Korengan di Kepala

Diterbitkan: 11 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Korengan di Kepala
Bentuk korengan yang paling umum berupa bercak seperti kerak
Korengan di kepala dapat muncul akibat berbagai kondisi medis. Bentuknya yang paling umum berupa bercak seperti kerak pada kulit kepala yang jauh lebih kering daripada kulit di sekitarnya.Ukurannya bisa kecil dan tersebar berjauhan atau ada yang berukuran lebih kecil tapi berdekatan sehingga terlihat seperti koreng yang besar. Area kulit kepala yang tidak terdapat koreng akan terasa halus saat disentuh, sementara kulit kepala yang korengan akan terasa keras dan kasar.Koreng di kulit kepala sering kali tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, terkadang hal ini bisa menandakan suatu kondisi yang memerlukan perawatan, seperti psoriasis, dermatitis kontak, atau kutu rambut.Mengetahui penyebab korengan di kepala adalah langkah utama dalam menentukan pengobatan yang paling tepat.
Sejumlah kondisi kesehatan berikut, dapat menjadi penyebab kepala korengan, di antaranya adalah:1. Dermatitis kontak Dermatitis kontak adalah tipe eksim yang menimbulkan peradangan berupa ruam gatal dan kemerahan pada kulit. Hal ini dapat menimpa bagian kulit manapun termasuk kulit kepala.Dermatitis kontak yang menyebabkan korengan di kepala biasanya merupakan reaksi hipersensitivitas dari tubuh akibat adanya zat asing (alergen) yang bersentuhan dengan kulit kepala.Reaksi alergi ini bisa disebabkan oleh:
  • produk kesehatan dan kecantikan, seperti sampo dan pewarna rambut.
  • Bahan tertentu, seperti lateks
  • Dedaunan di luar ruangan, seperti jelatang (poison ivy)
  • Zat beracun, seperti asam baterai atau pemutih
Reaksi alergi dapat menyebabkan kulit kepala mengembangkan bercak kering yang terasa gatal atau memberikan sensasi terbakar. Jika bercak itu digaruk, perdarahan dapat terjadi dan koreng pun bisa muncul.2. Dermatitis seboroik (ketombe)Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang menyebabkan peradangan menahun pada daerah dengan kelenjar minyak (kelenjar sebacea) seperti kulit kepala.Gejalanya meliputi kulit kepala yang gatal mengelupas, terdapat koreng atau keropeng, muncul bercak kulit berkerak biasanya berwarna putih atau kuning yang dapat juga menempel pada batang rambut.3. Psoriasis kulit kepala Psoriasis adalah kondisi kulit tidak menular yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh Anda. Pada psoriasis yang menyerang kulit kepala, bercak merah yang bisa mengelupas, terasa gatal dan bertekstur retak dapat terjadi.Terkadang, kepala dapat berdarah karena luka akibat garukan yang dipicu rasa gatal. Pada kasus tertentu, psoriasis kulit kepala dapat menyebabkan koreng tebal berwarna abu-abu keperakan di seluruh kulit kepala.4. Kurap di kulit kepalaKurap adalah infeksi jamur yang menyerang kulit, batang rambut, dan kulit kepala Anda. Gejala berupa gatal dan bercak bersisik seperti koreng.5. Kutu kepalaEndoparasit adalah suatu kondisi di mana ada organisme hidup di dalam inang. Dalam hal ini, kutu rambut sebagai parasit kerap kali menumpang hidup di kulit kepala manusia sebagai inangnya. Seseorang yang kulit kepalanya ditumbuhi kutu dapat merasakan gejala berupa gatal, hingga terdapat benjolan atau luka yang dapat berkembang menjadi koreng.6. JerawatJerawat paling sering muncul di wajah, namun bisa juga tumbuh di area seperti kulit kepala yang terdapat folikel rambut. Ketika kulit kepala tersumbat karena keringat, minyak, sel mati atau infeksi bakteri, maka jerawat dapat muncul dan bisa membentuk koreng dapat menyebabkan jerawat dan koreng.7. Lichen planusLichen planus dapat menyebabkan kulit kepala teriritasi, mengelupas atau bersisik dan mengerak hingga terlihat seperti korengan. Lichen