Psikologi

Kleptomania

21 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kleptomania
Penderita kleptomania akan merasa senang dan lega selama mencuri
Kleptomania adalah gangguan mental yang ditandai dengan tidak mampu menahan dorongan untuk mencuri. Padahal barang yang dicuri sebenarnya tidak dibutuhkan.Berbeda dengan pencurian biasa untuk mendapatkan barang yang diinginkan dan tidak mampu dibeli, penderita kleptomania umumnya mencuri sesuatu yang tidak berharga maupuan diperlukan.Penderita kleptomania mencuri bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial ataupun material. Hasil curian juga sering tidak digunakan dan hanya ditimbun, dibuang, atau diberikan pada orang lain.Sebagian besar penderita kleptomania merasa bersalah dan sangat menyesali tindakan pencuriannya. Tetapi ia tidak mampu menahan diri saat keinginan mencuri kembali muncul.Keinginan mencuri bisa sangat kuat dan menimbulkan rasa cemas dan ketegangan yang memuncak apabila penderita tidak menuntaskannya. Setelah mencuri, penderita akan merasa senang dan lega karena telah melakukan impulsnya.Kleptomania termasuk gangguan mental yang sangat jarang terjadi. Diperkirakan hanya 4-24 persen dari kasus pencurian yang benar-benar akibat kleptomania.Kebanyakan penderita merasa malu untuk mencari bantuan. Karena itu, perlu bujukan dari orang-orang di sekitarnya agar pengidap mau memeriksakan diri.Apabila tidak ditangani dengan baik, kleptomania dapat berujung pada beragam komplikasi. Salah satunya depresi dan ketergantungan alkohol. 
Kleptomania
Dokter spesialis Jiwa, Psikolog
GejalaDorongan mencuri yang tak terkendali, perasaan lega dan senang saat dan setelah mencuri, merasa bersalah setelah mencuri
Faktor risikoWanita, faktor keturunan, trauma psikis saat anak-anak
Metode diagnosisPedoman DSM-5
PengobatanObat, psikoterapi
ObatSitalopram, fluoxetine, sertraline
KomplikasiGangguan mental lain, penyalahgunaan zat dan alkohol, percobaan bunuh diri
Kapan harus ke dokter?Sulit menahan impuls untuk mencuri
Secara umum, gejala kleptomania meliputi:
  • Dorongan untuk mencuri yang muncul secara terus-menerus, sehingga terjadi pengulangan siklus kleptomania
  • Meningkatnya ketegangan atau kecemasan sebelum tindakan pencurian
  • Tidak mampu menolak dorongan kuat untuk mencuri barang-barang yang tidak dibutuhkan
  • Merasa senang, lega, atau puasa selama dan sesaat setelah mencuri
  • Tidak lama setelah mencuri, penderita merasa bersalah, menyesal, benci pada diri sendiri, serta malu atau takut ditangkap
  • Kebanyakan pencerita mencuri barang di tempat yang ramai, seperti toko atau supermarket
  • Barang yang dicuri biasanya tidak berharga bagi dirinya dan penderita sebetulnya mampu membelinya
  • Episode kleptomania biasa terjadi secara spontan, dan tanpa rencana maupun bantuan siapapun
 
Penyebab utama kleptomania belum diketahui dengan pasti sampai sekarang. Para pakar memperkirakan ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan gangguan mental ini.Faktor-faktor risiko kleptomania tersebut meliputi:
  • Kurangnya serotonin

Serotonin berfungsi mengatur suasana hati serta emosi dalam otak, dan dapat membuat seseorang lebih rentan melakukan perilaku yang impulsif.
  • Gangguan sistem opioid otak

Kleptomanisa diduga bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan pada sistem opioid otak, yang mengatur dorongan-dorongan dalam diri seseorang.
  • Jenis kelamin

Wanita lebih berisiko mengalami kleptomania daripada pria.
  • Keturunan

Orang yang memiliki anggota keluarga kandung dengan kleptomania, dianggap lebih berisiko untuk mengalami gangguan jiwa yang sama.
  • Gangguan mental tertentu

Orang yang menderita gangguan mental tertentu, memiliki risiko kleptomania yang lebih tinggi. Misalnya, pengidap bipolargangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, serta ketergantungan zat.
  • Trauma kepala

Trauma kepala, seperti gegar otak, dikatakan dapat berpengaruh pada kemunculan kleptomania.
  • Trauma psikis

Trauma psikis saat masih anak-anak juga mungkin berpengaruh terhadap terjadinya kleptomania.
  • Keluarga yang beramasalah

Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis juga diperkirakan bisa memicu kleptomania. 
Diagnosis kleptomania biasanya dapat dipastikan melalui cara-cara di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang timbul dan faktor risiko yang dimiliki oleh pasien. Demikian pula dengan  situasi yang memicu dorongan mencuri pada diri pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari tanda penyakit tertentu, misalnya trauma kepala.
  • Pengisian kuesioner

