Penyakit Lainnya

Kostokondritis

08 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kostokondritis
Kostokondritis terjadi pada tulang rawan yang menghubungkan rusuk dengan tulang dada
Kostokondritis adalah terminologi medis untuk peradangan pada kartilago (tulang rawan), yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada. Area ini diketahui juga sebagai sendi kostokondral. Kartilago atau tulang rawan adalah jaringan ikat lentur serta kuat, yang ditemukan di seluruh tubuh, termasuk sendi di antara tulang. Kartilago bertindak sebagai peredam kejut, dan merupakan  bantalan sendi. Rasa sakit atau nyeri pada kostokondritis dapat menyerupai serangan jantung atau kondisi jantung lainnya.Kostokondritis terkadang dikenal sebagai sakit pada dinding dada, sindrom kostosternal atau costosternal chondrodynia. Terkadang, kondisi ini dapat disertai dengan pembengkakan yang dikenal sebagai sindrom tietze. Sindrom tietze merupakan kondisi yang jarang terjadi, dan seringkali menyebabkan pembengkakan pada dada, yang dapat terus ada, bahkan setelah rasa sakit hilang. Kondisi ini biasanya terjadi pada individu dewasa muda di bawah usia 40 tahun. Kostokondritis biasanya tidak menunjukkan penyebab yang jelas, dan pengobatan fokus pada meringankan rasa sakit, sambil menunggu kondisi membaik dengan sendirinya. Kostokondritis dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa minggu meskipun dapat berlangsung hingga hitungan bulan. Beberapa kasus mungkin memerlukan pengobatan. Kondisi ini tidak menyebabkan masalah permanen, tetapi terkadang dapat kambuh. 
Kostokondritis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit di dada atas dan tengah area tulang rusuk, di kedua sisi tulang dada
Faktor risikoOlahraga, pekerjaan fisik, alergi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan
PengobatanObat-obatan, kompres, perubahan gaya hidup
ObatParacetamol, ibuprofen
KomplikasiLemah, kekambuhan penyakit
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri dada
Gejala kostokondritis sering berupa sakit pada dada bagian atas dan tengah area tulang rusuk, pada kedua sisi tulang dada. Nyeri akan terasa tajam, pegal, atau seperti ada tekanan dan bisa menyebar ke punggung serta perut.Nyeri dapat memburuk ketika penderita bergerak, meregang tubuh, batuk, bersin, atau menarik napas dalam. Gejala ini dapat mengindikasikan kondisi lain termasuk serangan jantung. Karena itu, segera cari pertolongan medis jika mengalami sakit dada yang berulang. 
Penyebab utama dari kostokondritis pada kebanyakan orang tidak diketahui. Namun, kondisi ini dapat disebabkan oleh:
  • Trauma pada dada seperti benturan dari benda tumpul akibat kecelakaan mobil atau terjatuh 
  • Ketegangan fisik dari aktivitas seperti mengangkat beban berat dan olahraga berat
  • Virus tertentu atau gangguan pernapasan seperti tuberkulosis (TBC) dan sifilis, yang dapat menyebabkan peradangan sendi 
  • Beberapa tipe artritis seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis atau ankylosing spondylitis. 
  • Tumor jinak maupun ganas pada area sendi kostosternal
 

Faktor risiko kostokondritis

Kostokondritis timbul lebih sering pada wanita dan individu di atas usia 40 tahun. Selain itu, risiko untuk menderita kostokondritis akan meningkat apabila:
  • Menjalani aktivitas atau olahraga dengan penggunaan sendi yang menopang berat badan secara intens
  • Melakukan pekerjaan fisik
  • Memiliki alergi dan seringkali terpapar dengan bahan iritan 
Selain itu, risiko akan meningkat jika memiliki kondisi berupa:
Mengangkat benda atau beban berat secara tidak benar, dapat memberikan tekanan atau beban pada otot dada. Oleh karena itu, orang muda disarankan menggunakan teknik yang benar saat mengangkat benda berat. Selain itu, orang dewasa pun sebaiknya melakukan pekerjaan fisik dengan hati-hati. 
Untuk menentukan diagnosis kostokondritis, dokter bisa melakukan beberapa metode pemesriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien serta waktu dan lokasi kemunculan gejala. Begitu juga dengan riwayat penyakit pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba area tulang dada pasieng, untuk memeriksa rasa sakit pada penekanan atau pembengkakan. Dokter juga akan menggerakkan tulang rusuk atau lengan pasien guna memicu gejala serta mencari ada tidaknya tanda infeksi maupun peradangan. 
  • Pemeriksaan lain

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lain berupa rontgen dada, tes darah, elektrokardiogram (EKG), CT scan, atau MRI. Tujuannya adalah menyingkirkan kondisi yang dapat menyebabkan gejala yang serupa, seperti serangan jantung, penyakit paru, gangguan pencernaan, dan osteoarthritis. 
Kostokondritis biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Namun kondisi ini juga dapat berlangsung selama beberapa minggu atau lebih lama.Dokter akan fokus pada meredakan rasa sakit sebagai cara mengobati kostokondritis. Beberapa contoh penanganannya meliputi:

Obat penghilang rasa sakit  

  • Paracetamol, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen untuk menangani rasa sakit tingkat ringan atau sedang. Tapi aspirin sebaiknya tidak diberikan pada pasien di bawah usia 16 tahun.
  • Obat golongan narkotika jika sakit termasuk berat. Obat ini harus diberikan di bawah pengawasan dokter.
  • Obat antidepresan untuk mengendalikan nyeri kronis, terutama apabila pasien terjaga sepanjang malam karena nyeri.
  • Obat antikejang untuk mengontrol sakit kronis. 
  • Kortikosteroid minum atau suntik guna mengurangi sakit dan pembengkakan. Penggunaan obat ini hanya disarankan jika nyeri berat dan OAINS tidak efektif.

Kompres

Kompres panas atau bantalan panas dan kompres es, yang digunakan bergantian pada area yang sakit

Perubahan gaya hidup

Apabila menderita kostokondritis persisten atau kronis, dengan menghindari aktivitas fisik yang memperparah rasa sakit, seperti mengangkat benda berat. 

Fisioterapi

Fisioterapi dengan melakukan latihan peregangan yang lembut untuk otot dada 

Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)

TENS menggunakan arus listrik lemah untuk menghentikan saraf pengirim sinyal sakit ke otak. Metode ini juga akan merangsang produksi hormon endorfin, sebagai antinyeri alami tubuh. Namun harap diingat bahwa metode TENS belum tentu memberikan hasil efektif pada setiap pasien.Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, komplikasi kostokondritis yang bisa muncul adalah kelemahan. Kondisi ini juga mungkin kambuh bahkan setelah pengobatan, contohnya saat pasien berolahraga atau melakukan aktivitas tertentu. 
Karena penyebabnya belum diketahui secara jelas, cara mencegah kostokondritis juga belum tersedia. 
Jika mengalami sakit pada dada, Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mencegah hal-hal yang membahayakan nyawa, seperti serangan jantung. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kostokondritis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kostokondritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healhtline. https://www.healthline.com/health/costochondritis#diagnosis
Diakses pada 8 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/costochondritis/symptoms-causes/syc-20371175
Diakses pada 8 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/costochondritis/
Diakses pada 8 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/what-is-costochondritis
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email