Mata

Konjungtivitis (Mata Merah)

Diterbitkan: 21 Nov 2018 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Konjungtivitis (Mata Merah)
Mata merah menjadi salah satu gejala peradangan kelopak mata atau konjungtivitis.
Konjungtivitis adalah peradangan atau infeksi pada konjungtiva. Konjungtiva merupakan membran transparan yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian putih bola mata.Ketika pembuluh darah kecil di konjungtiva mengalami peradangan, pembuluh darah menjadi lebih terlihat. Inilah yang menyebabkan warna putih pada bola mata tampak kemerahan.Terdapat banyak penyebab konjungtivitis atau mata merah, dari infeksi virus atau bakteri hingga iritasi mata oleh zat kimiawi atau benda asing. Mata merah sangat mudah menular namun jarang berkomplikasi serius.Walaupun jangan memicu komplikasi serius, Anda sebaiknya tidak meremehkan konjungtivitis. Terutama bila gejala konjungtivitis berlangsung dalam jangka waktu lama. Anda perlu segera mengubungi dokter jika ini terjadi. 
Konjungtivitis (Mata Merah)
Dokter spesialis Mata
GejalaMata merah, mata gatal, kotoran mata
Faktor risikoTerpapar alergen, kontak dengan penderita konjungtivitis
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan mata, kultur
PengobatanObat
KomplikasiPeradangan kornea, gangguan penglihatan
Kapan harus ke dokter?Mata merah, penglihatan kabur, seperti ada yang mengganjal di mata
Gejala umum konjungtivitis antara lain:
  • Mata merah
  • Terasa gatal pada satu atau kedua mata
  • Terasa pedas pada satu atau kedua mata
  • Terdapat kotoran pada satu atau kedua mata yang membentuk kerak pada malam hari yang dapat mempersulit mata membuka di pagi hari
  • Adanya robekan
 
Penyebab konjungtivitis sangat beragam. Beberapa hal yang bisa memicu mata merah ini meliputi:
  • Infeksi virus dan bakteri

Virus yang paling sering menyebabkan konjungtivitis adalah adenovirus, seperti virus herpes simpleks, virus varicella  zoster, dan jenis virus lainnya (termasuk virus corona).Baik konjungtivitis yang disebabkan infeksi bakteri maupun virus terjadi bersamaan dengan gejala saluran pernapasan, seperti nyeri tenggorokan dan sama-sama sangat mudah menular. Penularan infeksi ini bisa terjadi lewat kontak langsung atau tidak langsung dengan cairan mata dari penderita.
  • Alergi

Aalergi dapat menyebabkan gejala konjungtivitis. Ketika terpapar zat alergen, tubuh merespons dengan menghasilkan antibodi imunoglobulin E (IgE).Tubuh selanjutnya melepaskan histamin yang menyebabkan berbagai gejala dan tanda alergi termasuk mata merah. Konjungtivitis alergi menyebabkan rasa gatal yang intens pada mata, mata berair, dan peradangan mata.
  • Iritasi

Iritasi oleh percikan zat kimiawi atau benda asing pada mata: iritasi mata oleh percikan zat kimiawi atau benda asing pada mata dapat menyebabkan mata berair dan timbulnya sekret pada mata yang dapat membaik sendiri dalam beberapa hari.Penanganan awal bila mata terkena percikan zat kimawi atau benda asing adalah dengan melakukan pembilasan mata. Bila pembilasan mata tidak meredakan gejala, segeralah menghubungi dokter Anda.Ada pula sederet faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami mata merah. Beberapa fakotr risiko konjungtivitis ini meliputi:
  • Kurang menjaga kebersihan, misalnya jarang mencuci tangan
  • Sering menggosok mata
  • Memakai lensa kontak, terutama jenis yang dipakai dalam durasi waktu lama
 
Diagnosis konjungtivitis dapat ditegakkan dengan wawancara mengenai gejala yang Anda alami dan riwayat penyakit yang diderita, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Diagnosis konjungtivitis dapat ditegakkan melalui data-data berikut:
  • Wawancara mengenai gejala yang dirasakan, kapan gejala mulai muncul, dan apa saja faktor risiko yang dimiliki pasien untuk mengalami konjungtivitis
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan untuk menentukan apakah fungsi penglihatan terganggu
  • Penilaian kondisi konjungtiva dan bagian luar mata menggunakan alat dengan cahaya terang
  • Penilaian bagian dalam mata untuk memastikan tidak ada jaringan mata yang mengalami masalah
  • Pemeriksaan penunjang berupa kultur atau apusan jaringan konjungtiva. Hal ini terutama penting pada kasus konjungtivitis kronis dimana kondisinya tidak berespon terhadap terapi awal yang diberikan.
 
