Kostokondritis

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Kostokondritis

Kostokondritis adalah terminologi medis untuk peradangan pada kartilago (tulang rawan), yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada. Area ini diketahui juga sebagai sendi kostokondral. 

Kartilago atau tulang rawan adalah jaringan ikat lentur serta kuat, yang ditemukan di seluruh tubuh, termasuk sendi di antara tulang. Kartilago bertindak sebagai peredam kejut, dan merupakan  bantalan sendi. 

Rasa sakit atau nyeri pada kostokondritis dapat menyerupai serangan jantung atau kondisi jantung lainnya.

Kostokondritis terkadang dikenal sebagai sakit pada dinding dada, sindrom kostosternal atau costosternal chondrodynia. Terkadang, kondisi ini dapat disertai dengan pembengkakan yang dikenal sebagai sindrom tietze.

Sindrom tietze merupakan kondisi yang jarang terjadi, dan seringkali menyebabkan pembengkakan pada dada, yang dapat terus ada, bahkan setelah rasa sakit hilang. Kondisi ini biasanya terjadi pada individu dewasa muda di bawah usia 40 tahun. 

Kostokondritis biasanya tidak menunjukkan penyebab yang jelas, dan pengobatan fokus pada meringankan rasa sakit, sambil menunggu kondisi membaik dengan sendirinya. 

Kostokondritis dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa minggu meskipun dapat berlangsung hingga hitungan bulan. Beberapa kasus mungkin memerlukan pengobatan. Kondisi ini tidak menyebabkan masalah permanen, tetapi terkadang dapat kambuh.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Orang dengan kostokondritis seringkali mengalami sakit pada dada bagian atas dan di tengah area tulang rusuk, pada kedua sisi tulang dada. Sakitnya tajam, pegal atau seperti ada tekanan dan dapat menyebar ke punggung atau perut. Sakitnya dapat memburuk jika Anda bergerak, meregangkan tubuh, batuk, bersin atau menarik napas dalam. 

Gejala ini dapat mengindikasikan kondisi lain termasuk serangan jantung. Carilah pertolongan medis jika mengalami sakit dada yang berulang.

Penyebab

Penyebab utama dari kostokondritis pada kebanyakan orang tidak diketahui. Namun, kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Trauma pada dada seperti benturan dari benda tumpul akibat kecelakaan mobil atau terjatuh 
  • Ketegangan fisik dari aktivitas seperti mengangkat beban berat dan olahraga berat
  • Virus tertentu atau gangguan pernapasan seperti tuberkulosis (TBC) dan sifilis, yang dapat menyebabkan peradangan sendi 
  • Beberapa tipe artritis seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis atau ankylosing spondylitis. 
  • Tumor jinak maupun ganas pada area sendi kostosternal

Faktor Risiko

Kostokondritis timbul lebih sering pada wanita dan individu di atas usia 40 tahun. Selain itu, risiko untuk menderita kostokondritis akan meningkat apabila:

  • Menjalani aktivitas atau olahraga dengan penggunaan sendi yang menopang berat badan secara intens
  • Melakukan pekerjaan fisik. 
  • Memiliki alergi dan seringkali terpapar dengan bahan iritan 

Selain itu, risiko akan meningkat jika memiliki kondisi berupa:

 

  • Rheumatoid arthritis
  • Ankylosing spondylitis
  • Artritis reaktif (sindrom Reiter)

 

 

Mengangkat benda atau beban berat secara tidak benar, dapat memberikan tekanan atau beban pada otot dada. Oleh karena itu, orang muda disarankan menggunakan teknik yang benar saat mengangkat benda berat. Selain itu, orang dewasa pun sebaiknya melakukan pekerjaan fisik dengan hati-hati.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dengan meraba area tulang dada untuk memeriksa rasa sakit pada penekanan atau pembengkakan. Dokter juga akan menggerakkan tulang rusuk atau lengan dengan cara tertentu, untuk memicu gejala yang dialami, serta mencari tanda dari infeksi maupun peradangan. 

Selain itu, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, waktu serta lokasi terjadinya gejala. Dokter juga akan memeriksa riwayat penyakit pasien dan keluarga pasien.

