Perut

Kram Menstruasi

Diterbitkan: 09 Dec 2018 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Kram Menstruasi
Banyak perempuan mengalami kram menstruasi ini sebelum dan saat periode menstruasi
Kram menstruasi (dismenorea) adalah nyeri berdenyut atau sakit kram di daerah perut bagian bawah. Banyak perempuan mengalami kram menstruasi ini sebelum dan saat periode menstruasi, dan kondisi ini sebenarnya normal dan belum tentu menandakan adanya penyakit. Kadang kram menstruasi dapat menjadi berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi seperti endometriosis (pertumbuhan jaringan rahim di tempat abnormal) atau fibroid uteri (tumor jinak rahim) dapat menyebabkan kram menstruasi yang hebat. Mengobati penyebab kram adalah kunci untuk mengurangi sakit. Kram menstruasi yang tidak disebabkan oleh kondisi lain cenderung berkurang seiring bertambahnya umur dan akan menghilang setelah melahirkan.
Kram Menstruasi
Dokter spesialis Kandungan
  • Nyeri berdenyut atau sakit kram pada perut bagian bawah
  • Sakit yang dimulai 1–3 hari sebelum menstruasi, dengan puncaknya pada 24 jam setelah menstruasi pertama dan mereda dalam 2–3 hari
  • Nyeri tumpul seperti mulas yang berkelanjutan
  • Nyeri yang menyebar ke punggung bagian belakang dan paha
Beberapa wanita juga dapat mengalami :
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kotoran yang lunak saat buang air besar
Dismenorea terjadi ketika dinding otot dari rahim mengerut (kontraksi). Sebenarnya saat menstruasi, rahim akan terus berkontraksi tetapi terkadang kontraksi tersebut ringan sehingga tidak dirasakan. Saat menstruasi, dinding rahim mulai berkontraksi lebih kuat untuk mendorong lapisan dinding rahim untuk meluruh sebagai bagian dari siklus menstruasi. Ketika otot rahim berkontraksi, otot menekan pembuluh darah di rahim. Oleh karena itu ada gangguan aliran darah sementara dalam rahim. Hal tersebut dapat memicu nyeri. Tidak diketahui kenapa beberapa perempuan mengalami sakit menstruasi yang lebih berat dibandingkan yang lain. Dismenorea yang hebat dapat disebabkan oleh beberapa kelainan seperti endometriosis (pertumbuhan jaringan rahim di tempat yang tidak semestinya), fibroid uteri (tumor jinak pada rahim), atau penyakit radang panggul.Faktor risikoPerempuan akan memiliki risiko kram menstruasi (dismenorea) jika:
  • Usia <30 tahun
  • Memulai pubertas lebih awal, di bawah usia 11 tahun
  • Pendarahan menstruasi yang berat (menoragia)
  • Mengalami pendarahan menstruasi yang tidak biasa, di luar jadwal atau siklus biasanya (metroragia)
  • Sejarah keluarga dengan dismenorea
  • Merokok
KomplikasiSakit atau kram saat menstruasi tidak menyebabkan komplikasi, tetapi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tertentu yang terkait dengan kram menstruasi dapat menimbulkan komplikasi. Sebagai contoh, endometriosis dan penyakit radang panggul dapat menyebabkan permasalahan dalam kesuburan.
Dokter akan melihat sejarah medis dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul. Saat pemeriksaan panggul, dokter akan mengecek ketidaknormalan dalam organ reproduktif dan melihat tanda infeksi. Jika dokter mencurigai bahwa penyakit ini disebabkan oleh kram menstruasi, dokter akan menyarankan tes berikut termasuk:
  • Ultrasound. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar rahim, mulut rahim, tuba falopi dan ovarium
  • CT scan atau MRI disediakan untuk menghasilkan gambar yang lebih detail dibandingkan ultrasound dan dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi tertentu
  • Laparoscopy. Meskipun tidak dibutuhkan, diagnosa kram perut, laparoscopy dapat membantu mendeteksi kondisi tertentu
Terapi akan diberikan sesuai dengan penyebab kram menstruasi. Dokter dapat merekomendasikan terapi berikut:
  • Penghilang rasa sakit
  • Kontrasepsi hormonal jika terdapat gangguan yang terkait hormon seperti endometriosis, atau terdapat keluhan menoragia atau metroragia
  • Operasi jika kram menstruasi diakibatkan oleh endometriosis atau fibroid
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kram menstruasi (dismenorea) yang sangat hebat hingga mengganggu aktivitas dengan atau tanpa pendarahan menstruasi yang banyak. Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kesehatan kandungan) yang dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti ultrasonografi (USG), CT scan, MRI, atau laparoskopi.
  • Buatlah daftar masalah kesehatan dan stress yang dialami
  • Tuliskan obat, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi
  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan
  • Umur berapa anda mulai menstruasi?
  • Berapa jarak antara satu siklus menstruasi dengan siklus lainya dan seberapa panjang periodenya?
  • Seberapa banyak perdarahan saat menstruasi? 
  • Apakah kram perut yang anda alami menyakitkan?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938Diakses pada 17 Oktober 2018NHS. https://www.nhs.uk/conditions/period-pain/Diakses pada 17Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Saat Haid Keluar Gumpalan Darah Seperti Daging, Normalkah?

Sangatlah wajar saat haid keluar gumpalan darah seperti daging, jadi tak perlu panik. Bentuknya seperti gel yang terdiri dari gumpalan darah, jaringan, dan juga darah yang keluar dari rahim saat haid.
07 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Saat haid keluar gumpalan darah seperti daging adalah hal wajar

Tips Meringankan Gejala PMS yang Datang Setiap Bulan

PMS adalah suatu proses normal dialami oleh wanita yang mengalami menstruasi. Sebagian wanita mengalami gejala PMS pada masa subur, seperti kram perut dan nyeri sendi. Mesikipun penyebab PMS belum diketahui, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gejala PMS. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter apabila gejala PMS dirasa terlalu menganggu aktivitas.
23 May 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Biasanya, wanita mengalami kram perut saat dalam masa PMS

Mengenal Cara Mengatasi Darah Haid yang Keluar Terlalu Banyak Menurut Medis

Cara mengatasi darah haid yang keluar terlalu banyak atau menorrhagia bisa menggunakan pil KB, obat penambah hormon, prosedur kuret, dan histerektomi.
04 Jun 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Cara mengatasi darah haid yang keluar terlalu banyak