Kolesterol Tinggi

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Reni Utari
Kolesterol tinggi disebabkan gaya hidup yang tidak sehat
Tingkat LDL lebih tinggi dibandingkan HDL dalam darah.

Pengertian Kolesterol Tinggi

Kolesterol adalah zat berlilin yang ditemukan pada lipid (lemak) dalam darah dan sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel baru, melindungi saraf dan memproduksi hormon. Kolesterol biasanya diproduksi oleh hati, dan ditemukan di beberapa makanan.

Lemak yang nda konsumsi sehari-hari akan diserap oleh usus dan selanjutnya akan disalurkan menuju hati (liver) dan hati akan mengubah lemak menjadi kolesterol.Terdapat dua jenis kolesterol yaitu High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang menguraikan atau menghilangkan kelebihan kolesterol LDL dan membawanya kembali ke hati. Sedangkan Low-density lipoprotein (LDL) atau yang dikenal dengan kolesterol jahat, membawa kolesterol ke dalam sel-sel yang membutuhkan namun jika terlalu banyak kolesterol yang dibawa akan mengakibatkan penumpukan di dinding arteri dan menyebabkan arteri menjadi keras dan sempit.

Kolesterol tinggi adalah suatu keadaan dimana tingkat kolesterol LDL dalam darah terlalu tinggi atau rendahnya tingkat kolesterol HDL. Saat kolesterol tinggi endapan lemak dapat menumpuk pada pembuluh darah. Akibatnya saluran arteri menjadi sempit dan darah tidak dapat mengalir dengan semestinya. Kondisi tersebut, dapat menyebabkan jantung kehilangan cakupan darah yang kaya oksigen. Akhirnya, akan meningkatkan risiko serangan jantung. Selain itu, kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan stroke karena terganggunya aliran darah ke otak.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kolesterol tinggi tinggi tidak memiliki gejala dan tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi kolesterol tinggi.

Penyebab

Penyebab kolesterol tinggi adalah gaya hidup yang kurang sehat seperti:

  • Pola makan yang tidak sehat, mengonsumsi lemak jenuh yang ditemukan dalam produk hewani dan lemak trans yang ditemukan dalam kue kering secara berlebihan. Mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol juga akan meningkatkan kadar kolesterol.
  • Merokok, dapat merusak dinding pembuluh darah dan dapat menurunkan kadar HDL
  • Kurangnya olahraga, dapat meningkatkan kadar LDL
  • Obesitas, kelebihan berat badan akan berakibat pada tingginya tingkat LDL dan rendahnya tingkat HDL
  • Mengonsumsi alkohol dengan kadar yang tinggi
  • Kondisi bawaan seperti orang yang memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes seringkali memiliki kolesterol tinggi

Beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol antara lain:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati

Terdapat beberapa faktor lain yang berkaitan dengan kolesterol tinggi yang sulit diubah dan meningkatkan resiko terkena serangan jantung atau stroke, yaitu:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner atau stroke.
  • Riwayat keluarga dengan kondisi terkait kolesterol atau Familial hypercholesterolaemia adalah istilah medis untuk kolesterol tinggi yang berjalan dalam keluarga. Disebabkan oleh perubahan gen yang diwarisi dari orangtua bukan dari gaya hidup yang tidak sehat.
  • Usia: semakin tua usia seseorang semakin besar kemungkinan penyempitan pembuluh darah sehingga rawan terkena kolesterol tinggi.
  • Jenis kelamin: laki-laki lebih rawan terkena serangan jantung daripada perempuan.

Diagnosis

Untuk mengetahui kadar kolesterol tubuh Anda adalah dengan melakukan tes darah. Tes darah digunakan untuk mengetahui jumlah total kolesterol, kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL) dan zat lemak lainnya dalam darah. Adapun nilai normalnya adalah:

  • Kolesterol total adalah kurang dari 200 mg/dl
  • LDL adalah kurang dari 100 mg/dL
  • HDL adalah 60 mg/dL atau lebih tinggi
  • Trigliserida adalah kurang dari 150 mg/dL.

Sebelum melakukan tes darah Anda diminta  untuk tidak mengonsumsi apapun selama 10-12 jam sebelum sampel darah diambil.