Rasa sakit pada kostokondritis dapat menyerupai rasa sakit yang berhubungan dengan penyakit jantung, penyakit paru-paru, gangguan pencernaan dan osteoarthritis. Tidak ada pemeriksaan penunjang atau pencitraan yang dapat dipakai untuk menegakkan diagnosis.

Namun, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tertentu seperti foto rontgen dada, pemeriksaan darah, elektrokardiogram (EKG), CT scan atau MRI, untuk menyingkirkan kondisi yang dapat menyebabkan gejala kostokondritis. 

Pengobatan

Kostokondritis biasanya dapat membaik dengan sendirinya, walaupun dapat berlangsung selama beberapa minggu atau lebih lama. 

Dokter akan fokus untuk meredakan rasa sakit dan mungkin merekomendasikan satu atau lebih hal berikut ini.

  • Penghilang rasa sakit seperti :  
    • Parasetamol, aspirin atau obat antiradang nonsteroid seperti ibuprofen, apabila rasa sakit yang dirasakan dalam tingkat ringan atau sedang. Aspirin sebaiknya tidak diberikan pada anak maupun remaja di bawah usia 16 tahun. 
    • Obat golongan narkotika apabila rasa sakit yang diderita berat, dengan pengawasan oleh dokter.
    • Obat antidepresan, yang memang seringkali digunakan untuk mengontrol rasa nyeri kronis, terutama apabila membuat Anda terjaga sepanjang malam
    • Obat antikejang seperti obat epilepsi, untuk mengontrol rasa sakit kronis. 
    • Kortikosteroid oral atau injeksi pada area yang terkena dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Penggunaan kortikosteroid hanya disarankan jika rasa sakit yang dirasakan berat dan apabila obat antiradang nonsteroid tidak dapat diberikan atau tidak efektif.
  • Kompres panas atau bantalan panas dan kompres es, yang digunakan bergantian pada area yang sakit
  • Perubahan gaya hidup, apabila menderita kostokondritis persisten atau kronis, dengan menghindari aktivitas fisik yang memperparah rasa sakit, seperti mengangkat benda berat. 
  • Fisioterapi dengan melakukan latihan peregangan yang lembut untuk otot dada 
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), yang dilakukan dengan menggunakan arus listrik lemah, untuk menghentikan saraf mengirim sinyal sakit ke otak. Metode ini juga akan merangsang produksi endorphin, sebagai antinyeri alami yang dihasilkan oleh tubuh. Namun, metode ini tidak selalu berhasil untuk setiap orang. 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami sakit pada dada, Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mencegah hal-hal yang membahayakan nyawa, seperti serangan jantung.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan setiap gejala, termasuk yang tidak berhubungan dengan alasan mengunjungi dokter
  • Tuliskan informasi medis, termasuk kondisi dan riwayat cedera pada sendi yang sakit 
  • Tuliskan informasi pribadi, termasuk perubahan besar dan tekanan di dalam hidup
  • Tuliskan obat, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi beserta dosisnya
  • Mintalah teman atau keluarga untuk menemani dan membantu mengingat informasi yang diberikan 
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, untuk membantu dokter mendiagnosis lebih baik.

  • Kapan gejala mulai dirasakan dan apakah gejala tersebut memburuk seiring berjalannya waktu?
  • Di manakah tepatnya lokasi dari rasa sakit atau nyeri yang dirasakan?
  • Apakah latihan atau kegiatan fisik membuat gejala memburuk?
  • Apakah ada kondisi lain yang membuat rasa sakit memburuk atau membaik?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan untuk bernapas?
  • Apakah Anda menderita infeksi pernapasan belakangan ini?
  • Apakah Anda pernah mengalami cedera pada dada baru-baru ini?
  • Apakah Anda pernah didiagnosis dengan kondisi medis lain?
  • Apakah Anda mengalami stres atau perubahan yang drastis?
  • Apakah Anda mengetahui adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung?
Referensi

Healhtline. https://www.healthline.com/health/costochondritis#diagnosis
Diakses pada 11 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/costochondritis/diagnosis-treatment/drc-20371180
Didakses pada 11 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/costochondritis/symptoms-causes/syc-20371175
Diakses pada 11 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/costochondritis/
Diakses pada 11 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/what-is-costochondritis
Diakses pada 11 Desember 2018

Back to Top