Kulit & Kelamin

Kulit Tangan Kering dan Keriput

Diterbitkan: 25 Jul 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kulit Tangan Kering dan Keriput
Keriput dapat berkembang ketika kadar kolagen pada kulit menurun. Kolagen adalah serat protein yang berfungsi untuk mempertahankan elastisitas dan struktur kulit. Kadar kolagen dapat berkurang secara alami akibat proses penuaan.Proses penuaan menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya sehingga volume kulit berkurang, menjadi lebih kering dan tipis. Akibatnya, kemampuan kulit dalam melindungi diri dari kerusakan pun turut menurun.Dampaknya adalah muncul kerutan, lipatan dan garis pada kulit yang biasa kita kenal sebagai keriput. Namun, meski umumnya penyebab kulit tangan keriput adalah karena proses penuaan, hal ini bisa menimpa siapa saja, termasuk orang yang masih muda.  Penyebab tangan keriput di usia muda biasanya dipicu karena paparan sinar matahari. Pasalnya, tangan adalah salah satu area yang paling rawan terpapar sinar matahari namun sering terlewat dalam rangkaian perawatan kulit.Selain itu gaya hidup seperti pilihan menu makan, kebiasaan merokok hingga penggunaan obat-obat tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan kulit yang mengarah pada munculnya keriput.Ketahui penyebab kulit tangan keriput di usia muda untuk menentukan perawatan yang paling tepat.       
Sejumlah kondisi berikut ini dapat menjadi penyebab kulit tangan menjadi kering dan keriput, antara lain:

1. Paparan sinar matahari

Paparan sinar ultraviolet (UV) pada kulit dapat menyebabkan terbentuknya keriput di kulit. Sebab, sinar UV dapat memecah serat kolagen dan elastin di kulit.Serat-serat tersebut berfungsi dalam membentuk jaringan ikat yang menopang kulit. Saat lapisan tersebut rusak, kulit menjadi lebih lemah dan kurang fleksibel. Oleh sebab itu, kulit akan mudah berkerut dan keriput pun terbentuk.Sinar UV dapat dihasilkan dari sinar alami matahari yang kita dapat saat berjemur atau berolahraga di luar ruangan. Sinar UV juga dapat dihasilkan secara buatan saat kita sengaja menggelapkan kulit di salon kecantikan.

2. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan suatu kondisi ketika tubuh kekurangan cairan. Untuk membayangkan kulit yang mengalami dehidrasi, Anda bisa membandingkannya dengan buah kismis. Buah kismis dibuat dari anggur yang sengaja diambil kadar airnya hingga mengering.Bayangkan kulit anggur yang tadinya terlihat segar tanpa kerutan begitu dikeringkan bentuknya jadi mengkerut dan kisut. Begitu pun dengan kulit, sel-sel kulit dapat tampak keriput ketika kekurangan cairan.

3. Merokok

Nikotin dan bahan kimia lain dalam rokok dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke sel kulit. Akibatnya, struktur kulit dapat rusak dan elastisitas kulit pun ikut terpengaruh.Ketika elastisitas kulit terganggu, kerutan dan lipatan pada kulit akan dengan mudah terbentuk. Hal ini menyebabkan kulit tampak keriput dan terlihat lebih tua. Suatu penelitian mengungkapkan bahwa kulit perokok yang berusia 40 tahun terlihat seperti kulit seseorang yang berusia 70 tahun.Dalam pengamatan tersebut, paparan rokok berarti dapat membuat kulit mengalami penuaan 30 tahun lebih cepat dari seharusnya.

4. Obat-obatan tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang seperti obat tekanan darah, kolesterol dan antihistamin dapat memicu penuaan dini yang mengarah pada kulit kering dan keriput.Sedangkan obat kortikosteroid oral maupun topikal dapat mengurangi kadar kolagen dan elastin sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih tipis dan membuat pembuluh darah mudah pecah.Obat-obatan jerawat seperti accutane bekerja dengan mengurangi produksi minyak di kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan di seluruh tubuh. Sementara obat antibiotik tertentu dan diuretik dapat menyebabkan fotosensitifitas yang membuat kulit jadi ekstra sensitif terhadap cahaya matahari.

