Penyakit Lainnya

Limfadenopati

16 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Limfadenopati
Limfadenopati adalah pembengkakan pada satu atau lebih kelenjar getah bening yang terasa ketika diraba. Kelenjar ini terletak pada kedua sisi leher, di bawah rahang dan dagu, di dekat ketiak, di atas tulang selangka, dan di dekat pangkal paha.Kelenjar getah bening sendiri adalah sebuah organ kecil yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sistem imun berfungsi membantu tubuh untuk mengenali dan memerangi zat, mikroorganisme, maupun partikel yang dianggap membahayakan tubuh. Misalnya, bakteri, virus, dan partikel asing lainnya. Sebagai akibatnya, kelenjar getah bening akan membengkak sebagai respons terhadap infeksi. 
Limfadenopati
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBenjolan di bawah kulit yang terasa sakit, mudah lelah
Faktor risikoPria, usia 40 tahun ke atas
Metode diagnosisTes darah, tes pencitraan, biopsi
PengobatanObat-obatan, kemoterapi
ObatAntibiotik
KomplikasiAbses
Kapan harus ke dokter?Pembesaran kelenjar getah bening muncul tanpa ada alasan jelas
Gejala limfadenopati umumnya bisa berupa:
  • Benjolan di bawah kulit yang bisa terasa sakit, panas ketika disentuh, dan tampak memerah. Gejala ini bisa menandakan adanya pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tersebut.
  • Mudah lelah, lebih dari biasanya.
  • Ruam pada kulit.
  • Penurunan berat badan tubuh tanpa penyebab yang jelas.
  • Demam.
  • Berkeringat pada malam hari.
 
Penyebab limfadenopati yang utama adalah infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyebab lainnya termasuk penyakit autoimun, kanker, dan sarkoidosis. Berikut penjelasannya.

Infeksi

Beberapa infeksi yang dapat menyebabkan limfadenopati, yaitu:
  • Radang tenggorokan
  • Campak
  • Infeksi telinga
  • Gigi yang terinfeksi (abses)
  • Mononukleosis
  • Infeksi kulit atau luka, seperti selulitis
  • Human immunodeficiency virus (HIV) — virus yang menyebabkan AIDS
  • Penyakit menular seksual, seperti sifilis
  • Toksoplasmosis — infeksi parasit akibat kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi atau makan daging yang kurang matang
  • Cat scratch fever — infeksi bakteri dari cakaran atau gigitan kucing
  • Tuberkulosis (TBC)

Penyakit autoimun

Beberapa penyakit autoimun yang bisa menyebabkan limfadenopati, yaitu:

Kanker

Beberapa kanker yang bisa menyebabkan limfadenopati, yaitu:
  • Limfoma, kanker yang berasal dari sistem limfatik
  • Leukemia, kanker jaringan pembentuk darah tubuh, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik
  • Kanker lain yang telah menyebar (bermetastasis) ke kelenjar getah bening
Selain itu, pada kasus limfadenopati yang jarang terjadi, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat. Seperti obat anti kejang fenitoin dan obat pencegah malaria. 

Faktor risiko limfadenopati

Beberapa faktor risiko limfadenopati meliputi:
  • Usia di atas 40 tahun
  • Laki-laki
 
Diagnosis limfadenopati dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah, tes pencitraan, dan biopsi kelenjar getah bening. Berikut penjelasannya.
  • Tanya jawab
Dokter ingin mengetahui kapan dan bagaimana pembengkakan kelenjar getah bening terjadi, dan apakah penderita mengalami gejala.
  • Pemeriksaan fisik
Dokter akan memeriksa kelenjar getah bening yang terletak di dekat permukaan kulit. Langkah ini bertujuan mengecek ukuran dan tekstur kelenjar getah bening, serta apakah terasa sakit dan hangat ketika disentuh.Lokasi dari pembengkakan dan gejala lainnya akan memberikan petunjuk dari penyebab yang mendasari dari limfadenopati tersebut. 
  • Tes darah

Tergantung dari apa yang dicurigai sebagai penyebab pembengkakan kelenjar getah bening, tes darah dibutuhkan. Selain mengkonfirmasi diagnosis limfadenopati, tes darah juga berguna dalam menyingkirkan penyebab lain yang mungkin pemicu.Jenis tes darah akan tergantung dari penyebab yang dicurigai, tapi dokter kemungkinan besar akan melakukan tes darah lengkap guna mengecek kesehatan pasien secara keseluruhan.
  • Tes pencitraan

Rontgen dada atau CT scan pada area yang terkena limfadenopati dapat membantu dalam menentukan sumber dari infeksi atau tumor.
  • Biopsi kelenjar getah bening

Biopsi kelenjar getah bening adalah pengambilan sampel jaringan dari kelenjar getah bening. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop. 
Cara mengobati limfadenopati umumnya akan tergantung dari penyebabnya. Beberapa pilihan cara mengobati limfadenopati yang bisa dilakukan, yaitu:
  • Pengobatan limfadenopati akibat infeksi

Bila disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkannya. Namun untuk limfadenopati yang disebabkan oleh infeksi virus, penanganan bertujuan untuk mengendalikan gejala dan mengurangi pembengkakan karena infeksi virus biasanya akan hilang dengan sendirinya.
  • Pengobatan limfadenopati akibat penyakit autoimun

Pada limfadenopati yang disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, pengobatan akan ditujukan pada untuk mengurangi peradangan yang terjadi.
  • Pengobatan limfadenopati akibat kanker

Limfadenopati yang terjadi akibat kanker akan membutuhkan pengobatan pada kanker yang memicunya. Oleh sebab itu, perawatan dari dokter akan tergantung pada jenis kanker yang diderita oleh pasien.Beberapa jenis penanganannya dapat meliputi operasi, radioterapi, serta kemoterapi. 

Komplikasi limfadenopati

Jika tidak ditangani dengan optimal, limfadenopati dapat menyebabkan komplikasi berupa abses. Abses adalah kumpulan nanah yang terlokalisasi yang disebabkan oleh infeksi.Nanah mengandung cairan, sel darah putih, jaringan mati, dan bakteri atau penyerbu lainnya. Abses mungkin memerlukan drainase dan pengobatan antibiotik. 
Cara mencegah limfadenopati tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, limfadenopati merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang melawan infeksi atau penyakit.Namun Anda bisa mengurangi risiko limfadenopati dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Cuci tangan yang benar
  • Menghindari menyentuh mata dan hidung
  • Menjauh dari mereka yang sedang sakit
  • Disinfeksi permukaan di rumah atau ruang kerja
  • Tidur yang cukup, makan sehat, dan berolahraga
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Pembesaran kelenjar getah bening muncul tanpa ada alasan yang jelas
  • Kelenjar getah bening terus membesar
  • Pembengkakan kelenjar getah bening tidak kunjung sembuh selama 3 minggu
  • Kelenjar getah bening terasa keras, atau menempel dengan jaringan di bawahnya ketika disentuh
  • Disertai demam, keringat di malam hari, atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait limfadenopati?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis limfadenopati agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/cg/lymphadenopathy.html
Diakses pada 31 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swollen-lymph-nodes/diagnosis-treatment/drc-20353906
Diakses pada 31 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003097.htm
Diakses pada 31 Desember 2019
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/kaposi-sarcoma/about/what-is-kaposi-sarcoma.html
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email