Kanker

Leukemia Limfoblastik Akut

15 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Leukemia Limfoblastik Akut
Leukemia limfoblastik akut adalah jenis kanker terjadi ketika sel darah putih yang belum matang berkembang dengan cepat dan agresif.Kata "limfositik" pada penyakit ini mengacu pada sel darah putih yang disebut limfosit. Leukemia limfoblastik akut juga dikenal sebagai leukemia limfostik akut.Pada tubuh yang sehat, sumsum tulang membuat sel punca darah (sel yang belum matang) menjadi sel darah matang dari waktu ke waktu.Sel punca darah dapat menjadi sel induk myeloid atau sel punca limfoid. Sel ini kemudian berubah menjadi sel limfoblas dan salah satu dari tiga jenis limfosit (sel darah putih).Penderita leukemia jensi ini biasanya memiliki terlalu banyak sel punca yang kemudian berubah menjadi limfoblas, limfosit B, atau limfosit T. Sel-sel ini juga disebut sel leukemia.Sel-sel leukemia tersebut tidak bekerja seperti limfosit normal dan tidak mampu melawan infeksi dengan baik. Karena jumlah sel leukemia meningkat dalam darah dan sumsum tulang, ruang untuk sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit yang sehat menjadi lebih sedikit. Akibatnya, infeksi dan anemia mudah terjadi, serta tubuh mudah berdarah.Leukemia limfoblastik akut merupakan jenis kanker yang paling umum pada anak-anak dan memiliki kemungkinan sembuh yang besar. ipe kanker darah ini juga dapat terjadi pada orang dewasa, tapi kemungkinan sembuhnya cukup kecil. 
Leukemia Limfoblastik Akut
Dokter spesialis Anak, Onkologi
GejalaPendarahan dari gusi, sakit tulang, demam
Faktor risikoPernah menjalani pengobatan kanker, terpapar radiasi, faktor keturunan
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah lengkap
PengobatanKemoterapi, terapi radiasi, transplantasi sumsum tulang
KomplikasiSistem imun rendah, mudah terkena infeksi, perdarahan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala leukemia limfoblastik akut
Secara umum, gejala leukemia limfoblastik akut meliputi:
  • Perdarahan pada gusi
  • Sakit tulang
  • Demam
  • Sering mengalami infeksi
  • Mimisan yang sering atau parah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher, ketiak, perut atau selangkangan
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Kelemahan, kelelahan, atau penurunan energi secara umum
 
Hingga kini, penyebab leukemia limfoblastik akut belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko leukemia limfoblastik akut tersebut meliputi:
  • Pernah menjalani pengobatan kanker

Anak-anak dan orang dewasa yang pernah menjalani kemoterapi dan terapi radiasi jenis tertentu untuk jenis kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia limfoblastik akut.
  • Paparan radiasi

Pasien yang terpapar radiasi tingkat sangat tinggi, seperti orang yang selamat dari kecelakaan reaktor nuklir, memiliki risiko lebih tinggi menderita leukemia limfoblastik akut.
  • Kelainan genetik

Kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down, bisa meningkatkan risiko leukemia limfoblastik akut. 
Diagnosis leukemia limfoblastik akut dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan berikut:

Tanya jawab

Dokter biasanya akan bertanya mengenai riwayat kesehatan pasien, penyakit, dan perawatan kesehatan yang pernah dilakukan.

Pemeriksaan fisik

Selain itu, dokter juga memeriksa fisik guna mencari tahu tanda dan gejala yang tidak biasa seperti benjolan atau hal lain yang tampak tidak biasa.

Tes hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC)

Tes hitung darah lengkap adalah prosedur yang dilakukan untuk memeriksa hal beberapa di bawah ini:
  • Jumlah sel darah merah dan trombosit
  • Jumlah dan jenis sel darah putih
  • Jumlah hemoglobin (protein yang membawa oksigen) dalam sel darah merah
  • Bagian sampel yang terdiri dari sel darah merah

Tes sumsum tulang

Tes sumsum tulang belakang dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang dari tulang pinggul atau tulang dada. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk dicari sel leukemia.Dokter di laboratorium akan mengklasifikasikan sel darah ke dalam jenis tertentu berdasarkan ukuran, bentuk, dan fitur genetik atau molekuler lainnya. Dokter juga akan mencari perubahan tertentu pada sel kanker dan menentukan apakah sel leukemia dimulai dari limfosit B atau limfosit T. Informasi ini membantu dalam merencanakan pengobatan.