planus adalah kondisi medis yang biasanya disebabkan oleh stres atau sebagai efek samping dari perawatan medis.8. cacar api (Herpes zoster)Cacar api atau herpes zoster adalah infeksi virus varicella zoster dengan gejala berupa ruam kemerahan pada kulit dan dapat terasa nyeri. Herpes zoster umumnya menyerang kulit tubuh, tetapi juga bisa menimpa kulit kepala. Ketika ruam cacar api terbentuk di kulit kepala, hal itu dapat berkembang menjadi koreng.9. Folikulitis eosinofilikFolikulitis eosinofilik adalah penyakit kulit termasuk kulit kepala yang menyebabkan luka gatal, meradang, dan berisi nanah. Saat luka di kepala tersebut sembuh, maka akan meninggalkan bercak kulit yang lebih gelap. Penyakit ini cenderung memengaruhi orang yang mengidap HIV stadium lanjut.10. Dermatitis herpetiformisDermatitis herpetiformis adalah suatu kondisi kronik yang ditandai dengan gatal parah, ruam kulit, keropeng dan kulit melepuh. Kondisi ini dapat terjadi akibat intoleransi terhadap gluten (gluten-sensitive enteropathy) atau yang umumnya disebut sebagai penyakit celiac11. ImpetigoImpetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya berupa luka dan lecet yang terasa gatal. Luka tersebut biasanya muncul di wajah, area di sekitar mulut, kulit kepala atau di sepanjang garis rambut.Infeksi ini dapat terjadi ketika bakteri Staphylococcus atau Streptococcus memasuki kulit karena adanya luka terbuka. Impetigo merupakan infeksi kulit yang menular dan dapat menyebar. Kondisi ini umum terjadi pada bayi atau anak-anak.12. luka akibat lupusLupus adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan dalam tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat. antibodi ini dapat menyebabkan nyeri dan peradangan.Lesi atau ruam pada penderita lupus dapat muncul di area yang sering terkena sinar matahari, seperti kepala, wajah, dan leher. Jika lesi terjadi di kulit kepala, gejala yang ditunjukkan meliputi rambut rontok dan jaringan parut yang teraba seperti koreng.13. KistaKista adalah kantung berisi cairan yang dapat berkembang di bawah kulit. Kista yang berkembang di kulit kepala biasanya adalah kista trikilemmal.Saat kista tumbuh, kista bisa pecah dan menyebabkan luka serta koreng. Sering menyentuh atau mencoba mengeluarkan kista dapat merusak kulit, juga dapat menyebabkan luka dan koreng yang sering kali terinfeksi. Kista umumnya tumbuh dari kulit yang cedera atau ketika minyak menyumbat folikel rambut.14. Kanker kulit kepalaMeski sangat jarang, korengan di kepala dapat menjadi salah satu gejala kanker kulit. Kanker kulit paling sering berkembang di daerah yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, lengan dan kulit kepala.
Korengan di kulit kepala sering kali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, segera konsultasikan pada dokter apabila koreng di kepala memiliki kondisi berikut ini:
  • Terasa sangat sakit atau gatal
  • Tidak kunjung hilang dan bertambah parah
  • Setelah hilang terus kembali muncul
  • Dialami oleh bayi atau anak-anak
  • Disertai gejala lain, seperti:
    • Demam
    • Kulit kepala membengkak
    • Ada tanda-tanda infeksi
  • Koreng muncul saat tengah menjalani program cuci darah atau pengobatan kanker
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/scalp-scabs#seeking-help
Diakses pada 21 April 2021
Skinstore. https://www.skinstore.com/blog/beauty-center/crusty-scalp/
Diakses pada 21 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323588#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 21 April 2021
Skinkraft. https://skinkraft.com/blogs/articles/scabs-on-scalp
Diakses pada 21 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/scalp-buildup#treatment
Diakses pada 21 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email