Infeksi

Labirinitis

18 Aug 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Labirinitis
Gejala-gejala yang dirasakan seperti gangguan pendengaran dan sakit kepala biasanya akan hilang dalam beberapa minggu.
Labirinitis (labyrinthitis) adalah infeksi telinga bagian dalam, tepatnya pada bagian yang disebut labirin membran. Kondisi ini menyebabkan bagian dalam saluran telinga dalam meradang, sehingga memengaruhi pendengaran serta keseimbangan telinga.Labyrinthitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi virus. Gejala umumnya meliputi pusing, mual, kehilangan pendengaran, dan vertigo (sensasi pusing berputar).Perawatan infeksi saluran telinga dalam biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan untuk meredakan gejalanya. Setelah diobati, kebanyakan penderita labirinitis akan berhenti mengalami gejala dalam 1-3 minggu. Namun, waktu pemulihan hingga benar-benar sembuh biasanya berlangsung hingga satu atau dua bulan.Baca juga: Mengenal Bagian-bagian Telinga dan Masing-masing Fungsinya
Labirinitis
Dokter spesialis THT
GejalaMerasa diri sendiri atau sekeliling bergerak, gangguan pendengaran, telinga berdenging
Faktor risikoISPA, infeksi telinga tengah, merokok
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pendengaran, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, terapi fisik
ObatKortikosteroid, antibiotik, antimual
KomplikasiKerusakan permanen telinga bagian dalam, risiko terjatuh
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala labirinitis
Gejala dapat muncul dengan cepat dan terasa selama beberapa hari. Setelahnya, gejala tersebut biasanya menghilang, tapi akan muncul lagi saat kepala digerakkan secara tiba-tiba.Beberapa gejala labirinitis adalah:
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Vertigo (merasa diri sendiri atau lingkungan sekitar seolah berputar)
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Telinga berdengung (tinitus).
  • Sakit pada telinga.
  • Penurunan fungsi penglihatan atau penglihatan ganda.
  • Sulit memfokuskan mata saat melihat karena nistagmus. Nistagmus adalah gerakan berulang pada mata yang tak dapat dikontrol
Penyebab labirinitis umumnya adalah infeksi virus atau bakteri pada labirin membran.Labirin adalah bagian terdalam telinga yang terdiri dari:
  • Koklea
    Sebuah rongga berbentuk spiral yang berfungsi menghantarkan suara ke otak.
  • Sistem vestibular
    Saluran berisi cairan yang membantu mengatur keseimbangan tubuh.
Ketika saluran bagian dalam telinga terinfeksi, peradangan bisa terjadi sehingga menimbulkan beragam gejala di atas.Infeksi virus yang menyebabkan labyrinthitis adalah jenis virus yang bisa menyebar dari dada, hidung, mulut, dan saluran udara, ke telinga bagian dalam. Berbagai kondisi yang disebabkan oleh virus tersebut di antaranya,Sementara itu, labirinitis karena infeksi bakteri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu labyrinthitis toksik dan labyrinthitis supuratif. Kedua kondisi ini sama-sama bermula dari infeksi pada telinga bagian tengah yang kemudian merambat ke saluran dalam.Bedanya, labyrinthitis toksik menyebabkan penumpukan cairan pada telinga bagian tengah. Sementara, Labyrinthitis supuratif , biasanya hanya memengaruhi satu telinga saja.Penyebab labirinitis yang lebih jarang di antaranya adalah:

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, yaitu:
  • Mengalami cedera kepala.
  • Merokok.
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Memiliki riwayat alergi.
  • Stres.
Biasanya, dokter dapat mendiagnosis infeksi telinga bagian dalam dengan pemeriksaan telinga. Namun jika pemeriksaan telinga tidak dapat mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan neurologis.Pasalnya, gejala labirinitis mirip dengan banyak penyakit lain. Oleh karena itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan untuk mengeliminasi kemungkinan  kondisi lain seperti:
  • penyakit otak, cedera kepala, atau trauma.
  • efek samping dari suatu obat, alkohol, tembakau, dan kafein. 
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter untuk meneliti keberadaan kondisi tersebut di antaranya adalah:
Baca juga: Langkah Pertolongan Pertama Sakit Telinga pada Anak Ada di Sini
Gejala-gejala infeksi pada saluran telinga dalam umumnya akan hilang dalam beberapa minggu. Akan tetapi, dokter dapat meresepkan obat untuk labirinitis, seperti:
  • Obat-obatan kortikosteroid, seperti prednison. obat ini diberikan untuk membantu meredakan peradangan pada telinga bagian dalam. Biasanya, obat ini diresepkan bagi penderita dengan gejala labirinitis yang tergolong parah.
  • Obat supresan terhadap sistem vestibular, khusus untuk kasus vertigo parah.
  • Obat-obatan anti-mual, jika pasien merasakan gejala mual.
  • Antibiotik, apabila kondisi yang dialami disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Obat penenang, seperti diazepam.
  • Obat antihistamin, seperti fexofenadine, diphenhydramine atau loratadine untuk meringankan gejala labirinitis karena infeksi virus.
Selain itu, ada juga beberapa perawatan rumahan  yang dapat membantu meredakan gejalanya, seperti:
  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Berbaring pada tubuh bagian samping saat merasa pusing.
  • Menghindari cahaya terang.
  • Menciptakan lingkungan yang tidak bising serta tidak membuat stres.
Pada kasus-kasus labirinitis yang berlangsung lama, dokter akan memeriksa apakah sudah terjadi kerusakan pendengaran permanen. Jika begitu, dokter akan menyarankan penggunaan alat bantu dengar, atau terapi fisik yang disebut rehabilitasi sistem vestibular. Terapi ini berguna untuk meningkatkan keseimbangan tubuh serta mengurangi rasa pusing.

Komplikasi

Labyrinthitis yang tak ditangani dapat berujung pada berbagai kondisi seperti:
  • Kerusakan permanen pada sistem vestibular
  • Kehilangan pendengaran.
  • BPPV (benign paroxysmal positional vertigo) yakni suatu jenis vertigo yang dipicu oleh gerakan kepala secara tiba-tiba. Kondisi ini bukanlah sesuatu yang mengancam nyawa, tetapi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk jatuh.
Baca jawaban dokter: Vertigo kapan sembuhnya?
Labirinitis dapat dicegah dengan beberapa cara, yaitu:
  • Rajin mencuci tangan dan menghindari kuman, terutama saat sedang musim flu.
  • Tidak merokok.
  • Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Saat mengalami gejala labirinitis, segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis. Terutama jika Anda tak yakin soal penyebab dari gejala yang dialami.Beberapa kondisi seperti pingsan, demam, merasa lemah, penglihatan menjadi kabur, dan juga lumpuh, dianggap sebagai kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait labyrinthitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis labirinitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/labyrinthitis
Diakses pada 12 Agustus 2021
 
Familydoctor. https://www.familydoctor.org/condition/labyrinthitis/amp
Diakses pada 12 Agustus 2021
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/labyrinthitis
Diakses pada 12 Agustus 2021
 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323606
Diakses pada 12 Agustus 2021
 
Web MD. https://www.webmd.com/brain/what-is-labyrinthitis#1
Diakses pada 23 Oktober 2018
 
Soundrelief. https://www.soundrelief.com/list-of-ototoxic-medications/
Diakses pada 12 Agustus 2021
 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/labyrinthitis/
Diakses pada 12 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email