Mata

Lagoftalmus

05 May 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Lagoftalmus
Lagoftalmus adalah kondisi medis yang membuat mata menjadi sulit menutup sepenuhnya. Apabila hanya terjadi saat tidur, kondisi ini dinamakan lagoftalmus nokturnal.Lagophthalmos tidak berbahaya, namun akan membuat mata penderita lebih rentan terhadap kerusakan.Menutupnya kelopak mata dan refleks mengedip normal penting untuk menjaga air mata serta kondisi permukaan kornea (lapisan mata terluar).Sementara itu, pengidap lagoftalmus tidak dapat menutup kelopak mata sepenuhnya. Akibatnya, gejala mata kering dan mata iritasi akan terjadi.Lagoftalmus bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Kesulitan menutup kelopak mata ini dapat memicu gangguan kornea yang bisa menyebabkan luka pada kornea dan keratitis (infeksi pada kornea).Oleh sebab itu, deteksi penanganan dini sangat penting. Pemeriksaan medis perlu dilakukan bila muncul gangguan mengedip atau menutup mata saat tidur. 
Lagoftalmus
Dokter spesialis Saraf, Mata
GejalaMata tidak menutup sepenuhnya, sensasi mengganjal di mata, nyeri di mata
Faktor risikoKondisi yang memicu kerusakan saraf kranialis dan kelopak mata
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan kelopak mata, pemeriksaan kornea
PengobatanObat-obatan, pelindung mata, operasi
ObatObat tetes mata, salep mata
KomplikasiCedera atau luka di mata, exposure keratopathy, komplikasi operasi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gangguan mengedip atau menutup mata saat tidur
Secara umum, gejala lagoftalmus meliputi:
  • Mata yang tidak menutup sepenuhnya, yang merupakan gejala utamanya
  • Terasa seperti ada yang mengganjal di mata
  • Rasa terbakar atau nyeri di salah satu atau kedua mata
  • Mata berair atau mata kering
  • Luka terbuka pada kornea
  • Infeksi mata
  • Pandangan kabur
  • Mata merah
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Gangguan tidur
Apabila lagoftalmus terjadi saat tidur, ia akan mengalami perburukan gejala di pagi hari. Namun gejala ini bisa membaik pada siang hari.Meski begitu, ada sebagian pasien tidak mengalami gejala apapun meski tidur dengan mata terbuka. Pasalnya, bola mata mata berputar ke belakang secara alami untuk melindungi kornea.    
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab lagoftalmus maupun faktor risikonya. Namun kebanyakan pemicu ini digolongkan dalam dua kategori berikut ini:

Kerusakan pada saraf kranialis

Saraf kranialis mengendalikan otot kelopak mata. Saraf ini juga disebut saraf fasialis. Kerusakan pada saraf kranialis dapat terjadi karena:
  • Cedera, seperti cedera karena trauma tumpul atau sayatan dalam
  • Stroke
  • Bell’s palsy
  • Tumor, terutama acoustic neuroma
  • Sindrom Möbius
  • Kondisi autoimun, seperti sindrom Guillain-Barré

Kerusakan pada kelopak mata

Kerusakan pada kelopak mata dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:
  • Bekas luka akibat luka bakar, cedera, atau kondisi medis tertentu seperti sindrom Stevens-Johnson.
  • Operasi kelopak mata
 
Diagnosis lagoftalmus dapat ditegakkan dengan beberapa pemeriksaan, seperti:
  • Tanya jawab

Tanya jawab diperlukan untuk menentukan penyebab lagoftalmus. Dokter akan menanyakan riwayat cedera, operasi yang melibatkan kepala, wajah, atau kelopak mata, atau riwayat infeksi (terutama infeksi herpes zoster).Dokter pun akan bertanya mengenai gejala penyakit lain, seperti tiroid atau obstructive sleep apnea.
  • Pemeriksaan kelopak mata

Pasien akan diminta untuk melihat ke bawah dan menutup kedua matanya. Lagoftalmus tampak seperti jarakyang besar antara kelopak mata atas dan bawah. Jarak ini akan diukur dengan menggunakan penggaris.Selain itu, dokter akan menghitung jumlah kedipan mata dan kerapatan mata menutup ketika mengedip.
  • Pemeriksaan kornea

Selanjutnya, dokter akan memeriksa sensitivitas kornea. Cara ini dilakukan dengan menempelkan kapas pada kornea mata dan membandingkan kedipan dengan mata satunya.Pemeriksaan slit-lamp juga dapat dilaksanakan untuk memastikan ada tidaknya luka pada kornea yang tampak jelas dengan zat pewarna. 
Beberapa cara mengobati lagoftalmus yang dapat direkomendasikan oleh dokter meliputi:
  • Menghindari udara kering

Udara kering dapat membuat kondisi ini memburuk, oleh karena itu hindarilah kipas angin dan ventilasi udara. Gunakan humidifier agar udara menjadi lebih lembab.
  • Obat tetes mata

Obat tetes mata atau salep mata dapat melembabkan mata dan melindungi kornea, namun dapat membuat penglihatan buram.
  • Pelindung mata

Penutup mata, masker, dan selotip khusus dapat menjaga mata tetap nyaman pada malam hari, terutama jika digunakan bersama dengan obat tetes mata atau salep mata.
  • Penambahan beban pada kelopak mata

Pengobatan ini dapat membantu pasien yang kesulitan menutup matanya karena gangguan saraf.
  • Operasi

Pada kasus berat, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat dan mengencangkan mata yaitu tarsorrhaphy. Operasi pemasangan implan untuk menutup kelopak mata juga dapat dilakukan. 

Komplikasi lagoftalmus

Komplikasi lagoftalmus dapat terjadi karena penyakit ini sendiri maupun penanganan yang diberikan oleh dokter. Berikut contohnya:
  • Cedera atau luka pada mata

Lagoftalmus yang tidak diobati dapat membuat pasien lebih rentan mengalami cedera atau luka pada mata karena tidak dilindungi oleh kelopak mata.
  • Exposure keratopathy

Paparan terus menerus pada mata dapat memicu exposure keratopathy dengan gejala yang serupa dengan lagoftalmus. Exposure keratopathy dapat menyebabkan kornea membengkak atau menipis. Ulkus kornea juga dapat terjadi.
  • Komplikasi operasi

Operasi tarsorrhaphy dapat menyebabkan bekas luka permanen, dan beban yang ditambahkan pada kelopak mata dapat bergeser dari tempatnya semula. Pastikan pasien mengikuti petunjuk paskaoperasi untuk mencegah komplikasi. 
Pada umumnya, tidak ada cara mencegah lagoftalmus, kecuali kondisi ini terjadi karena retraksi kelopak mata pascaoperasi kelopak mata. Namun kondisi ini penting dideteksi sejak dini agar penanganan bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan mata. 
Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala lagoftalmus, seperti gangguan mengedip atau menutup mata saat tidur. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait lagoftalmus?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis lagoftalmus. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
American Academy of Ophtalmology. https://www.aao.org/eyenet/article/lagophthalmos-evaluation-treatment
Diakses pada 5 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/eyelid-disorders/lagophthalmos
Diakses pada 5 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/lagophthalmos-causes-symptoms-treatments
Diakses pada 5 Mei 2021
Instituto de Microcirugia Ocular. https://www.imo.es/en/lagophthalmos
Diakses pada 5 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email