Infeksi

Limfadenitis

15 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Limfadenitis
Limfadenitis disebabkan infeksi bakteri, jamur, dan virus
Limfadenitis merupakan pembengkakan dan peradangan kelenjar getah bening (KGB) yang terjadi karena infeksi bakteri, jamur, atau virus. Kelenjar getah bening berfungsi untuk melawan bakteri, jamur, atau virus yang masuk ke dalam tubuh, dan mencegah penyebaran infeksi ke bagian tubuh yang lain. Kelenjar getah bening tersebar di hampir seluruh bagian tubuh. Namun biasanya, KGB yang terletak di bawah dagu, ketiak, atau selangkangan lebih mudah terdeteksi, bila muncul pembengkakan.Peradangan dan pembengkakan mungkin terjadi karena Anda sedang sakit. Kelenjar getah bening menjalankan fungsinya untuk menampung sel-sel tubuh yang melawan penyakit. Selain itu, kelenjar ini akan menyaring dahulu getah bening sebelum kembali ke sistem peredaran tubuh. 
Limfadenitis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKeringat di malam hari, penyumbatan limfatik, demam
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan
PengobatanObat-obatan, kompres
ObatAntibiotik, antivirus, antijamur
KomplikasiAbses, selulitis, fistula
Kapan harus ke dokter?Mengalami kelenjar getah bening yang mengeras dan tidak bergerak saat ditekan, bengkak tanpa alasan yang jelas
Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari peradangan kelenjar getah bening, antara lain:
  • Keringat pada malam hari
  • Penyumbatan sistem limfatik yang dilihat dari adanya pembengkakan anggota badan seperti kaki dan lengan (edema)
  • Pengerasan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan, yang kadang terasa nyeri jika ditekan
  • Demam
  • Flu
  • Sakit ketika menelan
 
Limfadenitis merupakan reaksi dari infeksi bakteri, virus, atau jamur, respons terhadap tumor, maupun gangguan kekebalan tubuh seperti pada penyakit autoimun seperti lupus. Biasanya limfadenitis ditemukan dekat tempat infeksi atau tumor. 
Untuk mendiagnosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa hal, seperti:
  • Pemeriksaan fisik dengan merasakan pembengkakan pada beberapa lokasi kelenjar getah bening
  • Tes darah untuk mendeteksi adanya infeksi 
  • Pemeriksaan radiologi, misalnya dengan menggunakan sinar X atau CT scan, yang dapat memperlihatkan tumor ataupun sumber infeksi
  • Biopsi kelenjar getah bening untuk menguji sampel jaringan, untuk melihat penyebab dari pembengkakan kelenjar getah bening
 
Pengobatan dan perawatan untuk limfadenitis akan bergantung pada penyebab dari pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya dokter akan:
  • Memberikan antibiotik jika limfadenitis disebabkan oleh infeksi bakteri, antivirus atau antijamur jika ada infeksi virus atau jamur
  • Memberikan obat penghilang rasa sakit atau penurun demam
  • Merekomendasikan kompres hangat
  • Menyarankan untuk meninggikan posisi area yang bengkak, untuk membantu meredakan peradangan
  • Jika disebabkan oleh kelainan imun, maka pengobatan berfokus untuk menangani kelainan tersebut
  • Pembengkakan yang terjadi akibat kanker harus ditangani dengan menyenbuhkan kanker yang jadi masalah utamanya
 

Komplikasi limfadenitis

Komplikai limfadenitis bisa terjadi jika kondisi ini tidak diberi pengobatan. Beberapa komplikasi yang mungkin hadir, antara lain: 
Menjaga kebersihan dan kesehatan dengan baik, dapat membantu mencegah infeksi jenis apapun, termasuk limfadenitis. 
Pembengkakan KGB dapat terjadi karena berbagai hal, dan kadang dapat membaik dengan sendirinya. Namun, Anda dapat menemui dokter jika mengalami beberapa hal, seperti:
  • Merasakan KGB mengeras dan tidak dapat digerakkan saat Anda menekannya
  • Muncul pembengkakan tanpa alasan yang jelas (misalnya tanpa ada gejala infeksi lain seperti batuk, pilek, atau demam)
  • Pembesaran KGB yang semakin parah selama 2-4 minggu
  • Demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, dan penurunan berat badan yang tidak jelas
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait limfadenitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis limfadenitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/lymphadenitis
Diakses pada 15 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swollen-lymph-nodes/symptoms-causes/syc-20353902
Diakses pada 15 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001301.htm
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email