Cara mengobati konjungtivitis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi konjungtivitis adalah:
  • Konjungtivitis akibat infeksi virus biasanya tidak memerlukan pengobatan karena seperti infeksi virus lainnya, konjungtivitis akibat infeksi virus dapat sembuh sendiri. Anda dapat meredakan gejala dengan mengaplikasikan kompres basah dan dining pada mata beberapa kali sehari.
  • Konjungtivitis akibat infeksi bakteri dapat diatasi dengan obat tetes antibiotik atau salep antibiotik
  • Konjungtivitis akibat alergi dapat diatasi dengan obat anti-alergi
  • Konjungtivitis akibat iritasi zat kimiawi dapat diatasi dengan melakukan pembilasan pada mata dengan cairan salin yang dilakukan dengan hati-hati. Terkadang juga diperlukan obat tetes steroid. Iritasi mata oleh zat kimiawi yang bersifat basa dapat berkomplikasi serius pada mata, oleh karena itu bila terkena percikan zat kimiawi segeralah membilasnya terlebih dahulu dengan air mengalir dan secepatnya berkonsultasi dengan dokter.
Bila Anda mengalami gejala konjungtivitis yang tidak ditangani dengan baik, Anda dapat mengalami komplikasi berupa peradangan pada kornea. Kondisi ini bisa mempengaruhi fungsi penglihatan. 
Cara mencegah konjungtivitis yang bisa dilakukan dengan langkah di bawah ini:
  • Rajin mencuci tangan

Cucilah tangan secara menyeluruh dan sering, terutama jika Anda hendak menyentuh mata atau area di sekitarnya. Jika Anda mengalami konjungtivitis, jangan menyentuh mata dengan tangan Anda.
  • Jangan saling meminjamkan barang pribadi

Virus atau bakteri juga dapat masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut. Jadi jangan saling meminjamkan handuk, sarung bantal, atau saputangan dengan siapapun, termasuk anggota keluarga Anda sendiri. Jangan menggunakan tetes mata atau kosmetik orang lain, terutama pensil eyeliner dan maskara.
  • Menghindari pemicu alergi

Apabila konjungtivitis disebabkan oleh alergi, hindari alergen atau pemicu alergi Anda.
  • Jangan menggosok mata

Kebiasaan ini akan memperburuk kondisi mata merah. Anda bisa memercikkan air dingin ke wajah dan mata Anda untuk mengurangi rasa gatal yang mungkin muncul.Anda juga dapat memakai obat tetes mata yang berisi air mata buatan untuk membasahi mata yang kering atau gatal. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Mata merah
  • Sensasi seperti ada benda asing pada mata
  • Penglihatan kabur
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait konjungtivitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis konjungtivitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pink-eye/symptoms-causes/syc-20376355
Diakses pada 11 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/understanding-conjunctivitis-prevention
Diakses pada 11 Oktober 2018
American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/conjunctivitis
Diakses pada 15 Juli 2020
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/conjunctivitis.htm
Diakses pada 15 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Lakukan Cara Ini untuk Mengatasi Mata Kering pada Lansia

Mata kering dan berbagai gangguan mata lain dapat terjadi pada lansia. Menjaga kesehatan mata dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok, dan rutin menjalani pengecekan mata.
21 Jun 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Risiko mata kering pada lansia dapat diatasi dengan mengonsumsi sayur dan buah 5-9 takaran per hari

Operasi Mata Juling pada Anak untuk Kembalikan Percaya Diri

Operasi mata juling pada anak bisa dilakukan sebagai langkah mengembalikan kepercayaan dirinya. Operasi ini direkomendasikan agar penglihatan binokular anak normal.
22 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Operasi mata juling pada anak untuk kembalikan rasa percaya diri

Sederet Gejala Sakit Mata Ini Tidak Boleh Disepelekan

Gejala sakit mata bisa bermacam-macam, dari mata merah, nyeri, gatal, dan berair, hingga pandangan yang kabur. Anda perlu mengenalinya agar bisa ditangani dengan saksama.
19 Jun 2020|Lenny Tan
Baca selengkapnya
Salah satu gejala sakit mata adalah nyeri pada mata