Setelah tes kolesterol, dokter akan menjelaskan mengenai hasil yang didapat dan menghitung apakah Anda memiliki resiko tinggi, sedang, atau rendah untuk terkena penyakit jantung atau stroke dalam jangka waktu 10 tahun kedepan. Akan tetapi penghitungan tersebut tidak hanya berdasarkan dari pembacaan hasil tes kolesterol, namun juga dari BMI (indeks massa tubuh), faktor resiko yang dapat diobati seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kondisi medis lainnya, faktor usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga.

Pengobatan

Untuk kasus kolesterol tinggi pasian diharapkan dapat mengubah gaya hidupnya dengan lebih sehat antara lain dengan mengubah menu makan memakan-makanan sehat dan rajin berolahraga. Diet merupakan metode pengobatan awal yang harus dilakukan oleh penderita hiperkolesterolemia. Anda dapat mengubah pola makan dan pola hidup mereka menjadi lebih sehat. Beberapa hal yang dapat Anda coba antara lain :

  • Menggunakan minyak zaitun (olive oil) sebagai pengganti minyak
  • Mengonsumi asupan kalori harian dari sumber nabati seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan
  • Mengonsumsi produk olahan susu yang rendah lemak (low fat)
  • Mengonsumsi ikan  

Selain itu, dokter juga akan memberikan jenis pengobatan yang paling cocok dengan kondisi pasien bergantung pada berbagai faktor, seperti risiko individu, usia, kondisi kesehatan dan kemungkinan efek samping. Jenis pengobatan yang paling umum diberikan adalah:

  • Statin, menghambat enzim di hati yang diperlukan untuk menghasilkan kolesterol. Menyebabkan hati mengeluarkan kolesterol dari darah.
  • Aspirin, mengonsumsi dengan dosis rendah dapat membantu mencegah pembentukan gumpalan darah terutama bagi seseorang yang mengalami serangan jantung.
  • Ezetimibe, menghambat penyerapan kolesterol dari makanan dan cairan empedu di usus dalam darah.
  • Alirocumab dan evolocumab, membantu hati untuk menghilangkan kolesterol dari darah, disuntikan setiap 2 minggu sekali. Pengobatan ini dilakukan jika seseorang tidak dapat menggunakan statin atau ezetimibe.

Pencegahan

Untuk kasus kolesterol tinggi, pasian diharapkan dapat mengubah gaya hidupnya dengan lebih sehat antara lain :

  • Memakan makanan yang rendah garam, memperbanyak buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian
  • Membatasi jumlah lemak hewani dan menggunakan lemak baik dalam jumlah secukupnya
  • Menghindari makanan olahan terutama yang mengandung lemak jenuh
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga setidaknya 30 menit per hari
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Mengurangi stres

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda telah melakukan tes darah namun hasilnya tidak dalam kisaran angka yang normal, dan jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan riwayat penyakit seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi atau faktor risiko lainnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebelum melakukan janji temu dengan dokter:

  • Pastikan Anda untuk bertanya apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu terutama saat akan melakukan tes darah, seperti untuk tidak mengonsumsi apapun selama 10-12 jam sebelum sampel darah diambil.
  • Tuliskan semua gejala yang Anda alami. Kolesterol tinggi itu sendiri tidak memiliki gejala namun kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab resiko penyakit jantung. Beritahu dokter Anda jika Anda memiliki gejala nyeri dada atau sesak nafas.
  • Tuliskan informasi pribadi Anda, riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, dll.
  • Buatlah daftar semua obat dan vitamin yang Anda konsumsi
  • Bawa serta salah satu anggota keluarga atau teman jika memungkinkan saat melakukan janji temu dengan dokter.
  • Mendiskusikan kebiasaan pola makan dan olahraga Anda dengan dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosa keadaan Anda, pertanyaan tersebut diantaranya adalah:

  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung atau stroke?
  • Seperti apa kebiasaan pola makan dan olahraga Anda?
  • Apakah Anda merokok? Dan apakah ada orang lain disekitar Anda yang merokok?
  • Pernahkah Anda melakukan tes kolesterol sebelumnya? Jika pernah, kapan tes terakhir Anda? Berapa kadar kolesterol Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol-symptoms#symptoms
Diakses pada 3 Januari 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800
Diakses pada 3 Januari 2019.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/high-cholesterol/
Diakses pada 3 Januari 2019.

WebMD. https://www.webmd.com/men/qa/what-is-high-cholesterol
Diakses pada 3 Januari 2019.

Back to Top