Perut

Kram Menstruasi

Diterbitkan: 17 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kram Menstruasi
Banyak perempuan mengalami kram menstruasi sebelum maupun saat sedang haid
Kram menstruasi adalah nyeri berdenyut atau kram di sekitar perut bagian bawah. Kram jenis ini banyak dialami oleh kaum hawa sebelum maupun ketika datang bulan.Umumnya, kondisi yang juga disebut dismenorea ini termasuk normal dan belum tentu menandakan penyakit tertentu pada wanita.Hanya saja, nyeri haid bisa mengganggu kenyamanan pada sebagian perempuan hingga menghalangi aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tentu menjengkelkan mengingat kram dapat berlangsung selama beberapa hari setiap bulannya.Beberapa kondisi medis tertentu bisa saja menyebabkan kram menstruasi. Untuk mengurangi jenis kram ini, penyebabnya harus diatasi.Pada kram yang tidak disebabkan oleh kondisi tertentu, gejala biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia wanita. Kram haid juga sering berkurang setelah penderita melahirkan. 
Kram Menstruasi
Dokter spesialis Kandungan
GejalaNyeri atau kram di perut bawah, nyeri tumpul terus-menerus, nyeri menyebar ke punggung dan paha
Faktor risikoUsia di atas 30 tahun, puber sebelum umur 11 tahun, perdarahan haid yang berat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan, MRI, USG, laparoskopi
PengobatanObat-obatan, KB hormonal, operasi
ObatObat- pereda nyeri
KomplikasiRutinitas terganggu, komplikasi dari penyebab kram haid
Kapan harus ke dokter?Mengalami kram menstruasi yang mengganggu aktivitas, memburuk, dan baru muncul setelah usia 25 tahun
Gejala kram menstruasi yang sering dirasakan oleh para perempuan antara lain:

Gejala umum

  • Nyeri berdenyut atau kram pada perut bagian bawah
  • Sakit yang dimulai sejak 1-3 hari sebelum haid, dengan puncak nyeri di 24 jam setelah hari pertama datang bulan dan mereda dalam 2-3 hari
  • Nyeri tumpul seperti mulas yang berkelanjutan
  • Nyeri yang menyebar ke punggung dan paha

Gejala lainnya

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Tinja yang lembek
 
Penyebab kram menstruasi adalah dinding rahim yang mengalami kontraksi alias mengerut. Pada dasarnya, kontraksi terus terjadi pada rahim, tapi ringan. Saking ringannya, kebanyakan wanita tidak merasakannya.Ketika menstruasi tiba, terjadi kontraksi dinding rahim yang lebih kuat. Kontraksi ini akan membantu luruhnya lapisan rahim sebagai bagian dari proses haid.Kontraksi dinding rahim akan menekan pembuluh darah yang melapisi rahim, sehingga memutus suplai darah dan oksigen ke rahim.Ketiadaan oksigen tersebut membuat rahim melepaskan senyawa kimia tertentu. Senyawa inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri.Tubuh juga menghasilkan senyawa kimia lain yang disebut prostaglandin. Senyawa prostaglandin akan mendorong otot rahim lebih sering berkontraksi. Alhasil, rasa sakit akan bertambah parah.Hingga kini, masih belum diketahui dengan pasti alasan kenapa sebagian perempuan mengalami rasa sakit yang lebih hebat daripada yang lain. Namun, hal ini mungkin terjadi karena adanya penumpukan prostaglandin.Kondisi lain di bawah ini juga dapat menyebabkan munculnya kram menstruasi:
  • Endometriosis

Endometriosis muncul saat jaringan dinding rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini paling sering muncul di tuba falopi, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul.
  • Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan non-kanker di dinding rahim. Wanita yang mengalaminya, bisa merasakan sakit layaknya kram menstruasi.
  • Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi jaringan pelapis rahim tumbuh dalam dinding otot rahim.
  • Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul merupakan infeksi pada organ reproduksi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang menyebar lewat hubungan seks.
  • Alat kontrasepsi

Salah satu alat kontrasepsi yang bisa menyebabkan nyeri menstruasi adalah KB spiral alias IUD. Alat ini terbuat dari tembaga dan plastik yang dimasukkan ke dalam vagina.Terkadang, IUD bisa menyebabkan nyeri haid, terutam selama beberapa bulan pertama pemakaian.  
  • Stenosis serviks

Pada beberapa wanita, pembukaan leher rahim (serviks) terlalu kecil, sehingga menghalangi aliran darah haid. Kondisi dengan nama stenosis serviks ini kemudian memicu peningkatan tekanan yang menyakitkan di dalam rahim. 

