Kulit & Kelamin

Kulit Belang

25 May 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kulit Belang
Kulit belang bisa terjadi karena pigmen kulit mengalami masalah, apakah itu hiperpigentasi atau hipopigmentasi. Hiperpigmentasi merupakan kondisi warna kulit menjadi lebih gelap. Sementara itu, hipopigmentasi justru sebaliknya di mana warna kulit malah menjadi lebih terang dari kondisi normalnya.Pada hipepigmentasi, gejala yang menandainya bisa berupa bercak kecil, mencakup area yang luas, bahkan memengaruhi seluruh tubuh. Kondisi ini biasanya tidak membahayakan, namun bisa juga manandakan ada kondisi medis yang mendasarinya. 

Jenis-jenis hiperpigmentasi

Secara umum, hiperpigmentasi dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Melasma

Melasma biasanya terjadi karena perubahan hormonal dan bisa berkembang selama kehamilan. Kondisi ini bisa muncul di area tubuh mana pun, namun paling sering hadir pada perut dan wajah.
  • Bintik matahari

Nama lain bintik matahari adalah bintik hati atau lentigin matahari. Seperti Namanya, kondisi ini terkait dengan paparan sinar matahari berlebih dari waktu ke waktu. Area paling umum terkena adalah tangan dan wajah.
  • Hiperpigmentasi pascainflamasi

Hiperpigmentasi ini biasanya muncul akibat cedera atau peradangan pada kulit. Salah satu penyebabnya yang umum adalah jerawat. 

Jenis-jenis hipopigmentasi

Adapun jenis hipopigmentasi antara lain:
  • Albinisme

Albinisme adalah kelainan bawaan karena ada kecacatan gen yang memengaruhi produksi melanin. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan produksi melanin. Alhasil, kulit dan rambut penderita tampak putih.
  • Vitiligo

Hingga kini, penyebab pasti vitiligo masih belum diketahui dengan pasti. Hanya saja, penyakit autoimun kemungkinan besar biang keladinya.
  • Pityriasis alba

Sama seperti vitiligo, pityriasis alba juga belum diketahui apa penyebab pastinya. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini terkait dengan penyakit eksim.Kulit belang karena hiperpigmentasi maupun hipopigmentasi bisa terjadi ketika melanin terganggu. Gangguan ini bisa terjadi karena banyak faktor mulai genetik hingga lingkungan.Guna memberikan perawatan yang tepat, diperlukan identifikasi yang jelas apa yang menjadi penyebabnya. 
Penyebab kulit belang akan sangat erat kaitannya apakah yang terjadi hiperpigmentasi atau hipopigmentasi. Jika yang terjadi adalah hiperpigmentasi, maka beberapa penyebabnya antara lain:
  • Paparan sinar matahari
  • Peradangan kulit
  • Melasma
  • Reaksi terhadap obat
  • Penyakit Addison
  • Hemochromatosis
  • Obat kemoterapi
  • Kehamilan
Sementara itu, kulit belang yang termasuk dalam kondisi hipopigmentasi biasanya disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:
  • Albinisme
  • Vitiligo
  • Pityriasis alba
  • Tinea versicolor
  • Lichen sklerosus
  • Dermatitis atopik
  • Dermatitis kontak
  • Infeksi kulit
  • Psoriasis
  • Bekas luka
  • Bekas luka bakar
  • Bekas lepuhan
 
Beberapa penyebab kulit belang bisa saja menimbulkan kondisi serius. Sebaiknya segera kunjungi dokter jika kulit belang disertai dengan gejala-gejala berikut:
  • Mengalami kelelahan dan otot lemah
  • Merasakan mual
  • Mengalami muntah dan diare
  • Terjadi penurunan berat badan
  • Perut terasa sakit
  • Kepala pusing
  • Mengalami nyeri sendi
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/hypopigmentation
Diakses pada 25 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperpigmentation
Diakses pada 25 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320243
Diakses pada 25 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323808
Diakses pada 25 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hyperpigmentation-hypopigmentation
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email