Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri saat digerakkan. Di Indonesia, kondisi ini kerap dikenal dengan istilah salah bantal, dan seringkali terjadi ketika otot leher tegang atau salah satu tulang vertebra mengalami cedera. 

Pada kebanyakan kasus, leher kaku dapat membaik sendiri dalam waktu satu hingga beberapa minggu. Namun penanganan yang Anda lakukan bisa pula berpengaruh pada intensitas nyeri yang dirasakan, waktu penyembuhan, dan kemungkinan kambuhnya.

Bila tidak ditangani dengan baik, leher kaku dapat semakin parah dan mengganggu aktivitas maupun tidur Anda.

Gejala leher kaku dapat bervariasi pada tiap penderita, terutama intensitasnya. Mulai dari rasa tidak nyaman yang ringan sampai rasa nyeri yang berat dan mengganggu rutinitas.

Rasa nyeri umumnya akan muncul ketika Anda mencoba untuk menggerakkan leher atau kepala ke arah sisi tertentu. Tak jarang rasa sakit bahkan sampai membuat Anda menghentikan gerakan kepala dan enggan menengok ke salah satu sisi.

Penyebab leher kaku adalah adanya gangguan pada otot leher. Terdapat faktor-faktor yang bisa memicu kondisi ini. Beberapa di antaranya meliputi:

Kebiasaan menunduk

Kejadian leher kaku semakin meningkat dengan semakin banyaknya orang yang memakai gawai, khususnya ponsel dan komputer. Apa alasannya?

Kedua gawai tersebut cenderung membuat Anda sering menundukkan kepala dan leher pada sudut yang kurang tepat, sehingga otot leher menjadi tegang.

Postur tubuh yan buruk

Postur tubuh yang buruk bisa pula berpengaruh pada kemungkinan Anda mengalami leher kaku. Misalnya, terbiasa duduk membungkuk.

Penyebab lainnya

Di samping itu, sederet kondisi di bawah ini juga bisa memicu kondisi kaku pada leher:

  • Gerakan leher yang berulang-ulang.
  • Sering mengatupkan rahang rapat-rapat.
  • Stres.
  • Osteoarthritis atau pengapuran pada tulang leher.
  • Cedera leher.
  • Cedera tulang belakang.
  • Meningitis atau peradangan selaput otak.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang gejala yang Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada leher Anda.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mencari adakah rasa nyeri, kesemutan, kelemahan otot, dan seberapa jauh leher Anda dapat bergerak ke depan, belakang, samping, atau menengok.

Dokter juga mungkin menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis leher kaku dan mencari penyebabnya. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Rontgen leher

Rontgen ini bertujuan ada tidaknya gangguan pada saraf leher atau saraf tulang belakang. Misalnya, saraf yang tertekan oleh tulang atau perubahan degeneratif lainnya.

  • CT scan leher

CT scan memungkinkan dokter untuk melihat kondisi struktur leher dengan lebih jelas.

  • MRI

MRI akan membantu dokter dalam menilai keadaan tulang dan jaringan lunak pada leher.

  • Elektromiografi (EMG)

Pemeriksaan ini berfungsi mengevaluasi apakah saraf terjepit menjadi penyebab leher kaku dan nyeri.

  • Tes darah

Tes darah akan mendeteksi ada tidaknya tanda peradangan atau infeksi.

Penanganan leher kaku akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda. Untuk leher yang kaku dengan intensitas ringan sampai sedang, gejala umumnya dapat membaik dalam waktu 2-3 minggu.

Dokter bisa merekomendasikan langkah-langkah berikut agar pemulihan berjalan lancar:

  • Kompres dingin dan hangat

Anda dapat menggunakan kompres dingin pada leher selama 2-3 hari untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan. Setelahnya, ganti dengan kompres hangat untuk mempercepat pemulihan leher kaku.

