Perut

Kolitis Ulseratif

03 Nov 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kolitis Ulseratif
Ulcerative colitis atau kolitis ulseratif adalah penyakit radang usus yang menyebabkan peradangan dan luka (ulkus) pada saluran pencernaan. Kondisi ini memengaruhi lapisan terdalam usus besar (kolon) dan rektum.Gejala kolitis ulseratif biasanya berkembang dari waktu ke waktu dan bukan datang secara tiba-tiba. Salah satu tanda yang paling terlihat adalah adanya nanah atau darah pada tinja.Kolitis ulseratif biasanya diderita oleh seseorang yang berusia 15-30 tahun.  Kondisi ini juga terkadang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.Hingga saat ini, belum ada obat yang diketahui untuk menyembuhkan penyakit ini. Tapi pengobatan dapat dilakukan untuk mengurangi gejalanya. 
Kolitis Ulseratif
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDiare, darah atau nanah pada tinja, sakit atau kram perut
Faktor risikoKondisi autoimun, keturunan, usia  di bawah 30 tahun
Metode diagnosisTes darah, pemeriksaan tinja, pencitraan
PengobatanObat-obatan, perubahan pola makan, mencegah stres
ObatObat antidiare, antibiotik, obat pereda nyeri
KomplikasiPerdarahan hebat, usus besar berlubang, dehidrasi berat
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kolitis ulseratif
Secara umum, gejala kolitis ulseratif meliputi:
  • Diare, sering disertai darah atau nanah
  • Sakit perut dan kram
  • Nyeri anus
  • Ketidakmampuan untuk buang air besar meskipun mendesak
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Pertumbuhan terhambat pada anak-anak
 
Sampai sekarang, penyebab kolitis ulseratif belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko kolitis ulseratif tersebut meliputi:
  • Kondisi autoimun, yang memicu sistem imun respons menyerang sel-sel pada saluran cerna
  • Faktor keturunan
  • Usia di bawah 30 tahun
Baca juga: Alasan Penyakit Autoimun Bisa Berbahaya dan Kemungkinan Sembuhnya 
Diagnosis kolitis ulseratif dilakukan dengan cbeberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk memeriksa ada tidaknya infeksi atau anemia. Kondisi anemia dapat menunjukan adanya perdarahan di usus besar atau rektum.
  • Pemeriksaan tinja

Pemeriksaan tinja bertujuan memeriksa ada tidaknya infeksi, parasit, dan peradangan.
  • Pencitraan

Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan pada struktur usus besar dan rektum melalui tes pencitraan. Contohnya, MRI dan CT scan.
  • Endoskopi

Endoskopi dilakukan dengan memasukkan alat endoskop melalui anus untuk memeriksa kondisi rektum dan usus besar pasien. 
Cara mengobati kolitis ulseratif umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan dari dokter meliputi:
  • Mengonsumsi obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang disarankan oleh dokter meliputi obat antidiare, antibiotik, obat pereda nyeri, antispasmodik, dan suplemen zat besi.
  • Mengubah pola makan

Beberapa perubahan pola makan yang perlu dilakukan bisa berupa membatasi konsumsi susu dan produk olahannya, mengurangi konsumsi daging, dan minum banyak air putih.
  • Menjalani operasi

Jika perlu,operasi dapat dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar, maupun rektum.
  • Mencegah stres

Meski tidak dapat menyembuhkan kolitis ulseratif secara menyeluruh, pencegahan stres sebaiknya dilakukan agar gejala tidak semakin parah. Misalnya dengan rajin olahraga dan melakukan meditasi atau yoga. 

Komplikasi kolitis ulseratif

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Perdarahan hebat
  • Usus besar berlubang
  • Dehidrasi yang berat
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Peradangan pada kulit, persendian, dan mata
  • Peningkatan risiko kanker usus besar
  • Usus besar yang membengkak dengan cepat (megakolon toksik)
  • Peningkatan risiko munculnya gumpalan di pembuluh darah dan arteri
Baca juga: Kenali Cara Menghilangkan Stres yang Efektif dengan Olahraga 
Cara mencegah kolitis ulseratif tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Makan dengan porsi lebih kecil, tapi lebih sering
  • Meningkatkan asupan air putih
  • Membatasi asupan makanan yang berserat tinggi
  • Menghindari makanan berlemak
  • Menurunkan asupan susu jika Anda mengidap intoleransi laktosa
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kolitis ulseratif. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kolitis ulseratif?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kolitis ulseratif agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10351-ulcerative-coliti
Diakses pada 3 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ulcerative-colitis/symptoms-causes/syc-20353326
Diakses pada 3 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/ulcerative-colitis
Diakses pada 3 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email