Kutu rambut

Ditinjau dr. Fridawati
Terdapat tiga jenis kutu, yaitu kutu rambut, kutu badan, serta kutu kemaluan.
Kutu mudah menyebar melalui kontak langsung dan melalui penggunaan barang-barang bersama.

Pengertian Kutu rambut

Kutu merupakan serangga kecil bersayap, dan dapat menjadi parasit yang memakan darah. Kutu mudah menyebar, terutama di antara anak-anak sekolah melalui kontak langsung dan melalui penggunaan barang-barang bersama. Ada tiga jenis kutu, yaitu kutu rambut, kutu badan, serta kutu kemaluan.

  • Kutu rambut:
    Istilah medis untuk kutu rambut adalah pediculosis capitis. Kutu ini ditemukan pada kulit kepala, dan cepat terlihat di bagian tengkuk dan di telinga.
  • Kutu badan:
    Kutu ini hidup dalam pakaian dan di tempat tidur. Kutu ini dapat berpindah ke kulit untuk mencari makan. Kutu badan paling sering ditemukan pada orang-orang yang jarang mandi maupun mencuci, seperti tunawisma. Nama lain dari kutu badan adalah pediculus humanus corporis
  • Kutu kemaluan:
    Kutu ini tinggal pada kulit dan rambut pada daerah kemaluan atau dalam istilah kedokteran disebut dengan pediculosis pubis. Meskipun jarang, kutu kemaluan juga bisa terdapat pada rambut tubuh yang kasar, seperti bulu dada, alis, atau bulu mata.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala kutu meliputi:

  • Gatal terjadi secara terus menerus dan sering terutama di malam hari.
  • Perasaan menggelitik dari gerakan yang ada di rambut.
  • Benjolan merah kecil di kulit kepala, leher, dan bahu.
  • Adanya luka pada kulit kepala karena garukan.

Kutu dewasa bisa memiliki ukuran sebesar biji wijen, atau sedikit lebih besar. Sementara itu, telur kutu (nits) pada batang rambut, menyerupai tunas kecil. Kadang, telur kutu mirip ketombe. Berbeda dari ketombe, telur kutu menempel pada batang rambut, dan tidak dapat dengan mudah disikat dari rambut.

Penyebab

Kutu rambut sering terjadi pada orang dewasa dan anak—anak. Anda dapat tertular kutu melalui kontak dengan kutu maupun telurnya. Dibutuhkan waktu sekitar seminggu sebelum telur menetas. Kutu tidak bisa terbang maupun berjalan di tanah. Kutu menyebar melalui:

  • Kontak antarkepala maupun antartubuh pada anak maupun anggota keluarga ketika bermain dan berinteraksi dalam jarak dekat.
  • Pakaian dan barang pribadi seperti bantal, selimut, sisir, dan boneka di lemari, loker, maupun tempat yang memungkinkan penyebaran kutu.
  • Berbagi penggunaan benda seperti pakaian, headphone, sisir,helm, hiasan rambut, handuk, selimut, bantal, dan boneka.
  • Kontak dengan perabot yang terkontaminasi kutu, berbaring di tempat tidur maupun duduk di sofa penuh bahan kain, yang baru-baru ini digunakan individu yang berkutu. Kutu bisa hidup selama satu hingga dua hari dari tubuh manusia.
  • Kontak seksual. Kutu kemaluan biasanya menyebar melalui kontak seksual dan paling sering menyerang orang dewasa. Kutu kemaluan yang ditemukan pada anak-anak dapat menjadi tanda paparan atau pelecehan seksual.

Diagnosis

Selama pemeriksaan, dokter akan mencari kutu dengan menggunakan lensa pembesar dan memeriksa telur kutu menggunakan cahaya khusus, yang disebut cahaya Lampu Wood. Berikut ini beberapa diagnosis berdasarkan jenis kutu.

  • Kutu rambut dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik bagian rambut dan kulit kepala. Kutu dewasa dan telur kutu dapat ditemukan pada batang rambut yang terletak dekat dengan akar rambut. Telur kutu harus dibuang untuk mencegah kekambuhan. Cara mudah menemukan telur kutu adalah dengan menggunakan sisir bergigi rapat atau sisir serit. Sisirlah dari pangkal rambut hingga ujung rambut.
  • Kutu badan dapat didiagnosis jika telur atau kutu merayap ditemukan pada pakaian atau di tempat tidur. Kutu yang merayap di permukaan kulit untuk mencari makan, sangat mungkin terlihat.
  • Kutu kemaluan didiagnosis ketika ada kutu atau telur kutu yang terlihat pada rambut di daerah kemaluan, maupun area lain dengan rambut kasar, seperti rambut dada, alis maupun bulu mata.

