Kulit & Kelamin

Kulit Terasa Terbakar, tapi Tak Ada Luka

Diterbitkan: 31 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kulit Terasa Terbakar, tapi Tak Ada Luka
Kulit terasa terbakar, tapi tak ada luka bisa memengaruhi bagian tubuh mana saja. Sensasi terbakar ini mungkin juga akan merasakan kesemutan dan panas. Selain itu, kondisi ini juga mungkin menimbulkan rasa nyeri yang menusuk.Kondisi ini umumnya merupakan gangguan sementara yang kemungkinan akan menghilang dengan sendirinya. Ada yang beberapa penyebab yang biasanya hilang dalam beberapa hari. Beberapa penyebabnya justru memerlukan perawatan sesegera mungkin dan bisa bersifat menular.Kulit perih tanpa sebab biasa juga disebut dengan disestesi. Disestesi sendiri merupakan jenis nyeri kronis yang seringkali melibatkan rasa seperti terbakar. Selain itu, kondisi ini juga biasa muncul dengan gejala seperti sengatan listrik dan rasa ketat secara umum di bagian tubuh mana saja.Disestesi memiliki beberapa jenis berdasarkan lokasi terjadinya kondisi ini, yaitu:
  • Disestesi kulit kepala

Kondisi ini biasa juga disebut sebagai sindrom kulit kepala terbakar. Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah rasa sakit, sensasi terbakar, perih, atau gatal pada atau di bawah kulit kepala. Jenis ini biasanya tidak disertai ruam, pengelupasan, atau iritasi lain yang terlihat.
  • Disestesi kulit

Jenis ini umumnya ditandai dengan rasa tidak nyaman saat disentuh kulit. Gejalanya, yang dapat berkisar dari kesemutan ringan hingga nyeri parah, dapat dipicu oleh apa saja mulai dari pakaian hingga angin sepoi-sepoi.
  • Disestesi oklusal

Disestesia oklusal (OD) sering juga disebut sebagai sindrom gigitan hantu. Jenis ini adalah ketidaknyamanan di mulut saat menggigit yang biasanya tanpa penyebab yang jelas. 
Penyebab kulit terasa terbakar, tapi tak ada luka umumnya dikaitkan dengan penyakit neurologis, termasuk:
  • Polineuropati demielinasi inflamasi
  • Multipel sklerosis
  • Neurofati perifer
  • Infark thalamic
  • Penghetian konsumsi alkohol atau obat
  • Penyakit endoktrin
  • Diabetes
  • Trauma akibat pembedahan
  • Osteoarthritis
  • Hiperostosis
  • Patah tulang
  • Tumor
  • Iskemia arteri
  • Pakaian terlalu ketat
  • Herpes zoster
  • Herpes simpleks
  • Kusta
  • Gangguan jalur supra-spinal
  • Disinhibisi neuron simpatis
  • Penyimpangan saraf aferen nosiseptif
  • Notalgia paraesthecia
  • Neoplasia endoktrin tipe 2A
  • Pruritus brachioradial
  • Meralgia paraesthetica
  • Neuropeptida
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi menular seksual
  • Prostatitis
  • Cedera fisik uretra
  • Sinar matahari
  • Selulitis
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kanker
  • Sindrom nyeri myofascial
  • Disk hernia tulang belakang
  • Radang tenggorokan
  • Refluks asam
  • Penyakit gusi
  • Makanan asam
  • Menyikat gigi dengan kuat
  • Sariawan
  • Luka di alat kelamin
  • Vaginosis bakterial
  • Kecemasan berlebihan
 
Penyebab kulit terasa terbakar, tapi tak ada luka biasanya hilang sendiri tanpa perlu dilakukan penanganan khusus. Namun, jika sensasi terbakar memiliki beberapa gejala berikut, maka sebaiknya hubungi dokter:
  • Ruam yang menyebar dengan cepat
  • Demam
  • Sensasi terbakar yang intens saat buang air kecil
  • Sensasi terbakar setelah cedera fisik
  • Gejala mengkhawatirkan lainnya, seperti diare berdarah atau muntah
Penderita juga harus menemui dokter jika kondisi ini berulang, dikaitkan dengan penyakit kronis, seperti gagal hati, atau diabetes, dan memburuk saat diobati. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/dysesthesia
Diakses pada 31 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/anxiety-and-itching
Diakses pada 31 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321885
Diakses pada 31 Maret 2021
DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/cutaneous-dysaesthesia/
Diakses pada 31 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email