Kepala

Koma

Diterbitkan: 28 Mar 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Fridawati
image Koma
Penderita koma tetap hidup namun tidak sadarkan diri.
Kondisi koma akan membuat para penderitanya tidak sadarkan diri dan mengalami aktivitas otak yang sangat sedikit. Mereka hidup namun tidak dapat dibangunkan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.Mata seseorang yang koma akan tertutup dan tidak responsif terhadap lingkungan. Beberapa kasus koma memerlukan mesin untuk membantu pernapasan.Seiring berjalannya waktu, penderita koma akan secara bertahap akan kembali kesadarannya. Beberapa pasien akan sadar setelah beberapa minggu. Sementara itu, yang lain memerlukan waktu lebih lama.
Gejala koma di antaranya adalah:
  • Mata tertutup
  • Depresi batang otak, atau pupil yang tidak merespons cahaya
  • Tidak ada respons anggota tubuh kecuali gerakan refleks
  • Tidak ada respons terhadap rangsangan yang menyakitkan, kecuali untuk gerakan refleks
  • Pernapasan tidak teratur
Penyebab koma di antaranya adalah:
  • Cedera otak traumatis
  • Stroke, kekurangan aliran darah ke otak
  • Tumor
  • Diabetes
  • Kekurangan oksigen, seperti akibat tenggelam
  • Infeksi seperti meningitis atau encefalitis
  • Kejang
  • Paparan racun
  • Narkoba dan alkohol
Dokter membutuhkan informasi dari pengantar pasien yang koma mengenai beberapa hal, antara lain kejadian sebelum koma, tanda dan gejala yang menyertai sebelum pasien koma, riwayat penyakit dan obat-obat yang diminum oleh pasien.Untuk pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan tes gerakan dan refleks, respons terhadap nyeri, dan ukuran pupil. Sementara itu, pemeriksaan laboratorium bisa berupa pemeriksaan darah lengkap. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui adanya potensi penyalahgunaan obat-obatan, keracunan karbon monoksida, serta kondisi fungsi ginjal, hati, elektrolit, gula darah, dan tiroid.Selain itu, pemeriksaan pencitraan pun dapat dilakukan melalui CT Scan, EEG, dan MRI. Dokter akan menilai tingkat kesadaran seseorang dengan menggunakan Glasgow Coma Scale. Tingkat koma akan dimonitor secara konstan untuk mengidentifikasi tanda-tanda perbaikan maupun penurunan. Skala Glasgow Coma menilai tiga hal, yaitu:
  • Pembukaan mata:
    Skor 1 berarti tidak membuka mata, dan 4 berarti membuka mata secara spontan.
  • Respons verbal terhadap suatu perintah:
    Skor 1 berarti tidak ada respons, dan skor 5 berarti siaga dan mampu berbicara.
  • Gerakan sukarela sebagai tanggapan atas perintah:
    Skor 1 berarti tidak ada respon dan skor 6 berarti mematuhi perintah.
Kebanyakan orang yang mengalami koma akan memiliki skor total 8 atau kurang. Semakin rendahnya skor menandakan kerusakan otak yang lebih parah dan semakin kecil kemungkinannya untuk pulih.
Seseorang yang mengalami koma akan menjalankan perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Perawatan tersebut ditujukan untuk memastikan kondisi fungsi tubuh stabil, termasuk untuk pernapasan dan tekanan darah.Untuk pengobatan jangka panjang, perawatan suportif akan dilakukan di bangsal rumah sakit. Perawatan ini di antaranya melalui penyediaan nutrisi, pencegahan infeksi, pemindahan pasien secara teratur untuk mencegah pengembangan luka baring dan melatih sendi agar tidak kaku.
Koma adalah keadaan darurat medis. Hubungi dokter atau rumah sakit segera.
Ketika Anda tiba di rumah sakit, perawat akan membutuhkan informasi dari keluarga atau teman tentang yang terjadi sebelum pasien mengalami koma. Pertanyaan yang akan diajukan perawat antara lain adalah:
  • Apakah koma terjadi secara tiba-tiba atau bertahap?
  • Apakah ada masalah dengan penglihatan, mengalami pusing atau mati rasa sebelumnya?
  • Apakah pasien memiliki riwayat diabetes, kejang atau stroke?
  • Apakah Anda memperhatikan adanya perubahan pada kesehatan pasien dalam waktu yang mengarah ke koma, seperti demam atau sakit kepala yang memburuk?
  • Apakah penderita menggunakan obat resep?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coma/symptoms-causes/syc-20371099
diakses pada 5 November 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/coma/
diakses pada 5 November 2018.
Web MD. https://www.webmd.com/brain/video/video-coma-causes-treatments  
diakses pada 5 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Terminal Lucidity, Ketika Pasien Tampak Sehat Sebelum Meninggal

Terminal lucidity adalah kondisi ketika seseorang tampak kembali sehat yang berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam sebelum akhirnya meninggal dunia.
21 Aug 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Terminal lucidity dapat terjadi sesaat sebelum pasien yang koma akhirnya meninggal

Autopsi Mayat, Apa Tujuannya dan Bagaimana Prosedurnya?

Autopsi mayat biasanya dilakukan setelah muncul kasus kematian tak wajar. Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh tim dokter saat proses autopsi berlangsung?
12 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Autopsi mayat dilakukan ketika penyebab kematian dinilai mencurigakan

Ruang ICU Sebenarnya Digunakan untuk Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ruang ICU atau Intensive Care Unit adalah ruangan yang digunakan untuk merawat pasien yang kondisinya parah, secara intensif. Ruangan ini dilengkapi oleh berbagai peralatan yang bisa menunjang kerja organ vital.
07 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Gambar ruang ICU beserta alat-alat medis di dalamnya