Penyakit Lainnya

Leukoplakia

08 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Leukoplakia
Leukoplakia adalah bercak putih di dalam mulut yang tidak dapat dihilangkan
Leukoplakia adalah bercak putih di dalam mulut yang tidak dapat dihilangkan. Kebanyakan leukoplakia bersifat non-kanker, namun dalam beberapa kasus dapat menunjukkan gejala-gejala awal kanker mulut.Leukoplakia berbintik (area putih bercampur dengan area merah) juga dapat mengindikasikan potensi kanker. Karena itu, sebaiknya konsultasikan ke dokter jika anda mengalami perubahan yang tidak biasa pada mulut anda.Oral Hairy Leukoplakia (OHL) atau leukoplakia yang terlihat seperti rambut-rambut kecil di rongga mulut biasanya terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti HIV/AIDS. 
Leukoplakia
Dokter spesialis Gigi, THT
GejalaBercak putih keabu-abuan, permukaan bercak sedikit menonjol, bercak berubah kemerahan
Faktor risikoMerokok, mengonsumsi alkohol, menderita HIV/AIDS
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi
PengobatanPemantauan berkala, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol
KomplikasiKanker mulut, HIV/AIDS
Kapan harus ke dokter?Mengalami plak putih atau luka di mulut yang tidak sembuh dalam 2 minggu, benjolan atau bercak putih, merah, atau gelap, perubahan pada jaringan mulut
Leukoplakia biasanya terjadi pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah mulut atau bawah lidah, dan lidah. Biasanya, leukoplakia tidak menimbulkan rasa nyeri sehingga kerap tidak disadari. Gejala-gejala leukoplakia adalah:
  • Bercak putih keabu-abuan yang menebal atau mengeras dengan bentuk tidak beraturan, permukaan yang sedikit menonjol dibandingkan sekitarnya yang datar, serta tidak dapat dikikis, dihapus atau dihilangkan
  • Seiring perkembangan, kelainan tersebut dapat menjadi kemerahan (leukoplakia berbintik atau erythroplakia), yang merupakan gejala prakanker
Sedangkan, gejala OHL berupa bercak putih di sisi lidah yang menyerupai lipatan atau tonjolan. Bercak ini sering disalahartikan sebagai infeksi jamur di mulut (oral thrush)Oral thrush juga sering dijumpai pada orang dengan sistem imun lemah. Misalnya, orang yang menjalani kemoterapi, menderita HIV dan leukemia, atau menjalani transplantasi organ. Namun yang membedakannya adalah bercak putih pada oral thrush dapat mudah dikikis. 
Meskipun penyebab leukoplakia tidak diketahui secara jelas, iritasi yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama (kronis) seperti penggunaan tembakau, termasuk merokok diduga menjadi faktor risiko. Penyebab lainnya adalah iritasi kronis dari:
  • Gigi yang patah atau tajam yang mengenai permukaan lidah
  • Gigi palsu yang tidak pas atau patah
  • Penggunaan alkohol jangka panjang
Sedangkan OHL disebabkan oleh infeksi dari virus Epstein-Barr (EBV). Setelah seseorang terinfeksi EBV, virus akan tetap ada dalam tubuh seumur hidup walaupun virus dalam keadaan tidak aktif. Tetapi, jika sistem kekebalan tubuh melemah, virus dapat menjadi aktif kembali dan menjadi OHL. 

Faktor risiko leukoplakia

Faktor risiko penyakit ini adalah iritasi yang terjadi terus-menerus dalam jangka panjang (kronis). Iritasi ini bisa disebabkan oleh penggunaan tembakau, termasuk merokok. Kombinasi rokok dan alkohol akan memperbesar peluang seseorang terkena kondisi ini.Faktor risiko lainnya adalah menderita HIV/AIDS. Penderita penyakit tersebut dianggap lebih berisiko menderita leukoplakia berambut. 
Untuk menentukan diagnosis leukoplakia, dokter bisa melakukan metode pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan rongga mulut

Dokter gigi akan memeriksa rongga mulut secara keseluruhan. Selama pemeriksaan, dokter akan memastikan apakah bercak putih yang ada di rongga mulut adalah benar leukoplakia atau kondisi kelainan mulut lain seperti infeksi jamur.
  • Biopsi

Apabila bercak yang terdapat di rongga mulut terlihat mencurigakan, dokter mungkin akan melakukan biopsi (pengambilan sedikit jaringan). Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah kondisi tersebut memiliki sel kanker atau tidak. 
Pengobatan leukoplakia tidak selalu diperlukan, namun pemantauan berkala harus tetap dilakukan. Pemantauan diperlukan untuk memastikan bercak putih tidak bertambah besar.Adapun hal-hal yang dapat anda lakukan, diantaranya adalah:
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi konsumsi jumlah alkohol
  • Bila ada risiko menjadi kanker, operasi untuk mengangkat bercak putih akan dilakukan
Leukoplakia diduga mampu meningkatkan risiko kanker mulut. Bahkan ketika bercaknya sudah dihilangkan, risiko kanker ini tetap ada. Sedangkan leukoplakia berbulu (OHL) dapat menandakan kemungkinan pasien menderita HIV/AIDS. 
Cara mencegah leukoplakia serta mengurangi risiko kanker mulut yang dapat dilakukan meliputi:
  • Berhenti merokok karena ini penyebab yang paling umum
  • Jaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik
  • Jadwalkan pemeriksaan gigi rutin
  • Pastikan gigi palsu terpasang dengan benar
  • Diet seimbang
  • Mengurangi konsumsi alkohol
 
Meskipun leukoplakia tidak menyakitkan dan mengganggu, penyakit ini tetap dapat menunjukkan kondisi yang serius. Temui dokter gigi jika Anda mengalami hal-hal berikut:
  • Plak putih atau luka di mulut yang tidak sembuh dalam waktu dua minggu
  • Benjolan atau bercak putih, merah, atau gelap
  • Perubahan jaringan mulut
  • Nyeri pada telinga saat menelan
  • Penurunan kemampuan membuka rahang secara progresif
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait leukoplakia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis leukoplakia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukoplakia/symptoms-causes/syc-20354405
Diakses pada 8 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/leukoplakia/
Diakses pada 8 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/leukoplakia#diagnosis
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email