Kutil Kelamin

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Kutil kelamin dapat ditularkan melalui kontak seksual dan cenderung menyerang wanita
Penyakit ini ditandai adanya kutil pada daerah alat kelamin, terutama pada wanita.

Pengertian Kutil Kelamin

Kutil kelamin merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang paling umum terjadi dan menular melalui hubungan seksual, baik seks melalui vagina, anal, ataupun secara oral. Kutil kelamin biasa menyerang daerah genital yang lembap dan berupa benjolan kecil berwarna seperti kulit atau berbentuk seperti kembang kol. Wanita lebih rentan terserang penyakit ini dibandingkan dengan pria, dan disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kutil kelamin pada wanita biasanya terdapat pada vulva, dinding vagina, area antara alat kelamin luar dan anus, lubang anus, dan leher rahim. Pada pria, kutil kelamin biasanya terdapat pada penis, skrotum, atau anus. Namun, pada beberapa kasus, kutil kelamin terdapat di mulut atau tenggorokan yang dapat terjadi jika seseorang melakukan kontak seksual secara oral dengan orang yang terinfeksi. Beberapa gejala kutil kelamin, yaitu:

  • Gatal atau tidak nyaman pada area genital
  • Pendarahan ketika melakukan hubungan seksual
  • Pembengkakan kecil berwarna seperti kulit atau sedikit lebih gelap atau abu-abu pada area genital
  • Beberapa kutil kecil yang menyatu membentuk seperti kembang kol.
  • Kutil kelamin dapat berukuran sangat kecil dan datar sehingga sulit untuk dapat dilihat dengan mata telanjang

Penyebab

Kutil kelamin disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus) yang ditularkan melalui kontak seksual. Penyakit ini berbahaya terutama pada wanita karena HPV yang menyebabkan kutil kelamin juga merupakan penyebab kanker serviks. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang ada di tangan karena walaupun penyebabnya sama yaitu HPV tetapi mereka mempunyai strain yang berbeda. Kutil yang berada pada tangan atau kaki tidak dapat menyebar ke daerah kelamin dan begitu pula sebaliknya.

Setiap orang yang aktif secara seksual mempunyai risiko yang tinggi untuk terserang infeksi dari HPV. Namun, kutil kelamin biasanya timbul pada orang yang:

  • Dibawah usia 30 tahun, dan aktif secara seksual pada usia muda
  • Merokok
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Memiliki riwayat pelecehan sewaktu anak – anak
  • Mempunyai ibu yang memiliki riwayat menderita infeksi HPV sewaktu melahirkan
  • Melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan dengan banyak pasangan seksual
  • Memiliki riwayat menderita penyakit menular seksual lainnya

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kutil kelamin, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan, riwayat seksual, gejala yang dialami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada area dimana kutil tersebut mungkin terjadi.

Pada wanita akan dilakukan beberapa pemeriksaan :

  • Pemeriksaan panggul yang dilakukan untuk memeriksa adanya kutil kelamin di dalam vagina. Dokter akan mengaplikasikan cairan asam yang ringan supaya kutil kelamin lebih mudah terlihat.
  • Pap smear. Prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks, yang dapat merupakan komplikasi dari infeksi genital dari HPV. Pada pemeriksaan ini, akan diambil sampel dari sel-sel yang ada pada leher rahim untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Tes HPV. Sampel sel yang diambil melalui Pap smear akan diperiksa untuk keberadaan strain HPV yang menyebabkan kanker serviks. Pemeriksaan ini ditujukan untuk wanita berusia 30 tahun dan lebih.

Pengobatan

Kutil kelamin yang tidak menimbulkan gejala tidak memerlukan pengobatan dan kutil kelamin juga dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, tetapi virus HPV dapat tetap berada dalam tubuh, yang berarti seseorang dapat menderita kutil kelamin berulang dan dapat menularkan kepada orang lain. Jika kutil kelamin menyebabkan gatal, rasa seperti terbakar, dan sakit, maka pengobatan dapat diberikan berupa obat-obatan seperti asam trikloroasetat yang dipakai untuk membakar kutil kelamin dan dapat pula diberikan pada kutil kelamin yang terletak pada bagian dalam tubuh.

Operasi dapat dilakukan apabila kutil kelamin berukuran besar dan tidak memberikan respon yang baik pada obat-obatan, atau jika sedang hamil. Operasi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Metode pembekuan dengan menggunakan nitrogen cair untuk menghilangkan kutil.
  • Metode ini menggunakan arus listrik untuk membakar kutil.
  • Kutil akan dipotong dan dibuang menggunakan pisau bedah
  • Laser digunakan untuk kutil yang sulit dihilangkan dengan metode lain.

Hindari penggunaan obat bebas yang ditujukan untuk kutil tangan pada kutil kelamin, sebab obat-obatan ini tidak dimaksudkan untuk dipakai pada daerah genital (kelamin) yang lembap. Salah penggunaan akan dapat memperparah rasa sakit dan memperberat iritasi.

Pencegahan

Anda dapat mencegah penyebaran kutil kelamin dengan:

  • Tidak berhubungan seks saat sedang menjalani perawatan kutil kelamin.
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seks vaginal, anal, atau oral. Namun, jika terdapat virus pada daerah yang tidak terlindungi oleh kondom, maka kutil tersebut masih dapat menular.
  • Mendapatkan vaksinasi terhadap HPV.

Vaksin HPV paling efektif diberikan pada anak – anak yang belum aktif secara seksual. Pemberian vaksin disarankan diberikan pada anak laki – laki usia 11 tahun dan anak perempuan berusia 12 tahun. Jika telah melewati masa tersebut, tetapi belum mendapatkan vaksinasi, maka vaksin masih dapat diberikan sampai dengan umur 26 tahun pada wanita dan laki – laki sampai dengan umur 21 tahun. Namun, pada laki-laki masih dapat diberikan sampai dengan usia 26 tahun jika diinginkan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasilah dengan dokter jika Anda atau pasangan mengalami benjolan atau kutil pada area genital.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum melakukan konsultasi, sebaiknya Anda membuat daftar gejala yang dialami, aktivitas atau sejarah seksual, informasi pribadi, dan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apakah saya memiliki kutil kelamin?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang direkomendasikan untuk kondisi saya?
  • Apakah saya harus melakukan pemeriksaan?
  • Kapan saya dapat berhubungan seksual kembali?
  • Apa risiko dari kutil kelamin yang saya alami?
  • Seberapa sering saya harus melakukan skrining untuk kesehatan lain yang terkait dengan kutil kelamin?
  • Bagaimana cara mengurangi risiko menular infeksi pada orang lain?
  • Apa yang menyebabkan gejala saya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dalam proses konsultasi, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apa saja gejala Anda?
  • Kapan gejala tersebut Anda alami?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah Anda dalam jangka waktu dekat ini berhubungan seksual dengan pasangan baru?
  • Apakah Anda telah melakukan vaksinasi HPV? Kapan?
  • Apakah Anda hamil atau berencana untuk hamil?
  • Apakah Anda melakukan aktivitas seks dengan aman? Sejak kapan Anda aktif dalam melakukan hubungan seksual?

 

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts
Diakses pada 15 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-warts/symptoms-causes/syc-20355234
Diakses pada 15 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/genital-warts/
Diakses pada 15 November 2018

Back to Top