Dokter akan menganjurkan penderita untuk mengisi kuesioner mengenai gejala kleptomania.
  • Kriteria DSM-5

Kriteria-kriteria diagnosis kleptomania dari buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) menjadi panduan untuk dalam menentukan diagnosis kleptomania. 
Cara mengobati kleptomania umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan kleptomania adalah:

1. Obat-obatan

Pilihan obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi kleptomania adalah:
  • Antidepresan, berupa selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Contoh obatnya meliputi sitalopram, esitalopram, fluoxetine, paroxetine, sertraline.
  • Antagonis opioid yang dapat mengurangi dorongan dan kesenangan terkait tindakan mencuri.

2. Psikoterapi

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya juga dapat memberikan psikoterapi untuk menangani kleptomania. Jenis psikoterapi yang umum dilakukan adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT)CBT akan membantu penderita untuk mengenali pola pikir yang membuatnya ingin mencuri, dan menggantinya dengan kebiasaaan maupun pikiran yang lebih positif.Ada beberapa jenis CBT yang mungkin dianjurkan. Apa sajakah itu?
  • Aversion therapy

Penderita akan dilatih untuk melawan dorongan mencuri dengan teknik yang membuatnya merasa tidak enak. Misalnya, menahan napas saat keinginan mencuri muncul hingga penderita merasa tidak nyaman.
  • Systematic desensitization

Penderita kleptomania dilatih untuk melakukan teknik relaksasi sambil membayangkan dirinya mampu mengendalikan dorongan untuk mencuri.
  • Covert sensitization

Terapi ini dilakukan dengan memasangkan perilaku yang tak diinginkan dengan gambaran tidak menyenangkan untuk menghilangkan perilaku tersebut. Misalnya, membayangkan hukuman ketika melakukan tindakan pencurian. 

Tips untuk penderita kleptomania

  • Menjalani penanganan yang diajurkan
  • Berfokus pada tujuan untuk menjadi lebih baik
  • Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang gangguan yang dihadapi
  • Mencari penyaluran lain terhadap dorongan mencuri yang muncul, seperti berolahraga
  • Mengenali hal-hal yang dapat memicu dorongan mencuri agar bisa diatasi
  • Berlatih cara-cara mengatasi stres, seperti meditasi dan teknik relaksasi.
  • Jangan malu atau takut untuk mencari bantuan dan berkonsultasi dengan dokter maupun psikolog
  • Bercerita dengan orang-orang terdekat tentang masalah yang dialami
  • Bergabung dalam komunitas-komunitas khusus kleptomania yang terpercaya, agar bisa saling berbagi cerita dan memperoleh dukungan dari orang-orang yang mengalami gangguan serupa
 

Komplikasi kleptomania

Jika tidak ditangani dengan benar, kleptomania dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Gangguan mental lain yang berhubungan dengan kesulitan menahan impuls, seperti judi atau belanja
  • Penyalahgunaan alkohol atau zat terlarang
  • Gangguan makan
  • Depresi
  • Penyakit bipolar
  • Gangguan kecemasan
  • Pikiran dan percobaan bunuh diri
 
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara mencegah kleptomania yang efektif pun belum tersedia.Namun bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala kleptomania, segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Dengan ini, gejala tidak bertambah parah dan tidak menyebabkan komplikasi. 
Berkonsultasilah dengan dokter atau psikolog apabila Anda atau orang terdekat Anda sulit menahan dorongan untuk mencuri.Biasanya, penderita kleptomania akan enggan bila diminta untuk memeriksakan diri ke dokter karena takut dilaporkan ke polisi. Namun ketahuilah bahwa tenaga medis tidak akan melaporkan Anda.Apabila merasa ada orang terdekat yang mengalami kleptomania, Anda dapat perlahan-lahan membujuknya untuk berkonsultasi ke dokter. Anda bisa menitikberatkan poin-poin di bawah ini:
  • Anda peduli dengan kesehatan fisik maupun mentalnya
  • Anda khawatir akan risiko tindakan mencuri yang dilakukannya, seperti dipenjara, kehilangan pekerjaan, atau merusak hubungan dengan orang lain
  • Anda mengerti bahwa dorongan mencuri tersebut sulit ditahan
  • Gejala kleptomania tersebut dapat diekndalikan apabila penderita mencari pertolongan ahli medis
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang di
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang di Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang di
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait kleptomania?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kleptomania agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Encyclopedia of Mental Disorders. http://www.minddisorders.com/Br-Del/Covert-sensitization.html
Diakses pada 15 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/stealing
Diakses pada 15 Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kleptomania/symptoms-causes/syc-20364732
Diakses pada 11 Oktober 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/in-depth/ssris/art-20044825
Diakses pada 21 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9878-kleptomania
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email