  • Obat-obatan

Bila leher kaku terasa mengganggu, dokter bisa meresepkan obat penghilang nyeri dan obat relaksan otot.

  • Latihan peregangan

Dokter bisa mengajarkan Anda untuk latihan peregangan otot supaya rasa kaku dan nyeri bisa berkurang. Khususnya bagi Anda yang terus-menerus duduk dan menatap layar komputer.

  • Terapi pijat leher

Anda juga dapat mencoba pijat leher untuk mengurangi gejala leher kaku. Namun efeknya hanya bersifat sementara.

Terapi pijat harus dilakukan oleh terapis yang berlisensi dan berpengalaman agar tetap aman.

Apabila leher kaku disebabkan oleh kondisi medis di luar otot yang tegang, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai.

Pencegahan leher kaku bisa Anda lakukan melalui langkah-langkah di bawah ini:

  • Jangan terus menunduk

Kurangi kebiasaan melihat ponsel dengan posisi kepala menunduk dalam waktu lama. Ketika diharuskan dengan posisi ini, lakukan peregangan setiap 1 jam sekali.

  • Pakai earphone

Ketika menelepon, jangan menahan dan menjepit ponsel di antara bahu dengan telinga. Gunakan earphone sebagai alternatif.

  • Terapkan posisi duduk yang benar

Biasakan untuk menerapkan posisi duduk yang benar ketika bekerja di depan komputer. Berikut caranya:

  • Posisi layar komputer sejajar dengan pandangan mata.
  • Kedua telapak kaki menempel ke lantai.
  • Kedua lengan ditopang dengan baik.
  • Jaga posisi kepala agar tetap lurus dengan leher dan tidak condong ke depan.
  • Hindari mmebawa barang yang berat

Jangan membawa barang yang terlalu berat atau menggantungkan tas yang berat di bahu karena dapat membuat otot leher tegang.

  • Jangan lupa beristirahat

Beristirahat di sela-sela aktivitas Anda juga penting agar Anda terhindar dari leher kaku maupun cedera otot lainnya.

  • Kurangi stres

Ada berbagai cara yang bisa diterapkan untuk menurunkan tingkat stres. Contohnya, mendengarkan musik yang membuat santai, melakukan yoga, meditasi, dan latihan napas dalam, serta terlibat dalam kegiatan yang Anda sukai.

  • Berolahraga secara teratur

Rutin menggerakkan tubuh dapat mengurangi ketegangan dan kekakuan pada otot, termasuk otot leher. Olahraga juga dapat mengurangi stres.

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami leher kaku yang:

  • Tidak kunjung hilang dalam beberapa hari atau seminggu meski sudah melakukan penanganan tertentu, misalnya mengonsumsi obat antinyeri.
  • Disertai gejala lain, seperti demam, sakit kepala, uring-uringan, mati rasa atau kelemahan pada satu sisi anggota tubuh, dan kesemutan.
  • Menyebabkan rasa nyeri yang parah hingga mengganggu aktivitas.
  • Diikuti rasa nyeri yang menyebar ke lengan atau kaki.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda mengalami gejala penyerta lain, misalnya demam, sakit kepala, serta mati rasa atau kesemutan pada lengan?
  • Apakah Anda sering melakukan aktivitas yang meningkatkan risiko leher kaku, seperti duduk membungkuk atau sering menundukkan kepala untuk melihat ponsel?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab leher kaku yang Anda alami. Dengan mengetahui pemicunya, penanganan yang sesuai bisa diberikan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/geographic-tongue/symptoms-causes/syc-20354396
Diakses pada 13 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324070.php#seeing-a-doctor
Diakses pada 13 Desember 2019

Spine Health. https://www.spine-health.com/conditions/neck-pain/stiff-neck-causes-symptoms-and-treatment
Diakses pada 13 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-a-stiff-neck
Diakses pada 13 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/why-does-my-neck-hurt#1
Diakses pada 13 Desember 2019

Artikel Terkait