Kulit & Kelamin

Kudis

08 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kudis
Kudis dapat menular melalui kontak fisik atau berbagi pakaian dengan orang yang terinfeksi
Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang gatal yang disebabkan oleh tungau kecil Sarcoptes scabiei, dan menyebabkan gatal yang parah. Akibatnya, penderita bahkan bisa terbangun dari tidur karena rasa gatal dan akan menggaruk area kulit yang terkena.Kondisi ini dapat ditularkan melalui kontak fisik dan penyebarannya sangat cepat. Karena itu, pengobatan kudis biasanya dilakukan oleh seluruh keluarga atau kelompok yang mengadakan kontak langsung dengan penderita. Kudis termasuk penyakit yang bisa sembuh jika penangannya tepat. Penderita biasanya akan menerima obat-obatan guna membunuh tungau dan telur yang bisa menjadi penyebabnya. 
Kudis
Dokter spesialis Kulit
GejalaGatal yang parah (terutama di malam hari), ruam kulit, bintik-bintik seperti jerawat di kulit
Faktor risikoWilayah padat penduduk, anak-anak, lansia
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan
ObatPermethrin, lindane, ivermectin
KomplikasiInfeksi bakteri, impetigo
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kudis
Gejala kudis biasanya akan muncul enam minggu setelah adanya paparan kudis. Gejala yang ditimbulkan oleh kudis dapat berupa:
  • Rasa gatal yang hebat dan akan semakin gatal pada malam hari
  • Terdapat goresan secara terus menerus pada area terinfeksi yang menyebabkan luka
  • Terdapat ruam, gigitan kecil, gatal, dan benjolan dibawah kulit seperti jerawat
Daerah yang biasa terdapat kudis adalah pada pergelangan tangan, siku, ketiak, penis, pinggang, pantat, daerah antara jari, dan puting susu. Pada bayi, biasanya terletak pada kepala, wajah, tangan, leher, dan telapak kaki. 
Penyebab kudis adalah sejenis tungau berkaki delapan. Tungau betina bertugas untuk menggali dan menyimpan telur-telur mereka di bawah kulit. Telur yang disimpan di dalam kulit akan menetas dan larva-larva tungau kecil akan menuju permukaan kulit.Gatal yang hebat disebabkan oleh kulit yang mengalami alergi pada tungau, telur, dan kotoran tungau. Kudis juga dapat disebarkan melalui berbagi pakaian atau selimut dengan orang yang terinfeksi. 

Faktor risiko kudis

Meski bisa menyerang siapa saja, namun ada beberapa faktor risiko kudis yang lebih tinggi pada beberapa kelompok orang. Salah satu kelompok tersebut adalah mereka yang hidup di lingkungan yang ramai dan padat seperti asrama.Selain itu, anak-anak juga lebih rentan tertular penyakit ini. Hal tersebut terutama pada anak-anak yang dititipkan di pusat penitipan anak.Sementara itu, orang tua juga dianggap lebih berisiko mengingat kekebalan tubuh mereka sudah menurun. Kelompok ini lebih rentan terkena jenis kudis paling parang atau kudis berkrusta. 
Dokter dapat menentukan diagnosis kudis melalui:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kulit pasien yang mengalami gejala kudis.
  • Biopsi kulit

Jika tungau tidak ditemukan, dokter akan melakukan biopsi kulit. Melalui prosedur ini, dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan kulit yang terkena lalu memeriksanya di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya tungau atau telurnya. 
Sebagai cara mengobati kudis, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa penanganan berikut:

Obat-obatan

Obat yang dapat diresepkan oleh dokter berupa:
  • Krim permethrin

Krim ini dapat membunuh tungau kudis beserta telurnya. Obat ini aman dikonsumsi oleh semua kalangan.
  • Losion lindane

Losion lindane juga bisa membunuh tungau, tapi tidak boleh diberikan pada anak di bawah 10 tahun, wanita hamil atau menyusui, dan pasien dengan berat badan kurang dari 50 kg.
  • Ivermectin

Ivermectin adalah obat minum yang diberikan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah dan pasien yang mengalami kudis berkrusta. Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, atau anak-anak dengan berat badan di bawah 15 kg.

Penanganan di rumah

Untuk mengurangi rasa gatal, pasien juga bisa mandi atau berendam dalam air dingin, menempelkan kompres di bagian yang gatal, serta mengoleskan losion kalamin. Namun pemakaian losion ini harus dengan konsultasi dokter agar tetap aman. 

Komplikasi kudis

Jika terus dibiarkan, penyakit kulit ini bisa memicu komplikasi berupa:
  • Luka gores karena pasien terus menggaruk kulit yang gatal
  • Infeksi bakteri, misalnya pada luka yang muncul karena garukan
  • Norwegian scabies atau kudis berkrusta, yang terjadi bila jumlah tungau mencapai jutaan ekor dalam tubuh pasien
 
Cara mencegah mencegah kudis yang paling ampuh adalah menghindari paparan tungan Sarcoptes scabiei, yakni dengan menjauhi kontak langsung dengan penderita maupun peralatan yang digunakan oleh pasien.Sementara untuk mencegah penularan penyakit ini, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:
  • Memasukkan barang-barang yang telah terpapar tungau ke dalam kantong plastik tertutup, lalu letakkan di luar rumah seperti garasi. Tungau akan mati dalam beberapa minggu tanpa makanan.
  • Membersihkan pakaian pasien dengan air hangat bercampur sabun, kemudian jemur di bawah matahari. Bila tersedia, Anda juga bisa menggunakan fitur pengering dengan suhu panas pada mesin cuci.
 
Konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala kudis. Karena banyak kondisi kulit lain yang memiliki gejala serupa, dokter dapat membantu untuk menentukan penyebab pasti dari gejala yang dialami dan membantu perawatan yang tepat untuk penyembuhan. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kudis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kudis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/scabies
Diakses pada 8 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/symptoms-causes/syc-20377378
Diakses pada 8 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/scabies/
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email