Penyakit Lainnya

Kolesterol Tinggi

Diterbitkan: 20 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kolesterol Tinggi
Tingkat LDL lebih tinggi dibandingkan HDL dalam darah.
Kolesterol tinggi adalah kondisi kadar kolesterol yang melebihi batas normal dalam tubuh seseorang. Jumlah ini bisa diukur melalui tes darah.Kolesterol sendiri merupakan zat lilin seperti lemak yang diproduksi oleh hati dan sel-sel tubuh lainnya. Senyawa ini juga bisa kita temukan dalam berbagai makanan, seperti produk susu, telur, dan daging.Pada dasarnya, kolesterol sangat penting bagi tubuh untuk menghasilkan hormon, vitamin D, dan asam empedu. Hanya saja, tubuh memerlukan kolesterol dalam jumlah yang terbatas.Ketika kadar kolesterol berlebihan, banyak masalah kesehatan yang bisa hadir. Salah satunya adalah berkembangnya penyakit jantung. 

Kapan kolesterol dikatakan tinggi?

Jumlah kolesterol total yang aman bagi tubuh adalah kurang dari 200 mg/dL. Sementara angka yang termasuk batas tinggi adalah di atas 200 mg/dL 

Jenis-jenis kolesterol

Kolesterol terbagi dalam dua jenis di bawah ini:
  • High-density lipoprotein (HDL)

HDL atau kolesterol baik akan mengurai atau menghilangkan kelebihan kolesterol LDL serta membawanya kembali ke hati. Karena disebut kolesterol baik, makin tinggi kadarnya akan makin baik pula efeknya untuk tubuh.Batas HDL yang baik adalah minimal 60 mg/dL atau di atasnya. Dengan angka ini, tubuh akan terlindung dari penyakit jantung.Untuk level HDL 40-59 mg/dL, angka ini masih dianggap bagus. Sementara kadar HDL kurang dari 40mg/dL bisa dikatakan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Low-density lipoprotein (LDL)

LDL atau yang dikenal dengan kolesterol jahat, bertugas membawa kolesterol ke dalam sel-sel yang membutuhkannya. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, penumpukan kolesterol di dinding arteri bisa terjadi.Penumpukan kolestereol tersebut dinamakan aterosklerosis. Kondisi ini menyebabkan arteri menjadi keras dan sempit. Akibatnya, rentan memicu masalah kesehatan seperti stroke dan serangan jantung.Kadar LDL yang dianggap normal adalah kurang dari 100 mg/dL. Namun LDL berkisar antara 100 hingga129 mg/dL masih dianggap baik.Apabila mencapai 130-159 mg/dL, angka LDL dianggap sebagai ambang batas tinggi. Sementara itu, LDL termasuk tinggi jika menyentuh angka 160-189 mg/dL dan dianggap berbahaya jika berada di angka 190mg/dL atau lebih. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kadar trigliserida. Trigliserida merupakan lemak dalam tubuh dimana jika kadarnya lebih dari 150 mg/dL maka berisiko tinggi mengalami penyakit stroke dan serangan jantung. 
Kolesterol Tinggi
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Jantung
Faktor risikoPola makan yang buruk, merokok, usia
Metode diagnosisTes darah
PengobatanPerbaikan pola hidup, obat-obatan
ObatStatin, cholestyramine, colesevelam
KomplikasiNyeri dada, serangan jantung, stroke
Kapan harus ke dokter?Memiliki risiko untuk mengalami kolesterol tinggi dan hasil tes kolesterol di atas normal
Hingga saat ini, belum ada gejala kolesterol tinggi yang bisa menjadi patokan khusus. Keluhan umumnya akan timbul setelah seseorang mengalami komplikasi dari kondisi ini, seperti penyakit jantung.Oleh sebab itu, satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol tinggi dalam tubuh adalah dengan menjalani tes darah. 
Penyebab kolesterol tinggi adalah penumpukannya dalam darah. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. 

