Kulit & Kelamin

Lesi kulit

25 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Lesi kulit
Lesi kulit terbagi ke dalam dua kategori yaitu lesi kulit primer dan sekunder
Lesi kulit adalah kerusakan atau perubahan abnormal yang terjadi di area kulit. Penampilan lesi pada kulit sangat berbeda dibandingkan area di sekitarnya. Lesi pada kulit dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya benjolan, luka, lecet, kista atau area dengan warna abnormalLesi kulit dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, dan menutupi area kulit yang kecil atau besar. Lesi kulit bisa muncul dalam jumlah tunggal atau jamak di satu area tertentu atau tersebar luas di berbagai bagian tubuh.Ada dua kategori lesi kulit yakni lesi kulit primer dan sekunder. Lesi kulit primer adalah kondisi kulit abnormal yang muncul sedari lahir atau baru muncul di kemudian hari seiring bertambahnya usia. Sementara itu, lesi kulit sekunder berkembang dari lesi kulit primer yang mengalami cedera, teriritasi, meradang, atau berubah bentuk.Terbagi ke dalam dua kategori, berikut ini jenis-jenis lesi kulit.

Lesi kulit primer

  • Tanda lahir, termasuk tahi lalat yang menonjol atau tanda lahir berwarna
  • Luka lepuh
  • Macula, yakni lesi kulit datar biasanya terlihat dari adanya warna pada kulit yang berubah tanpa terjadi perubahan bentuk. Misalnya freckles atau tahi lalat yang datar
  • Nodul, yakni lesi kulit yang lembut atau keras dan menonjol
  • Papula, yaitu lesi yang menonjol dengan permukaan tajam, bulat atau datar
  • Pustula, yakni lesi kulit yang berisi nanah, seperti bisul atau abses
  • Bintik-bintik (wheals) yang terlihat seperti bagian yang bengkak, benjolan atau plak yang muncul tiba-tiba di kulit

Lesi kulit sekunder

  • Kerak atau keropeng, yaitu jenis lesi kulit sekunder dari lesi kulit primer yang tergores, terluka, atau teriritasi
  • Ulkus atau borok, yaitu lesi yang muncul dari lesi primer yang terinfeksi atau mengalami cedera.
  • Sisik, yakni bercak sel kulit yang menumpuk dan mengelupas.
  • Bekas luka yang terlihat seperti goresan atau bekas luka, mungkin menebal dan menonjol (disebut juga keloid)
  • Atrofi kulit, yang muncul ketika area kulit menjadi tipis dan keriput
  • Urtikaria, atau bentol yang disebabkan oleh alergi
  • Hiperpigmentasi warna kulit menjadi menggelap dan berbeda dari warna kulit sekitarnya, misalnya akibat efek obat-obatan
  • Hipopogmentasi warna kulit lebih putih daripada warna sekitarnya, misalnya karenaptiriasis alba, vitiligo
Lesi kulit yang biasa muncul umumnya tidak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, hal ini dapat menjadi pertanda dari kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti kanker kulit. Diperlukan diagnosis yang tepat dari dokter untuk mengetahui penyebab munculnya lesi kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Umumnya, lesi kulit tidak berbahaya dan tidak perlu penanganan medis. Namun, beberapa bentuk lesi kulit dapat menganggu penampilan atau menjadi pertanda penyakit lain yang perlu diobati.Segera hubungi dokter apabila Anda telah mencoba pengobatan mandiri dan lesi kulit tidak juga dapat teratasi. Di samping itu, perawatan medis darurat oleh dokter diperlukan ketika lesi kulit yang muncul memiliki kondisi berikut ini:
  • Disertai demam tinggi
  • Terjadi perubahan tingkat kesadaran, seperti pingsan, kebingungan, atau kewaspadaan yang menurun.
  • Disertai ruam yang berkembang pesat setelah konsumsi obat tertentu
  • Disertai ruam yang berkembang pada anak, seiring demam atau batuk
  • Ada gangguan pernapasan ketika lesi muncul, seperti sesak napas, kesulitan bernapas atau tidak bisa sama sekali bernapas, mengi, atau tersedak
  • Pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba pada wajah, bibir atau lidah
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/dermatologic-disorders/approach-to-the-dermatologic-patient/description-of-skin-lesions#v958358Diakses pada 21 Januari 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/skin-lesions#types-and-causesDiakses pada 21 Januari 2021Healthline. https://www.healthline.com/symptom/skin-lesion#treatmentDiakses pada 21 Januari 2021Medicinenet. https://www.medicinenet.com/what_are_the_types_of_skin_lesions/article.htmDiakses pada 21 Januari 2021UTMB. https://www.utmb.edu/pedi_ed/CoreV2/Dermatology/page_07.htmDiakses pada 21 Januari 2021Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/skin-hair-and-nails/skin-lesionDiakses pada 21 Januari 2021Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1294801-overview#a2Diakses pada 21 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email