan penyebabnya, limfedema terbagi menjadi tipe primer dan sekunder.Limfedema primer disebabkan oleh faktor bawaan sejak lahir. Sementara limfedema sekunder muncul akibat penyakit lain, seperti kanker atau cedera.Limfedema yang tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi. Mulai dari infeksi kulit atau selulitis, infeksi pada saluran limfe atau limfangitis, hingga masalah psikis seperti gangguan kepercayaan diri dan depresi.Oleh karena itu, segeralah berkonsultasi ke dokter apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala limfedema. 
Limfedema
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBengkak, gatal, perubahan warna kulit
Faktor risikoUsia tua, obesitas, radang sendi
Metode diagnosisUSG, CT scan, MRI
PengobatanComplete decongestive therapy, kompresi pneumatik, operasi
KomplikasiSelulitis, limfangitis, depresi
Kapan harus ke dokter?Cepat letih, muntah darah, penurunan tingkat kesadaran
Secara umum, gejala limfedema meliputi:
  • Pembengkakan pada lengan atau kaki
  • Terasa gatal atau terbakar pada kaki atau bagian tubuh yang membengkak
  • Rasa berat dan kulit yang kencang di daerah yang membengkak
  • Perubahan warna kulit atau luka pada bagian yang membengkak
  • Limfedema yang muncul pada area kepala dan leher dapat menyebabkan gangguan penglihatan, hidung tersumbat, nyeri telinga, gangguan berbicara atau menelan, bahkan gangguan pernapasan.
Mungkin saja ada tanda dan gejala limfedema yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Penyebab dari limfedema dapat berbeda-beda berdasarkan jenisnya. Terdapat dua jenis limfedema, antara lain:
  • Penyebab limfedema primer

Limfedema primer merupakan limfedema yang sudah muncul sejak penderita lahir.Jenis limfedema ini jarang ditemukan, dan biasanya terjadi ketika seseorang memiliki anggota keluarga kandung yang mengalami penyakit yang sama.
  • Penyebab limfedema sekunder

Limfedema sekunder adalah jenis yang paling umum. Limfedema ini dapat disebabkan oleh penyakit lain (seperti kanker atau infeksi), cedera, maupun efek samping prosedur medis tertentu (seperti operasi yang melibatkan kelenjar getah bening dan radioterapi). 

Faktor risiko limfedema

Beberapa faktor kondisi ini meliputi:
  • Usia tua
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Menderita radang sendi atau psoriasis
 
Diagnosis limfedema dapat titentukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Wawancara

Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan faktor risiko limfedema yang Anda miliki.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda limfedema pada tubuh seseorang.
  • MRI

Prosedur MRI akan menghasilkan gambaran tiga dimensi (3D) yang berkualitas tinggi untuk mengevaluasi kondisi sistem limfe.
  • CT scan

CT scan dapat memperlihatkan ada tidaknya penyumbatan pada sistem limfatik.
  • USG doppler

USG doppler bertujuan mendeteksi ada tidaknya penyumbatan pada aliran limfe.
  • Limfosintigrafi

Limfosintigrafi adalah pemindaian radioaktif pada sistem limfatik. Dokter akan menyuntukkan zat kontras radioaktif yang akan tampak pada gambar X-ray.Hasil tes ini akan menunjukkan zat kontras yang bergerak pada pembuluh limfe dan memperjelas ada tidaknya sumbatan. 
Cara mengobati limfedema umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Beberapa metode penanganan limfedema antara lain:

1. Complete decongestive therapy (CDT)

Penanganan ini terdiri dari:
  • Penggunaan perban kompresi untuk membantu mencegah penumpukan cairan lebih lanjut
  • Perawatan kulit untuk mencegah infeksi kulit
  • Latihan fisik untuk memperbaiki aliran getah bening
  • Teknik pijat khusus atau drainase limfatik manual yang menstimulasi aliran getah bening dan mengurangi pembengkakan.
Namun, metode ini tidak disarankan untuk orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, kelumpuhan, gagal jantung, pembekuan darah, atau infeksi akut.

