Kriptosporidiosis ditandai dengan diare yang tidak kunjung sembuh. Pada bayi, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, penyakit ini bisa memicu komplikasi yang berujung fatal. Karena itu, pengobatannya harus dilakukan secepat mungkin.

Kriptosporidiosis adalah penyakit akibat infeksi parasit cryptosporidium. Gangguan kesehatan ini menyebabkan diare yang berlangsung hingga 1-2 minggu. Sementara pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah serta anak-anak, kriptosporidiosis dapat berujung pada komplikasi yang fatal.

Parasit cryptosporidium dapat menyebar melalui air yang telah terkontaminasi. Parasit ini dilindungi oleh lapisan membran luar yang membantunya bertahan hidup di luar tubuh dalam cukup waktu yang lama, bahkan membuatnya mampu bertahan terhadap klorin (zat yang biasanya digunakan untuk disinfeksi air kolam renang).

Gejala kriptosporidiosis umumnya meliputi:

  • Diare cair dengan frekuensi sering. Gejala ini dapat berujung pada kondisi dehidrasi.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kram atau nyeri perut.
  • Demam.

Gejala kriptosporidiosis biasanya dimulai seminggu setelah Anda terpapar infeksi parasit, dan dapat bertahan selama dua minggu. Namun beberapa orang bahkan bisa memiliki gejala yang bertahan 24-36 bulan.

Dengan gejala kriptosporidiosis jangka panjang, penderita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penurunan berat badan, dehidrasi, dan kekurangan gizi. Hal ini akan membahayakan bila terjadi pada bayi dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah (seperti pengidap HIV atau orang yang menjalani kemoterapi).

Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan seputar gejala maupun gaya hidup Anda. Dokter juga mungkin akan menanyakan apakah Anda bepergian ke tempat yang berpotensi menularkan kriptosporidiosis ini.

Jika mencurigai adanya kriptosporidiosis, dokter akan meminta Anda untuk memberikan sampel tinja. Sampel ini akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Pada beberapa kasus, sampel tinja mungkin harus diperiksa berulang kali. Pasalnya, organisme kriptosporidium berukuran sangat kecil dan sulit terlihat meski sudah menggunakan mikroskop. Inilah yang menyulitkan proses diagnosis kriptosporidiosis.

Bila diperlukan, dokter juga mungkin menganjurkan biopsi usus. Proses pengambilan sampel jaringan dari dalam usus ini akan dilakukan dengan anestesi atau bius.

Pengobatan kriptosporidiosis berfokus pada penyembuhan gejala dan mencegah komplikasi dari diare yang parah. Terutama kondisi dehidrasi.

Dokter dapat meresepkan obat antidiare. Namun obat ini hanya akan efektif untuk penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh sehat.

Sementara untuk orang dengan sistem imun rendah yang terkena kriptosporidiosis, dokter akan meresepkan obat guna meningkatkan sistem imunnya dalam melawan infeksi.

Jika dehidrasi yang dialami oleh penderita tidak kunjung membaik atau malah memburuk, penderita akan dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan tambahan melalui infus.

Pencegahan kriptosporidiosis yang utama adalah menjaga kebersihan. Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini:

  • Mencuci tangan

Cucilah tangan Anda setidaknya 20 detik dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Kebiasaan ini harus dilakukan setelah Anda menggunakan toilet, mengganti popok, sebelum dan sesudah makan, serta saat hendak menyiapkan makanan atau memasak.

Pastikan pula Anda mencuci tangan sehabis mengurus peternakan atau menyentuh hewan peliharaan.

Harap diingat bahwa produk pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer) tidak efektif untuk membunuh parasit ini. Jadi, Anda harus tetap mencuci tangan dengan air dan sabun.

  • Membasuh bahan makanan

Semua buah dan sayur mentah yang akan hendak dikonsumsi secara langsung mesti dicuci menggunakan air bersih yang tidak terkontaminasi. Jika Anda bepergian ke negara berkembang, hindari konsumsi makanan yang tidak dimasak.

  • Memperhatikan kebersihan air minum

Anda bisa memasak air hingga mendidih kemudian menyaringnya sebelum diminum, khususnya bisa Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau berada di daerah yang berisiko tinggi kriptosporidiosis.

  • Membatasi aktivitas yang berhubungan dengan air

Sebagai contohnya, kurangi frekuensi Anda untuk berenang di danau, sungai, atau kolam renang umum. Terutama jika Anda memiliki sistem imun rendah

Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami diare yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait skistosomiasis?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kriptosporidiosis. Dengan ini, penanganan yang tepat bisa diberikan dan komplikasi dapat disegah.

CDC. https://www.cdc.gov/parasites/crypto/index.html
Diakses pada 18 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cryptosporidiosis
Diakses pada 18 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cryptosporidium/symptoms-causes/syc-20351870
Diakses pada 18 Oktober 2019

Artikel Terkait