Kandungan

Lahir Meninggal (Stillbirth)

Diterbitkan: 23 Oct 2019 | dr. Adelina HaryonoDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Lahir Meninggal (Stillbirth)
Lahir meninggal atau stillbirth adalah istilah untuk bayi yang meninggal di dalam kandungan setelah usia kehamilan 20 minggu, tetapi sebelum proses persalinan terjadi.Dengan meninggalnya bayi, kehamilan tidak lagi dapat diteruskan sehingga proses melahirkan harus dilakukan. Bukan hal yang mudah bagi seorang ibu untuk melalui proses melahirkan bayinya yang sudah meninggal. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga medis yang menangani sangat dibutuhkan.
Lahir Meninggal (Stillbirth)
Dokter spesialis Kandungan
Beberapa gejala yang dapat timbul sebelum proses persalinan adalah:
  • Rasa kram dan nyeri di perut
  • Perdarahan dari vagina
  • Gerakan bayi dirasakan berkurang bahkan tidak ada sama sekali oleh ibu
  • Demam, dapat disertai menggigil
Akan tetapi, seringkali juga tidak ada gejala apa pun yang dirasakan oleh ibu.Setelah proses persalinan dan plasenta dikeluarkan, tubuh ibu tetap akan mengeluarkan ASI. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi langkah-langkah untuk menghentikan produksi ASI.Setelah proses melahirkan, ibu membutuhkan dukungan psikologis dari lingkungannya. Kondisi tubuh pascamelahirkan, perubahan hormon pascakehamilan, proses menyusui yang tetap berjalan, semua itu harus dihadapi oleh ibu tanpa kehadiran bayi yang dinantikan.Rasa duka yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan gejala depresi pada ibu. Duka setelah kehilangan seorang anak tentunya wajar dan pasti dialami. Jika rasa sedih dan duka tidak juga berkurang, serta sampai mengganggu aktivitas normal hingga 6 bulan pascamelahirkan, segera berkonsultasi dengan tenaga medis yang Anda percaya.
Penyebab lahir meninggal dapat disebabkan oleh:
  • Masalah genetik pada bayi.
  • Infeksi, baik pada ibu, bayi, atau plasenta. Beberapa infeksi yang mungkin terjadi, yaitu: toksoplasmosis, CMV, herpes genital, atau sifilis.
  • Masalah pada plasenta. Jika terjadi gangguan pada plasenta, aliran oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi dapat terganggu.
  • Kelainan bawaan lahir yang parah.
  • Tali pusat yang tersimpul atau terjepit sehingga bayi tidak cukup mendapatkan oksigen.
  • Masalah kesehatan pada ibu: obesitas, lupus, diabetes, preeklampsia, hipertensi.
  • Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok pada ibu selama masa kehamilan.
Jika terdapat faktor risiko di atas, kehamilan harus diawasi dengan ketat untuk mencegah kejadian bayi lahir meninggal. Namun seringkali stillbirth terjadi tanpa diketahui penyebabnya.
Diagnosis dokter akan dilakukan melalui pemeriksaan penunjang, seperti:
  • Pemeriksaan denyut jantung bayi menggunakan alat doppler.
  • Pemeriksaan ultrasonografi untuk memastikan apakah jantung bayi masih berdenyut atau tidak, menilai apakah bayi masih bergerak atau tidak, serta ada tidaknya tanda-tanda kematian pada bayi.
Jika belum ada tanda-tanda persalinan atau waktu persalinan masih jauh, dokter akan menyarankan induksi persalinan normal atau operasi caesar. Jika waktu persalinan tidak terlalu jauh dan tidak ada kondisi yang membahayakan ibu, Anda dapat memilih untuk menunggu hingga waktunya persalinan.Setelah bayi dilahirkan, bayi akan diperiksa secara fisik untuk mencari ada tidaknya kelainan bawaan yang mematikan. Pemeriksaan darah bayi juga dapat dilakukan untuk melihat ada-tidaknya kelainan genetik pada bayi.Di beberapa negara, dilakukan autopsi dengan persetujuan orangtua bayi untuk mencari penyebab kematian. Walaupun sebagian besar penyebab bayi lahir meninggal tidak diketahui, mencari kemungkinan penyebab menjadi penting bagi orangtua yang ingin memiliki anak lagi, yaitu untuk mencegah kemungkinan stillbirth terjadi kembali.Bicarakan pilihan ini dengan dokter dan pasangan Anda sebelum proses persalinan dimulai. Menghadapi kasus bayi lahir meninggal atau stillbirth bukanlah hal yang mudah. Gunakanlah waktu sebanyak yang Anda perlu untuk mengambil keputusan.Setelah proses persalinan, mungkin Anda perlu waktu pribadi bersama-sama dengan pasangan dan bayi saja. Sebagian orangtua ingin mengabadikan foto bayi atau memakaikan baju bayi yang sudah disiapkan sebelumnya. Ungkapkan keinginan Anda kepada pihak medis yang mendampingi.Setelah proses melahirkan selesai dan plasenta dikeluarkan, tubuh ibu akan memulai memproduksi ASI. Komunikasikan dengan dokter Anda mengenai pengobatan untuk menghentikan produksi ASI.Menghadapi duka akibat stillbirthSerupa dengan orangtua yang berduka akibat keguguran, menghadapi duka akibat bayi lahir meninggal seringkali sulit dan tidak banyak dimengerti oleh orang-orang di sekitar.Selama kehamilan, Anda dan pasangan pastinya sudah membentuk ikatan batin dengan bayi di dalam kandungan, bertanya-tanya seperti apa bayi Anda nantinya, mungkin juga sudah punya harapan bagi si kecil.Kehilangan anak, baik sudah lahir maupun belum, adalah hal yang sulit, dan Anda berhak untuk berduka. Cara masing-masing orang untuk berduka adalah suatu hal yang personal dan unik. Biarkan diri Anda dan pasangan untuk berduka.Berikut adalah beberapa hal yang mungkin berkecamuk di dalam benak Anda dan cara menghadapinya:
  • Rasa bersalah. Mungkin sulit untuk tidak merasa bersalah terhadap apa yang terjadi. Apa yang terjadi jika Anda lebih berhati-hati, apa yang terjadi jika Anda pergi ke rumah sakit lebih cepat. Secara alami mungkin Anda memikirkan hal-hal yang dapat diubah. Sayangnya, kejadian stillbirth hampir selalu tidak dapat dicegah dan bukanlah salah siapa-siapa.