2. Kompresi pneumatik

Metode ini digunakan untuk memberikan tekanan pada anggota tubuh, dan memindahkan cairan getah bening dengan menggunakan selongsong yang digembungkan.

3. Operasi

Tindakan operasi dapat dipertimbangkan apabila limfedema sudah termasuk berat.

4. Latihan fisik tertentu

Gerakan tubuh tertentu seperti menggerakkan lengan atau kaki yang bengkak dapat membantu drainase aliran limfe sehingga mengurangi pembengkakan.

5. Penurunan berat badan

Langkah ini dianjurkan bagi orang yang kegemukan, khususnya limfedema yang berhubungan dengan kanker payudara.

6. Pengobatan kanker

Pengobatan kanker dianjurkan apabila limfedema disebabkan oleh kanker. 

Komplikasi lmfedema

Limfedema yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Infeksi kulit seperti selulitis
  • Limfangitis atau peradangan pada pembuluh darah limfe akibat infeksi bakteri Streptococcus
  • Gangguan kepercayaan diri
  • Depresi
 
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko limfedema, terutama saat sedang menjalani terapi kanker, antara lain:
  • Hindari memakai pakaian ketat yang dapat mempersempit lengan dan kaki Anda.

  • Istirahatkan lengan atau kaki saat pemulihan dari pengobatan kanker. Anda juga dianjurkan untuk melakukan olahraga dan peregangan. Selain itu, hindari aktivitas berat sampai Anda pulih dari operasi atau radiasi.

  • Hindari meletakkan benda yang panas pada lengan atau kaki. Hindari bantalan pemanas atau bersuhu dingin yang ekstrem pada anggota tubuh yang terkena.

  • Lindungi kaki atau lengan Anda dari cedera, potongan, goresan, ataupun luka bakar yang menyebabkan infeksi. Hindari vaksinasi dan pengambilan darah pada area yang terkena.

  • Jaga kebersihan pada lengan atau kaki Anda. Perhatikan perawatan kulit dan kuku yang dapat menyebabkan infeksi.

  • Angkat tungkai lengan dan kaki untuk mengganjalnya dengan bantal sampai setinggi jantung saat berbaring.
 
Berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami pembengkakan secara terus-menerus pada lengan atau kaki. Segera temui dokter jika Anda telah didiagnosis memiliki limfedema tungkai.Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait limfedema?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis limfedema agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/lymphedema/
Diakses pada Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/lymphatic-obstruction#symptoms
Diakses pada Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lymphedema/symptoms-causes/syc-20374682
Diakses pada Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lymphoedema/
Diakses pada Desember 2018
CDC. https://www.cdc.gov/cancer/survivors/patients/lymphedema.htm
Diakses pada 7 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/180919
Diakses pada 7 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Muncul Benjolan di Leher? Hati-hati, Kelenjar Getah Bening Bengkak

Kelenjar getah bening bengkak dapat menjadi kondisi yang meresahkan. Apalagi jika muncul gejala-gejala yang tidak diinginkan seperti demam yang berkepanjangan, keluar keringat banyak di malam hari, bahkan sulit menelan atau bernapas karena pembengkakan tersebut.
18 May 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Kelenjar getah bening bengkak dapat terjadi di area leher

Benjolan di Ketiak Kiri Sakit Bila Ditekan, 8 Hal Ini Mungkin Jadi Pemicu

Ketiak adalah bagian tubuh sensitif yang terdiri dari saraf, pembuluh darah, dan juga kelenjar getah bening. Artinya, wajar ketika tiba-tiba terasa benjolan di ketiak kiri sakit bila ditekan. Ini bisa terjadi karena infeksi, inflamasi, atau iritasi.
14 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Ketiak kiri terasa sakit saat ditekan bisa menjadi tanda infeksi

Panduan Cara Memijat Payudara agar Kencang dan Sehat

Umumnya, cara memijat payudara dengan gerakan seperti menguleni adonan kue tetapi lebih lembut. Tujuannya agar melancarkan aliran kelenjar getah bening di bawah ketiak.
18 Nov 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Gerakan memijat payudara bisa dilakukan sendiri maupun terapis yang ahli pijat payudara.