Konjungtivitis

Ditinjau dr. Indra Wijaya, Sp.PD-KMED, M.Kes, FINASIM pada 31 Okt 2018
Peradangan pada kelopak mata atau konjungtivitis seringkali menimbulkan gejala mata merah.
Mata merah menjadi salah satu gejala peradangan kelopak mata atau konjungtivitis.

Pengertian Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah salah satu penyakit mata dimana terjadi peradangan atau infeksi pada membran transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata. Ketika pembuluh darah kecil di konjungtiva meradang, pembuluh darah ini menjadi lebih terlihat. Inilah yang menyebabkan warna putih pada mata tampak kemerahan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala umum konjungtivitis antara lain:

  • Mata merah.
  • Terasa gatal pada satu atau kedua mata.
  • Terasa pedas pada satu atau kedua mata.
  • Terdapat kotoran pada satu atau kedua mata yang membentuk kerak pada malam hari yang dapat mempersulit mata membuka di pagi hari.
  • Adanya robekan.

Penyebab

Konjungtivitis dapat disebabkan antara lain oleh virus, bakteri, alergi, percikan kimia di mata, adanya benda asing pada mata, atau adanya saluran air mata yang tersumbat yang biasanya terdapat pada bayi baru lahir.

Diagnosis

Dokter mata dapat mendiagnosis konjungtivitis dengan bertanya mengenai gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik pada mata. Pada kasus yang jarang, dokter mungkin juga mengambil bahan cairan yang mengalir dari mata untuk pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan jika gejalanya parah atau jika dokter mencurigai penyebabnya berisiko tinggi, seperti benda asing pada mata, infeksi bakteri yang serius atau infeksi yang menular secara seksual.

Pengobatan

Pengobatan konjungtivitis bertujuan untuk meredakan gejala yang timbul. Dokter mata mungkin akan merekomendasikan penggunaan air mata buatan, membersihkan kelopak mata dengan kain basah, dan mengoleskan kompres dingin atau hangat beberapa kali setiap hari.

Jika Anda memakai lensa kontak, Anda akan disarankan untuk berhenti memakainya sampai perawatan selesai.

Pada kebanyakan kasus, Anda tidak perlu obat tetes mata antibiotik. Karena penyebab konjungtivitis biasanya virus, maka antibiotik tidak akan membantu, dan bahkan dapat menimbulkan efek samping. Sebaliknya, virus membutuhkan waktu untuk proses pemulihan, antara 1-3 minggu.

Pencegahan

Konjungtivitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan. Cucilah tangan secara menyeluruh dan sering, terutama jika anda menyentuh mata atau area di sekitarnya. Jika Anda mengalami konjungtivitis, jangan menyentuh mata dengan tangan. Infeksi juga dapat masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut. Jadi, jangan berbagi lap mandi, handuk mandi, sarung bantal, atau saputangan dengan orang lain, bahkan dengan keluarga. Jangan menggunakan tetes mata atau kosmetik orang lain, terutama pensil eyeliner dan maskara.

Jika konjungtivitis yang Anda alami disebabkan karena alergi, hindari pemicunya. Jangan menggosok mata, ini akan memperburuk kondisinya. Percikkan wajah dan mata Anda dengan air dingin. Gunakan "air mata buatan" dan tetap terapi alergi anda.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temuilah dokter jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala yang berhubungan dengan mata yang membuat Anda khawatir. Jika tanda dan gejala yang Anda alami menetap atau memburuk meskipun telah diterapi, dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis mata.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu dilakukan, seperti berhenti memakai lensa kontak atau tidak menggunakan obat tetes mata. Buatlah daftar gejala yang Anda alami, buat pula daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda pakai.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya akan memberi beberapa pertanyaan, seperti:

  • Kapan Anda mulai mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah gejala Anda terasa terus menerus atau hanya sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah ada yang memperbaiki gejala Anda?
  • Apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
  • Apakah gejala yang Anda alami mempengaruhi satu atau kedua mata?
  • Apakah Anda menggunakan lensa kontak?
  • Bagaimana cara Anda membersihkan lensa kontak Anda?
  • Seberapa sering Anda mengganti kotak penyimpanan lensa kontak Anda?
  • Pernahkah Anda memiliki kontak dekat dengan siapa saja yang memiliki mata merah atau gejala flu?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pink-eye/symptoms-causes/syc-20376355
diakses pada 11 Oktober 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/understanding-conjunctivitis-prevention
diakses pada 11 Oktober 2018.

Back to Top