Lichen sclerosus adalah salah satu gangguan kulit yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak putih, paling sering terjadi pada area kelamin. Kulit pada bagian bercak ini biasanya terlihat lebih tipis dibandingkan kulit normal.

Semua orang berisiko mengalami lichen sclerosus. Namun kalangan orang yang paling berisiko tinggi adalah wanita setelah menopause.

Lichen sclerosus bersifat kambuhan. Karena itu, penderitanya dianjurkan untuk telaten merawat dan rutin memeriksakan kondisi kulitnya ke dokter.

Gejala lichen sclerosus yang utama adalah munculnya bercak-bercak putih dengan permukaan yang halus dan mengkilap. Lama-kelamaan, bercak ini semakin membesar sampai akhirnya membuat kulit Anda menipis dan keriput.

Kulit Anda kemudian lebih mudah tergores dan mengalami lebam yang besar. Selain itu, rasa gatal, kulit melepuh atau berdarah, dan luka juga kerap terjadi.

Penyebab lichen sclerosus belum diketahui dengan jelas hingga sekarang. Namun para pakar menduga bahwa beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risikonya:

  • Faktor genetik.
  • Gangguan hormon.
  • Infeksi.
  • Cedera kulit yang sudah lama terjadi.
  • Wanita usia pascamenopause.
  • Pira yang tidak menjalani sunat.
  • Anak yang belum pubertas.

Ada juga pakar-pakar yang beranggapan bahwa lichen sclerosus disebabkan oleh sistem imun yang menyerang sel-sel kulitnya sendiri.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang gejala serta riwayat penyakit yang pernah Anda derita. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada area kulit yang mengalami kelainan.

Pada umumnya, dokter dapat memastikan diagnosis lichen sclerosus melalui tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Namun bila diperlukan, dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa biopsi kulit.

Melalui biopsi, dokter akan mengambil sedikit jaringan kulit Anda. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop guna menentukan diagnosis.

Sampai saat ini, belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan lichen sclerosus secara total. Tujuan pengobatannya adalah untuk meringankan gejala yang dialami oleh pasien.

Pada penderita yang mengalami lichen sclerosus pada area kelamin, tetap perlu melakukan penanganan walau tidak merasakan gejala. Pasalnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah saat buang air kecil maupun berhubungan intim.

Pilihan penanganan lichen sclerosus yang dianjurkan meliputi:

  • Obat oles yang mengandung steroid. Obat ini bisa dioleskan setiap hari.
  • Sunat pada pria yang mengalami lichen sclerosis pada area kulup.
  • Terapi sinar ultraviolet pada area kulit yang mengalami bercak. Namun langkah ini tidak dianjurkan pada bercak-bercak di area kelamin.
  • Obat yang meningkatkan fungsi imun.
  • Pada wanita yang mengalami lesi kulit di area genital hingga memicu nyeri saat berhubungan seks, dokter mungkin memberikan terapi dilator vagina, pelumas berbahan dasar air, dan salep pereda nyeri.

Karena penyebabnya tidak diketahui, tidak ada langkah pencegahan lichen sclerosis yang bisa Anda lakukan.

Berkonsultasilah ke dokter bila Anda mengalami gejala lichen sclerosus. Konsultasi medis rutin setiap 6-12 bulan sekali juga diperlukan bagi Anda yang pernah terdiagnosis mengalami kondisi ini.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Demikian pula dengan riwayat penyakit pada keluarga.
  • Catat obat-obatan, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang rutin dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda yang rasakan? Sudah berapa lama?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang dan pernah Anda derita?
  • Apakah ada faktor risiko lichen sclerosus yang Anda miliki?
  • Pada penderita laki-laki, apakah Anda sudah disunat?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda dapatkan?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis lichen sclerosus.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lichen-sclerosus/symptoms-causes/syc-20374448
Diakses pada 3 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/lichen-sclerosis#1
Diakses pada 3 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/lichen-sclerosus#treatment
Diakses pada 3 Desember 2019

Artikel Terkait