  • Penyebab. Pertanyaan mengenai penyebab bayi Anda meninggal mungkin tidak akan pernah terjawab, kecuali memang sejak semula ditemukan adanya penyebab yang pasti. Bagi sebagian orang, mencari tahu penyebabnya dapat membantu untuk mengatasi rasa duka. Komunikasikan dengan dokter langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencari penyebab stillbirth lebih lanjut.

  • Pasangan. Dalam masa sulit seperti ini, penting bagi pasangan untuk saling mendukung. Pria dan wanita memiliki cara berduka yang berbeda. Mencoba untuk memahami, sabar, dan terbuka terhadap cara pasangan berduka akan sangat membantu dalam melewati masa sulit ini.

  • Beri nama. Memberi nama bayi dapat membantu Anda untuk mengingat sang bayi dengan wajar. Lahir ataupun tidak, bayi Anda tetaplah buah hati Anda berdua.

  • Pulang ke rumah. Di rumah, barang-barang bayi mungkin sudah siap. Jika Anda merasa tidak siap untuk pulang ke kamar bayi yang kosong, mintalah saudara untuk membantu merapikan kamar bayi. Atau beberapa orang memilih untuk membiarkan kamar bayi apa adanya untuk sementara waktu.
Penting bagi Anda untuk menyalurkan perasaan Anda, misalnya dengan bercerita ke orang terdekat, atau menulis di jurnal. Hindari berusaha memendam perasaan Anda. Berikan waktu yang cukup bagi diri Anda dan pasangan untuk pulih. Tidak ada patokan berapa lama rasa sedih yang Anda alami akan hilang karena setiap orang berbeda-beda.Ibu yang melahirkan bayi sehat pun berisiko terkena baby blues atau bahkan depresi. Tentunya tidak aneh jika ibu dengan bayi lahir meninggal lebih berisiko mengalami gangguan emosi pascamelahirkan. Segera cari pertolongan jika timbul tanda-tanda depresif sebagai berikut:
  • Perasaan negatif, sedih, bersalah, tidak ada harapan yang selalu muncul
  • Hilangnya ketertarikan terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai
  • Perasaan tidak ada tenaga
  • Gangguan tidur
  • Pikiran ingin melukai diri sendiri atau ingin bunuh diri.
Sebagian besar penyebab dan faktor risiko terjadinya lahir mati terkadang tidak dapat kita kendalikan. Oleh karena itu, sering kali lahir mati tidak dapat dicegah. Namun demikian, beberapa langkah dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya lahir mati, yaitu:
  • Lakukan pemeriksan prenatal secara rutin dan berkala. Apabila kita memiliki faktor risiko seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan dokter bagaimana sebaiknya kita memantau kehamilan.
  • Lakukan pemeriksaan TORCH untuk mengetahui adakah infeksi pada Anda yang dapat berpengaruh pada janin.