Faktor risiko kolesterol tinggi

Terdapat beberapa faktor risiko kolesterol tinggi yang harus diwaspadai, antara lain:
  • Pola makan yang tidak terjaga

Pola makan sangat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh seseorang. Kebiasaan makan yang buruk ini bisa berupa sering mengonsumsi makanan berlemak, gorengan, kue-kue, kerupuk, keripik, dan banyak lagi.
  • Kegemukan

Orang dengan indeks massa tubuh 30 atau lebih (obesitas) berisiko tinggi untuk memiliki kadar kolesterol di atas normal.
  • Kurang olahraga

Gaya hidup yang kurang gerak (sedenter) berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Pasalnya, aktif bergerak aktif (misalnya olahraga) akan membantu dalam menambah kadar kolesterol baik dalam tubuh.Olahraga juga berguna untuk menurunkan jumlah kolesterol jahat dalam darah agar tetap dalam batas normal, sehingga tak membahayakan.
  • Merokok

Kebiasaan merokok bisa merusak dinding pembuluh darah, sehingga timbunan lemak lebih rentan terjadi. Kadar kolesterol baik juga akan mudah turun ketika seseorang merokok.
  • Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko untuk mengalami kolesterol tinggi juga akan meningkat.
  • Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi bisa menurunkan jumlah kolesterol baik atau HDL dalam tubuh serta merusak dinding arteri. 
Diagnosis kolesterol tinggi dilakukan dengan tes darah. Pasalnya, kondisi ini tidak menimbulkan tanda atau gejala.Tes darah yang lengkap untuk mengukur kolesterol akan menentukan seberapa tinggi kadar senyawa ini dalam tubuh pasien. Tes ini juga dapat memperkirakan risiko pasien untuk terkena serangan jantung atau penyakit kardiovaskular lain.Setelah melakukan tes darah, hasilnya yang akan muncul biasanya meliputi:
  • Total kolesterol
  • Kadar HDL
  • Kadar LDL
  • Trigliserida
  

Kapan tes kolesterol diperlukan?

Tes darah untuk mengukur kolesterol umumnya dibutuhkan oleh orang dewasa. Namun anak-anak juga bisa menjalaninya jika perlu. Dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

Orang dewasa

Secara umum, tes kolesterol disarankan tiap lima tahun sekali untuk orang dewasa. Tes ini sebaiknya dijalani sejak usia 18 tahun.Sementara itu, dokter akan merekomendasikan tes kolesterol yang lebih pada orang yang:
  • Memiliki risiko penyakit jantung koroner
  • Mendapatkan hasil yang tidak normal pada tes darah pertama
  • Mengonsumsi obat penurun kolesterol
  • Mempunyai riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau serangan jantung
  • Memiliki kelebihan berat badan
  • Mengidap diabetes
  • Merokok

Anak-anak

Untuk anak-anak, skrining kolesterol tinggi bisa dilakukan sebanyak satu kali ketika ia berusia 9-11 tahun. Lalu tes ini bisa diulangi saat anak berumur 17-21 tahun.Tes juga sebaiknya dilakukan jika anak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit arteri koroner atau riwayat pribadi obesitas atau diabetes.Namun lain ceritanya untuk anak yang mengalami obesitas, diabetes, atau memiliki risiko penyakit jantung koroner, mereka akan membutuhkan pemeriksaan kolesterol yang lebih dii atau lebih sering. 
Cara mengobati kolesterol tinggi dapat dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:

Menerapkan pola makan sehat

Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani diet sehat berupa:
  • Mengurangi asupan lemak jenuh maupun trans, seperti kue-kue, junk food, daging olahan, dan banyak lagi
  • Menambah konsumsi makanan sehat, seperti sayur, buah, biji-bijian, dan yoghurt tanpa lemak
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Menambah asupan stanol atau sterol ester sebesar 2-3 gram per hari untuk menurunkan kadar LDL sebesar 6-15 persen

Menjaga berat badan ideal

Menjaga berat badan ideal sangat penting agar kadar LDL juga berkurang. Pasalnya, obesitas akan meningkatkan risiko hiperlipidemia, penyakit jantung koroner, sindrom metabolik, hipertensi, stroke, diabetes, dan lain-lain.

Berolahraga dengan teratur

Peningkatan aktivitas fisik dapat meningkatkan HDL sekaligus menurunkan kadar LDL maupun trigliserida.

Berhenti merokok dan tidak mengonsumsi alkohol

Dengan berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol, kadar kolesterol baik pun bisa meningkat sehingga tubuh lebih sehat.

