Koma

Ditinjau dr. Fridawati
Koma dapat disebabkan kondisi lain seperti cedera otak atau kekurangan oksigen.
Penderita koma tetap hidup namun tidak sadarkan diri.

Pengertian Koma

Kondisi koma akan membuat para penderitanya tidak sadarkan diri dan mengalami aktivitas otak yang sangat sedikit. Mereka hidup namun tidak dapat dibangunkan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Mata seseorang yang koma akan tertutup dan tidak responsif terhadap lingkungan. Beberapa kasus koma memerlukan mesin untuk membantu pernapasan.

Seiring berjalannya waktu, penderita koma akan secara bertahap akan kembali kesadarannya. Beberapa pasien akan sadar setelah beberapa minggu. Sementara itu, yang lain memerlukan waktu lebih lama.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala koma di antaranya adalah:

  • Mata tertutup
  • Depresi batang otak, atau pupil yang tidak merespons cahaya
  • Tidak ada respons anggota tubuh kecuali gerakan refleks
  • Tidak ada respons terhadap rangsangan yang menyakitkan, kecuali untuk gerakan refleks
  • Pernapasan tidak teratur

Penyebab

Penyebab koma di antaranya adalah:

  • Cedera otak traumatis
  • Stroke, kekurangan aliran darah ke otak
  • Tumor
  • Diabetes
  • Kekurangan oksigen, seperti akibat tenggelam
  • Infeksi seperti meningitis atau encefalitis
  • Kejang
  • Paparan racun
  • Narkoba dan alkohol

Diagnosis

Dokter membutuhkan informasi dari pengantar pasien yang koma mengenai beberapa hal, antara lain kejadian sebelum koma, tanda dan gejala yang menyertai sebelum pasien koma, riwayat penyakit dan obat-obat yang diminum oleh pasien.

Untuk pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan tes gerakan dan refleks, respons terhadap nyeri, dan ukuran pupil. Sementara itu, pemeriksaan laboratorium bisa berupa pemeriksaan darah lengkap. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui adanya potensi penyalahgunaan obat-obatan, keracunan karbon monoksida, serta kondisi fungsi ginjal, hati, elektrolit, gula darah, dan tiroid.

Selain itu, pemeriksaan pencitraan pun dapat dilakukan melalui CT Scan, EEG, dan MRI. Dokter akan menilai tingkat kesadaran seseorang dengan menggunakan Glasgow Coma Scale. Tingkat koma akan dimonitor secara konstan untuk mengidentifikasi tanda-tanda perbaikan maupun penurunan. Skala Glasgow Coma menilai tiga hal, yaitu:

  • Pembukaan mata:
    Skor 1 berarti tidak membuka mata, dan 4 berarti membuka mata secara spontan.
  • Respons verbal terhadap suatu perintah:
    Skor 1 berarti tidak ada respons, dan skor 5 berarti siaga dan mampu berbicara.
  • Gerakan sukarela sebagai tanggapan atas perintah:
    Skor 1 berarti tidak ada respon dan skor 6 berarti mematuhi perintah.

Kebanyakan orang yang mengalami koma akan memiliki skor total 8 atau kurang. Semakin rendahnya skor menandakan kerusakan otak yang lebih parah dan semakin kecil kemungkinannya untuk pulih.

Pengobatan

Seseorang yang mengalami koma akan menjalankan perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Perawatan tersebut ditujukan untuk memastikan kondisi fungsi tubuh stabil, termasuk untuk pernapasan dan tekanan darah.

Untuk pengobatan jangka panjang, perawatan suportif akan dilakukan di bangsal rumah sakit. Perawatan ini di antaranya melalui penyediaan nutrisi, pencegahan infeksi, pemindahan pasien secara teratur untuk mencegah pengembangan luka baring dan melatih sendi agar tidak kaku.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Koma adalah keadaan darurat medis. Hubungi dokter atau rumah sakit segera.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Ketika Anda tiba di rumah sakit, perawat akan membutuhkan informasi dari keluarga atau teman tentang yang terjadi sebelum pasien mengalami koma. Pertanyaan yang akan diajukan perawat antara lain adalah:

  • Apakah koma terjadi secara tiba-tiba atau bertahap?
  • Apakah ada masalah dengan penglihatan, mengalami pusing atau mati rasa sebelumnya?
  • Apakah pasien memiliki riwayat diabetes, kejang atau stroke?
  • Apakah Anda memperhatikan adanya perubahan pada kesehatan pasien dalam waktu yang mengarah ke koma, seperti demam atau sakit kepala yang memburuk?
  • Apakah penderita menggunakan obat resep?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coma/symptoms-causes/syc-20371099
diakses pada 5 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/coma/
diakses pada 5 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/brain/video/video-coma-causes-treatments  
diakses pada 5 November 2018.

Back to Top