Ruam pada kurap biasanya gatal dan menyebar selama infeksi
Kurap ditandai bercak merah dan ruam pada kulit.

Kurap terjadi karena infeksi jamur. Kurap dapat terjadi pada kulit (tinea capitis), kuku (tinea unguium), kaki (tinea pedis), atau tubuh (tinea corporis) dan bersifat sangat menular. Pada kulit kepala, kurap dimulai dalam bentuk jerawat dan kemudian menyebar menjadi bentuk cincin. Rambut menjadi rapuh, mudah patah, dan rontok. Sedangkan pada tubuh, kurap mungkin pertama kali muncul sebagai bercak merah atau merah muda, datar, atau sedikit timbul. Kurap pada kaki dan tubuh sering kali terjadi pada pria. Orang dewasa lebih mudah terkena kurap daripada anak-anak.

Gejala kurap pada tubuh biasanya dimulai setelah 4-10 hari setelah kontak dengan jamur. Kurap pada tubuh nampak seperti ruam berbentuk lingkaran atau melingkar dengan sisi yang sedikit terangkat. Ruam tersebut biasanya gatal dan menyebar selama infeksi. Sedangkan kurap pada kulit kepala, gejalanya ditandai dengan:

  • Ruam bulat dan bersisik pada kulit kepala
  • Rambut rontok
  • Ruam membesar
  • Ruam berwarna abu-abu atau merah
  • Area lunak atau nyeri pada kulit kepala

Penyebab kurap pada tubuh adalah jamur yang disebut dermatofita. Dermatofita hidup dari zat yang disebut keratin, atau jaringan yang ditemukan di banyak bagian tubuh, termasuk kuku, kulit, dan rambut. Dermatofita disebarkan melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, kontak dengan tanah, atau kontak tidak langsung dengan barang-barang yang terkontaminasi oleh jamur, misalnya pakaian, handuk, seprai, kursi, dan toilet.

Dokter akan melakukan pemeriksaan kulit dan melakukan beberapa tes untuk mengidentifikasi kondisi kulit. Dokter juga akan meneliti kulit melalui mikroskop atau tes kultur untuk melihat apakah terdapat jamur.

Obat-obatan fungisida topikal yang dijual bebas biasanya cukup efektif untuk mengobati infeksi. Obat tersebut dapat berbentuk bubuk, salep, atau krim. Obat-obatan tersebut, yaitu:

Jika kurap menyebar dan tidak merespons pengobatan di atas, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih kuat.

Kurap dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan seseorang yang terinfeksi. Langkah-langkah lain untuk mencegah kurap, antara lain:

  • Hindari berbagi handuk, sisir, dan pakaian dengan seseorang yang terinfeksi.
  • Pastikan hewan peliharaan di rumah tidak terinfeksi.
  • Jaga kebersihan pribadi dan hindari menggaruk area kulit yang terinfeksi.
  • Setelah mandi, keringkan kulit dengan baik, terutama di jari-jari kaki, selangkangan, dan ketiak.

Konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala yang terkait dengan kurap. Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda, pertanyaan tersebut di antaranya:

  • Kapan pertama kali mengalami gejala?
  • Seperti apakah ruam yang muncul?
  • Apakah ruam tersebut nyeri atau gatal?
  • Jika ada, apa yang membuat kondisi lebih baik atau lebih buruk?
  • Apakah ada anggota keluarga atau hewan peliharaan yang memiliki kurap?

Healthline. https://www.healthline.com/health/tinea-corporis
diakses pada 21 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-scalp/symptoms-causes/syc-20354918
diakses pada 21 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ringworm/
diakses pada 21 November 2018.

WHO. https://www.who.int/water_sanitation_health/diseases-risks/diseases/ringworm/en/
diakses pada 21 November 2018.

Artikel Terkait