Mengonsumsi obat-obatan

Bila perubahan gaya hidup tidak efektif untuk menurunkan kadar kolesterol, dokter bisa memberikan obat-obatan untuk pasien.Jenis obat yang diresepkan akan ditentukan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan pasien, risiko komplikasi, serta kemungkinan efek samping. Secara umum, berikut sederet obat yang mungkin diberikan oleh dokter:
  • Statin

Statin bertugas menghambat enzim di hati, yang diperlukan dalam menghasilkan kolesterol. Obat ini juga akan memicu hati untuk mengeluarkan kolesterol dari darah.Contoh obatnya adalah :
  • Simvastatin.
  • Fluvastatin.
  • Rosuvastatin
  • Pitavastatin.
  • Atorvastatin.
  • Lovastatin.
  • Pravastatin.
  • Obat penurun kolesterol

Golongan obat ini bisa berupa cholestyramine, colesevelam, dan colestipol. Mereka bekerja dengan cara mengikat asam empedu, sehingga mendorong hati untuk memanfaatkan kelebihan kolesterol dalam darah.
  • Ezetimibe
Ezetimibe berperan menghambat penyerapan kolesterol dari makanan dan cairan empedu.
  • Alirocumab dan evolocumab

Alirocumab dan evolocumab membantu hati untuk menghilangkan kolesterol dari darah. Umumnya, kedua obat ini akan disuntikkan setiap dua minggu sekali, serta dianjurkan jika pasien tidak bisa menggunakan statin dan ezetimibe.
  • Penghambat PCSK9

Obat kolesterol tinggi yang lebih baru adalah penghambat PCSK9. Obat ini membantu hati untuk menyerap lebih banyak kolesterol jahat. Dengan begitu, kolesterol dalam darah pun akan mengalami penurunan.Jika tes darah pasien menunjukkan adanya trigliserida tinggi, dokter juga dapat memberikan beberapa jenis obat di bawah ini:
  • Fibrat

Fibrat berfungsi mengurangi produksi kolesterol very-low-density lipoprotein (VLDL) di hati dan mempercepat pembuangan trigliserida. Contohnya, fenofibrate dan gemfibrozil.
  • Niacin

Niacin adalah obat untuk membatasi kemampuan hati dalam memproduksi kolesterol jahat dan VLDL. Tapi obat ini dikaitkan dengan kerusakan hai serta stroke, sehingga hanya dianjurkan bagi pasien yang tidak menggunakan statin.
  • Suplemen omega-3

Untuk menurunkan trigliserida, suplemen asam lemak omega-3 juga bisa dikonsumsi. 

Komplikasi kolesterol tinggi

Komplikasi kolesterol tinggi yang utama adalah penumpukan kolesterol dan endapan lain (plak) dalam dinding arteri. Kondisi ini disebut aterosklerosis.Keberadaan plak tersebut berpotensi menghambat aliran darah dan menyebabkan komplikasi berikut:
  • Nyeri dada

Ketika arteri yang memasok darah ke jantung mengalami masalah, angina atau nyeri dada bisa terjadi. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung koroner.
  • Serangan jantung

Bila plak dalam arteri pecah, bekuan darah bisa terbentuk di area tersebut. Kondisi ini dapat membuat aliran darah tersumbat dan memicu serangan jantung.
  • Stroke

Stroke akan terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak. 
Cara mencegah kolesterol tinggi dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Mengonsumsi makanan rendah garam
  • Memperbanyak konsumsi serat, seperti dari buah, sayur, dan biji-bijian
  • Membatasi asupan lemak jenuh dan trans, seperti gorengan, jeroan, nugget, sosis, dan lainnya
  • Meningkatkan konsumsi lemak baik, seperti ikan yang mengandung omega-3
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga setidaknya 30 menit per hari atau minimal 2,5 jam per minggu
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Mengelola stres
 
Periksakan diri ke dokter jika Anda memiliki risiko penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, atau faktor risiko lainnya. Demikian pula apabila Anda mendapatkan hasil tes kolesterol yang tidak normal. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar faktor risiko yang Anda miliki.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kolesterol tinggi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah menjalani tes kolesterol? Jika iya, bagaimanakah hasilnya?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kolesterol tinggi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol-symptoms#symptoms
Diakses pada 3 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800
Diakses pada 3 Januari 2019.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/high-cholesterol/
Diakses pada 3 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/men/qa/what-is-high-cholesterol
Diakses pada 3 Januari 2019
Medine Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/cholesterol-levels/
Diakses pada 3 Februari 2021
Jurnal Olahraga Prestasi. https://journal.uny.ac.id/index.php/jorpres/article/view/5749/5037
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email