Pengobatan

Obati kutu rambut segera setelah anda menemukannya. Anda harus memeriksa semua orang di rumah dan membasmi semua kutu pada hari yang sama supaya tidak berulang-ulang menular. Jangan biarkan anak Anda pergi ke sekolah jika memiliki kutu, karena berpotensi menular.       

  • Menyisir dalam keadaan rambut basah:
    Kutu rambut dan telur kutu dapat dihilangkan dengan menyisir dalam keadaan rambut basah. Metode ini harus dicoba terlebih dahulu. Anda Anda dapat membeli sisir serit dari toko online maupun apotek, untuk menghilangkan kutu dan telur kutu. Ulangi setiap beberapa hari selama 2 minggu, biasanya dibutuhkan sekitar 10 menit untuk menyisir rambut pendek, dan 20-30 menit untuk rambut panjang atau keriting.
  • Obat penghilang kutu dalam bentuk sediaan losion, cairan atau sampo:
    Segeralah ke dokter jika telah mencoba menyisir rambut dengan sisir serit selama dua minggu, tetapi masih memiliki kutu rambut atau telur kutu. Dokter biasanya akan merekomendasikan losion dan obat yang disemprotkan ke rambut. Metode ini dapat membunuh kutu hingga telur kutu nya. Kutu rambut pun biasanya mati dalam sehari.

Beberapa perawatan perlu diulang setelah seminggu untuk membunuh kutu yang baru menetas. Jika losion tidak berfungsi, diskusikan dengan dokter tentang perawatan lain.

Pencegahan

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kutu rambut salah satunya adalah Anda dapat mengurangi risiko kutu menyebar dengan cara menghindari kontak dari kepala ke kepala atau tubuh dengan tubuh dengan orang yang terkena kutu, dan juga menjaga kebersihan diri. Selain itu, bersihkan barang – barang yang dapat menjadi media penularan kutu. Seperti :

  • Seprai, bantal, dan selimut.
  • Sisir yang digunakan sehari-hari.
  • Sofa dan kursi.

Pencegahan lainnya Anda dapat melakukan :

  • Tidak berbagi barang pribadi dengan oranglain misalnya handuk, topi, bantal, helm. sisir dan pakaian.
  • Melakukan pengobatan pada seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah.
  • Hindari kontak kepala dengan oranglain misalnya berbaring pada tempat tidur yang sama.
  • Menggunakan penyedot debu untuk membersihkan karpet, tempat tidur dan sofa.

 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Biasanya Anda dapat menyingkirkan kutu dengan mengambil langkah perawatan diri sendiri yang termasuk menggunakan sampo tanpa resep yang secara khusus diformulasikan untuk membunuh kutu. Namun, Anda dapat menemui dokter jika:

  • Sampo tidak membunuh kutu. Dokter dapat meresepkan sampo yang lebih kuat.
  • Jangan gunakan sampo antikutu ketika anda sedang hamil dan menyusui sebelum berkonsultasi dengan dokter.
  • Kutu yang mengenai anak-anak.
  • Anda mengalami gatal-gatal dengan infeksi atau lecet kulit karena goresan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Biasanya Anda dapat menghilangkan kutu dengan cara sederhana seperti mencuci dengan benar barang-barang di rumah yang terkontaminasi. Misalnya seprai, handuk dan pakaian. Jika langkah-langkah ini tidak berhasil, buatlah janji dengan dokter. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berkonsultasi.

  • Tuliskan setiap gejala yang dialami agar mudah diingat untuk disampaikan ke dokter.
  • Tuliskan informasi pribadi utama, termasuk waktu yang Anda perkirakan menjadi awal munculnya kutu, dan barang rumah tangga yang mungkin terkontaminasi.
  • Buat daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter.

Beberapa pertanyaan mendasar untuk ditanyakan kepada dokter tentang kutu, meliputi:

  • Bagaimana cara mengobati kutu?
  • Seberapa sering saya dapat menggunakan produk antikutu ini dengan aman?
  • Bagaimana cara menyingkirkan kutu dari peralatan rumah tangga?
  • Tindakan apa lagi yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran kutu pada saya atau orang lain?
  • Kapan saya harus berkonsultasi lagi?
  • Bagaimana pengobatan untuk kutu rambut anak dan dewasa?

Selain yang sudah disiapkan untuk diajukan ke dokter, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan ketika Anda tidak memahami penjelasan dari dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala tersebut?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Bagaimana Anda bisa terkena kutu?
  • Adakah orang lain yang menjadi sumber penularan kutu?
  • Gejala apa yang dialami?
  • Sudahkan menggunakan obat-obatan untuk menghilangkan kutu?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lice/symptoms-causes/syc-20374399
diakses pada 4 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/head-lice-and-nits/
diakses pada 4 Oktober 2018.

Back to Top