Kolera

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Kolera adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri
Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Pengertian Kolera

Kolera atau juga dikenal sebagai taun, adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kolera menyebabkan diare yang berat dan dehidrasi. Apabila tidak diobati, maka kolera dapat berakibat fatal dalam beberapa jam.

Sistem pembuangan air limbah dan pengolahan air bersih telah mengeliminasi penyakit kolera di negara-negara maju. Akan tetapi, kolera masih dapat dijumpai di Afrika, Asia Tenggara, dan tempat lain dengan sanitasi yang buruk. Potensi penyakit kolera menjadi sebuah epidemi lebih tinggi ketika kemiskinan, perang atau bencana alam memaksa masyarakat untuk tinggal di tempat yang padat tanpa sistem sanitasi yang baik.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Pasien kolera pada umumnya tidak mengalami gejala penyakit yang parah. Gejala yang paling umum ditemukan adalah diare. Hanya 1 diantara 20 pasien memiliki gejala penyakit yang lebih serius seperti diare cair (watery diarrhea) derajat berat yang disertai dengan muntah dan berisiko dehidrasi (tubuh kekurangan cairan), biasanya dalam beberapa hari setelah terinfeksi. Berikut adalah tanda-tanda dehidrasi yang sebaiknya diketahui:

  • Detak jantung cepat
  • Kulit kehilangan sifat elastisitas (saat dicubit atau ditekan, kulit lama kembali ke kondisi semula)
  • Membran mukus kering (dalam mulut, tenggorokan, hidung dan kelopak mata)
  • Tekanan darah rendah
  • Haus
  • Kram otot

Apabila tidak segera ditangani, dehidrasi dapat menyebabkan syok dan kematian dalam beberapa jam.

Penyebab

Penyebab kolera adalah bakteri Vibrio cholerae. Bakteri ini dapat dijumpai di makanan atau minuman yang terkontaminasi feses (kotoran manusia) yang terinfeksi. Sumber-sumber penyakit kolera yang umum adalah:

  • Saluran air bersih yang terkontaminasi
  • Es batu yang terkontaminasi
  • Makanan dan minuman yang dijual di tempat yang tidak higienis
  • Sayuran yang tumbuh di tanah yang tercemar feses
  • Konsumsi ikan dan hidangan laut mentah atau kurang matang

Ketika seseorang mengkonsumsi makanan atau minuman yang terinfeksi bakteri, maka bakteri akan mengeluarkan racun di dalam usus yang menyebabkan diare. Penyakit kolera pada umumnya tidak dapat ditularkan melalui kontak sehari-hari dengan orang lain.

Diagnosis

Dokter akan mulai dengan wawancara (anamnesis) serta pemeriksaan fisik dan dapat dilengkapi dengan pemeriksaan sampel feses untuk dilakukan tes terhadap keberadaan bakteri yang menyebabkan kolera.

Pengobatan

Ada beberapa pengobatan yang dilakukan:

  • Antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab kolera
  • Rehidrasi dengan mengonsumsi banyak air/cairan untuk mengganti cairan hilang  yang disebabkan oleh diare
  • Apabila kondisi umum pasien menurun, maka infus diperlukan untuk mengganti cairan yang hilang dengan cepat
  • Konsumsi suplemen seng (zinc) untuk mengurangi diare yang disebabkan oleh kolera (terutama untuk anak-anak)

Pencegahan

Beberapa tindakan untuk mencegah kolera:

  • Mencuci tangan dengan sabun secara berkala (terutama setelah dari toilet dan sebelum makan)
  • Hanya konsumsi air masak atau air kemasan yang terjaga kebersihannya
  • Konsumsi makanan yang telah matang dan terjaga kebersihannya, serta hindari makanan yang dijual di tempat yang tidak bersih
  • Konsumsi buah dan sayuran yang dapat dikupas (pisang, jeruk, alpukat, dll) dan hindari salad ataupun buah yang tidak dapat dikupas (anggur, stroberi, dll).

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami diare berat (terutama setelah mengunjungi area yang tidak bersih dan tercemar).

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda mengalami gejala kolera, segeralah periksakan diri anda ke dokter. Jika diperlukan, dokter anda dapat merujuk ke spesialis penyakit dalam.

Dokter anda dapat menanyakan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Ke mana anda bepergian belakangan ini?
  • Kapan anda mulai mengalami gejala-gejala kolera?
  • Apakah diare anda cair tanpa ampas? Seberapa parah?
  • Apakah anda muntah-muntah?
  • Apakah anda merasakan gejala dehidrasi, haus yang berkelanjutan atau kram otot?
  • Apakah anda pernah makan ikan atau daging mentah/tidak matang belakangan ini?
  • Apakah anda tengah mengonsumsi obat untuk penyakit lain?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan Anda tanyakan kepada dokter, seperti:

  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu dites?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat?
  • Pengobatan mana yang direkomendasikan ke saya?
  • Apakah ada efek samping dari pengobatan yang dianjurkan?
  • Berapa lama setelah berobat hingga saya akan merasa lebih baik?
  • Kapan saya bisa kembali beraktifitas di kantor atau sekolah?
  • Apakah saya memiliki risiko komplikasi jangka panjang?
  • Apakah penyakit ini menular? Bagaimana saya mengurangi risiko penularan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis kolera melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dapat dilengkapi dengan pemeriksaan feses untuk melakukan tes terhadap keberadaan bakteri penyebab kolera.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cholera/symptoms-causes/syc-20355287

Diakses pada 12 Oktober 2018

NHS.  https://www.nhs.uk/conditions/cholera/

Diakses pada 12 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/cholera-faq#1

Diakses pada 12 Oktober 2018

Back to Top