Faktor risiko kram menstruasi

Beberapa kondisi di bawah ini dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kram menstruasi:
  • Usia di atas 30 tahun
  • Pubertas lebih awal, yakni di bawah usia 11 tahun
  • Perdarahan haid yang berat (menoragia)
  • Perdarahan menstruasi yang tidak biasa, yakni di luar siklus (metroragia)
  • Riwayat nyeri haid dalam keluarga
  • Merokok
 
Diagnosis penyebab kram menstruasi bisa dilakukan dokter dengan cara-cara berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala kram menstruasi dan riwayat medis pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul, untuk mengecek ada tidaknya keabnormalan pada organ reproduksi dan tanda-tanda infeksi.Jika mencurigai bahwa kram haid disebabkan oleh penyakit tertentu, dokter akan menyarankan sederet tes di bawah ini:
  • USG

USG menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar dari struktur rahim, serviks, tuba falopi, dan ovarium.
  • CT scan atau MRI

Pemindaian CT scan atau MRI digunakan untuk menghasilkan gambar yang lebih detail dibandingkan ultrasound. Metode ini dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi tertentu.
  • Laparoskopi

Meski jarang, laparoskopi bisa dilakukan untuk mendeteksi kondisi medis tertentu. Misalnya, endometriosis, mioma uteri, kista ovarium, dan kehamilan ektopik. 
Cara mengobati kram menstruasi bisa dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Menempelkan kompres hangat

Kompres hangat mungkin bisa membantu dalam mengurangi nyeri. Kompres ini bisa ditempelkan pada perut atau punggung.Jika memungkinkan, penderita kram haid juga bisa mandi berendam dalam air hangat guna meredakan gejala.
  • Mengubah pola hidup

Wanita yang mengalami kram menstruasi dapat memperbaiki atau mengubah pola hidup untuk mengurangi gejala. Misalnya, tidak merokok, jangan mengonsumsi alkohol, cukup istirahat, menghindari kafein dan garam, mengelola stres, serta memijat lembut bagian punggung atau perut yang sakit.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit

Untuk meredakan rasa sakit akibat menstruasi, mengonsumsi obat pereda nyeri mungkin bisa membantu. Obat ini umumnya bisa berupa obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen atau naproksen.
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal dapat dianjurkan untuk meredakan nyeri haid. Kontrasepsi jenis ini mengandung hormon yang akan mencegah ovulasi dan mengurangi tingkat keparahan kram.
  • Menjalani operasi

Jika nyeri haid muncul karena kondisi medis tertentu (seperti endometriosis atau polip rahim), operasi mungkin diperlukan.Melalui operasi, dokter dapat mengangkat jaringan yang mengganggu atau memperbaiki masalah yang timbul. Operasi pengangkatan rahim bahkan mungkin dilakukan jika penanganan nyeri haid lain tidak efektif untuk menangani rasa sakit. 

Komplikasi kram menstruasi

Komplikasi kram menstruasi sejatinya tidak ada. Tapi kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan rutinitas penderitanya.Meski begitu, kram haid akibat penyakit tertentu perlu diwaspadai. Pasalnya, penyakit di balik kondisi ini mungkin saja menimbulkan komplikasi.Sebagai contohnya, endometriosis dan radang panggul dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada wanita. 
Cara mencegah kram menstruasi mungkin bisa dilakukan dengan menurunkan risikonya dengan cara-cara di bawah ini:
  • Rutin berolahraga, yakni setidaknya 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu
  • Jangan merokok
  • Mengelola stres, misalnya dengan melakukan hobi, meditasi, atau yoga
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol
 
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami:
  • Kram haid yang parah
  • Kram menstruasi yang mengganggu rutinitas
  • Nyeri haid yang bertambah parah
  • Kram menstruasi yang parah dan baru muncul setelah usia 25 tahun
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kram menstruasi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan penyebab kram menstruasi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938Diakses pada 17 Oktober 2018NHS. https://www.nhs.uk/conditions/period-pain/Diakses pada 17Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email