5. kondisi genetik

Beberapa kondisi terkait genetik dapat menyebabkan seseorang mengalami tanda-tanda penuaan seperti kulit menjadi rapuh atau hilangnya kemampuan tubuh untuk menghasilkan kolagen.Beberapa kelainan genetik yang menyebabkan hal tersebut di antaranya adalah progeria yang juga dikenal dengan nama sindrom Hutchinson-Gilford, sindrom Gottron dan wrinkly skin syndrome. Di luar konteks kelainan genetik, ada juga fakta bahwa varian gen tertentu berkaitan dengan risiko munculnya keriput pada kulit. Jadi, ketika seseorang memiliki gen tersebut, bisa jadi risiko mereka untuk mengalami keriput menjadi lebih tinggi.Sebuah studi yang meneliti jenis-jenis gen yang berpengaruh terhadap penuaan kulit mengemukakan bahwa varian gen tersebut adalah gen MMP1 dan STXBP5L. 

6. Gaya hidup

Sejumlah kebiasaan yang dijalani seseorang dapat berkontribusi pada seberapa cepat tubuh menunjukkan tanda-tanda penuaan, termasuk pada kulit tangan. Hal itu termasuk:
  • Pola tidur yang buruk akan memengaruhi kemampuan sel kulit untuk beregenerasi. satu studi telah menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan tanda-tanda penuaan dan fungsi kulit yang berkurang.
  • Pola makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat merusak kulit.
  • Alkohol dan kafein. Asupan alkohol dan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang mengacu pada munculnya keriput di kulit.
  • Gaya hidup yang penuh tekanan dapat memicu respons peradangan di tubuh serta merusak kebiasaan tidur. Hormon stres dan peradangan dapat memicu tubuh menua lebih cepat.

7. Lingkungan

Bintik-bintik penuaan, kerutan dan keriput di kulit dapat dipicu atau diperburuk oleh polutan yang berasal dari lingkungan. Orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan polusi tinggi lebih rawan untuk mengembangkan keriput di kulit.
Berkonsultasilah dengan dokter kulit apabila kulit tangan kering dan keriput yang dialami telah menganggu kualitas hidup. Dokter akan memberikan perawatan kulit yang paling cocok dan efektif sesuai dengan kondisi kulit Anda.Selain itu bagi para orang tua, jika Anda melihat tanda-tanda penuaan pada anak segera konsultasikan ke dokter. Beberapa penyakit genetik terkait hal ini tidak muncul begitu anak dilahirkan. Pada progeria misalnya, tanda-tanda dari penyakit ini umumnya muncul dalam 1 tahun sejak kelahiran bayi.
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/are-your-hands-aging-you/
Diakses pada 21 Juli 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/quit-smoking/expert-answers/smoking/faq-20058153
Diakses pada 21 Juli 2021
Raredisease. https://rarediseases.org/rare-diseases/werner-syndrome/
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/old-hands
Diakses pada 21 Juli 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/174852
Diakses pada 21 Juli 2021
Epiphany Dermatology. https://www.epiphanydermatology.com/blog/how-to-get-younger-looking-hands-treat-wrinkles-sun-damage/
Diakses pada 21 Juli 2021
National Center for Biotechnology Information. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23421102/
Diakses pada 21 Juli 2021
Raredisease. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/273/wrinkly-skin-syndrome
Diakses pada 21 Juli 2021
Raredisease. https://rarediseases.org/rare-diseases/gottron-syndrome/
Diakses pada 21 Juli 2021
Park Cities Aesthetics. https://www.parkcitiesaesthetics.com/blog/wrinkles-skin-therapy/
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/premature-aging#contributing-factors
Diakses pada 21 Juli 2021
Dermato Endocrinology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3583891/
Diakses pada 21 Juli 2021
National Center for Biotechnology Information. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25266053/
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email