Pencitraan

Tes pencitraan seperti sinar-X, CT scan, atau USG dapat membantu menentukan apakah kanker telah menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang atau bagian tubuh lainnya.

Tes cairan serebrospinal

Tes ini berfungsi mengambil sampel cairan serebrospinal (cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang). Sampel lalu diuji untuk melihat apakah sel kanker telah menyebar ke cairan tulang belakang. 
Cara mengobati leukemia limfoblastik akut umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Secara umum, langkah penangannya terbagi menjadi beberapa fase di bawah ini:

Terapi induksi

Tujuan pengobatan tahap pertama adalah untuk membunuh sebagian besar sel leukemia dalam darah dan sumsum tulang dan untuk mengembalikan produksi sel darah normal.

Terapi konsolidasi

Terapi ini juga dikenal dengan istilah terapi pasca-remisi, fase perawatan ini ditujukan untuk menghancurkan leukemia yang tersisa di dalam tubuh.

Terapi pemeliharaan

Tahap ketiga pengobatan mencegah sel-sel leukemia tumbuh kembali. Perawatan pada tahap ini biasanya dilakukan dengan dosis yang jauh lebih rendah dalam jangka waktu yang lama, seringkali memakan waktu hingga bertahun-tahun.

Perawatan pencegahan ke sumsum tulang belakang

Selama setiap fase terapi, penderita leukemia limfoblastik akut dapat menerima pengobatan tambahan untuk membunuh sel-sel leukemia yang terletak di sistem saraf pusat.Beberapa pilihan cara mengobati leukemia limfoblastik akut yang bisa Anda lakukan, yaitu:  
  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini biasanya digunakan sebagai terapi induksi untuk anak-anak dan orang dewasa dengan leukemia limfoblastik akut. Obat kemoterapi juga dapat digunakan dalam fase konsolidasi dan pemeliharaan.
  • Targeted therapy

Targeted therapy difokuskan untuk mematikan sel kanker. Terapi yang ditargetkan dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi induksi, terapi konsolidasi atau terapi pemeliharaan.
  • Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel kanker. Jika sel kanker telah menyebar ke sistem saraf pusat, dokter Anda mungkin merekomendasikan terapi radiasi.
  • Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang, juga dikenal sebagai transplantasi sel induk, dapat digunakan sebagai terapi konsolidasi atau untuk mengobati kekambuhan jika terjadi. 

Komplikasi leukemia limfoblastik akut

Jika tidak ditangani dengan benar, leukemia limfoblastik akut bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Mudah terkena infeksi
  • Perdarahan
  • Infertilitas
  • Stres
 
Langkah pencegahan leukemia limfoblastik akut tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Berhenti merokok. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk leukemia.
  • Jaga berat badan agar tetap dalam batas ideal.
  • Hindari menghirup bahan kimia tertentu, seperti benzena dan formaldehida. Bahan kimia ini diketahui bisa meningkatkan risiko leukemia.
Baca juga: Cara Berhenti Merokok untuk Selamanya, Bebas Risiko “Sakau”! 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada leukemia limfoblastik akut. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait leukemia limfoblastik akut?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis leukemia limfoblastik akut agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/acute-lymphocytic-leukemia/about/what-is-all.html
Diakses pada 15 September 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/leukemia/patient/child-all-treatment-pdq
Diakses pada 15 September 2021

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-lymphocytic-leukemia/symptoms-causes/syc-20369077
Diakses pada 15 September 2021 
Healthline. https://www.healthline.com/health/leukemia/leukemia-prevention
Diakses pada 15 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/acute-lymphoblastic-leukaemia/
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email