  • Apabila sebelumnya pernah mengalami kejadian lahir mati dan diketahui penyebabnya adalah akibat kelainan genetik, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli genetik sebelum memutuskan untuk hamil lagi.

  • Hindari rokok dan alkohol.

  • Segera mencari pertolongan medis apabila terjadi perdarahan atau masalah apa pun selama kehamilan.

  • Ibu hamil harus tahu berapa kali gerakan janin dalam sehari, gerak janin sudah dapat dirasakan saat memasuki usia kehamilan 16-20 minggu. Minimal gerakan janin dapat dirasakan 10 kali dalam 1 jam. Gerakan tidak hanya tendangan, namun dapat berupa denyutan, pukulan, dan sensasi bergelombang pada perut yang berasal dari janin.
Konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan saat ibu mulai merasakan gejala-gejala, seperti adanya perdarahan lewat vagina, nyeri atau keram perut. Pergerakan bayi akan terasa lebih aktif ketika kehamilan memasuki usia 26 hingga 28 minggu.Pada usia kehamilan tersebut, wanita hamil disarankan untuk melakukan hitungan gerakan bayi. Apabila gerakan atau tendangan bayi terasa berkurang dan ibu merasa bayi kurang aktif dibanding biasanya, maka sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi bayi saat itu.Dengarkan insting Anda, serta jangan ragu untuk mencari pertolongan ke dokter.
Pada dasarnya tidak ada persiapan khusus untuk wanita hamil dengan kecurigaan kejadian lahir mati saat akan berkonsultasi dengan dokter. Persiapan yang paling penting adalah bagaimana menjaga mental ibu saat dihadapkan dengan kemungkinan lahir mati pada bayinya.Peran suami dan keluarga sangat diharapkan untuk dapat menjaga kondisi mental sang ibu. Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa ada kemungkinan bahwa kondisi janin saat itu masih hidup dan memerlukan tindakan persalinan segera.
Pada saat konsultasi, dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti:
  • Usia kehamilan saat ini
  • Kapan terakhir dirasakan pergerakan bayi atau bayi mulai kurang aktif
  • Keluhan-keluhan lain yang menyertai seperti perdarahan dari vagina atau nyeri perut.
Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan denyut jantung bayi dan ultrasonografi. Apabila kondisi lahir mati terbukti, maka dokter akan memberikan pilihan apakah bayi akan dilahirkan segera atau tidak.Dokter juga akan memberikan pilihan apakah bayi mau dilahirkan secara normal atau melalui tindakan operasi. Pilihan akan sepenuhnya diberikan pada pasien dan keluarga sesuai dengan kenyamanan ibu.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9685-stillbirth
Diakses 19 Oktober 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/when-miscarriage-grief-becomes-depression-2371329
Diakses 19 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/understanding-stillbirth-prevention
Diakses 19 Oktober 2019
Hogue CJ, Parker CB, Willinger M. et al. The association of stillbirth with depressive symptoms 6-36 months post-delivery. Paediatr Perinat Epidemiol. 2015;29(2):131-143. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4371866/
Diakses 19 Oktober 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/when-miscarriage-grief-becomes-depression-2371329
Diakses 19 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Memahami Proses Mumifikasi, dari yang Murah Sampai Paling Mahal

Mumifikasi adalah metode pembalseman untuk mengawetkan jenazah melalui proses tertentu, yang bertujuan mengeringkan segala bentuk cairan di dalam tubuh manusia.
11 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Proses mumifikasi adalah cara untuk mengawetkan jenazah melalui pembalsaman.

Seputar Mitos Bayi Terlilit Tali Pusar dari Sudut Pandang Medis

Mitos seputar bayi terlilit tali pusar banyak beredar di masyarakat. Namun, seperti apakah sebenarnya kondisi tersebut jika dilihat dari sudut pandang medis? Sebab, ada yang bilang kondisi ini berbahaya, ada yang tidak.
30 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Bayi terlilit tali pusar ada yang bisa dilahirkan normal ada yang perlu operasi caesar

Autopsi Mayat, Apa Tujuannya dan Bagaimana Prosedurnya?

Autopsi mayat biasanya dilakukan setelah muncul kasus kematian tak wajar. Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh tim dokter saat proses autopsi berlangsung?
12 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Autopsi mayat dilakukan ketika penyebab kematian dinilai mencurigakan