Kleptomania

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Dorongan untuk mencuri dalam diri seorang kleptomania muncul berulang kali, sehingga terjadi pengulangan siklus kleptomania.
Penderita kleptomania akan merasa senang dan lega selama mencuri.

Pengertian Kleptomania

Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang jarang terjadi tetapi perlu ditangani secara serius. Kleptomania merupakan ketidakmampuan dalam menolak dorongan untuk mencuri sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan secara terus-menerus. Penderita biasanya memiliki gangguan dalam mengontrol impuls yang berbahaya atau berlebihan. Pada akhirnya, penderita akan tetap mencuri untuk mendapatkan kepuasaan atau kesenangan saat melakukan tindakan tersebut. Kebanyakan penderita kleptomania merasa malu untuk mencari bantuan dan gangguan tersebut dapat menganggu hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya. 

Berbeda dengan aksi pencurian secara umumnya, penderita kleptomania mencuri bukan untuk mendapatkan suatu keuntungan finansial ataupun material. Barang-barang yang dicuri oleh penderita kebanyakan tidak dibutuhkan, tidak bernilai, atau bahkan dapat dibeli olehnya. Hasil curian seringkali tidak digunakan dan ditumpuk, dibuang, atau diberikan kepada orang lain. Pencurian tidak hanya dilakukan di pusat perbelanjaan tetapi juga bisa saat pesta ataupun di rumah kerabat atau teman dan sebagainya.

Biasanya pencurian dilakukan sendirian dan terjadi secara spontan serta tidak direncanakan. Sebagian besar penderita gangguan ini merasa bersalah dan sangat menyesal dengan tindakan pencurian yang dilakukan tetapi nantinya saat keinginan untuk mencuri muncul kembali, penderita tidak mampu untuk menahan keinginan tersebut. Keinginan mencuri yang dialami oleh penderita sangat kuat dan menimbulkan rasa cemas dan ketegangan dalam dirinya yang akhirnya membuat penderita merasa senang dan lega ketika mencuri. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Secara umum, gejala-gejala dari kleptomania adalah:

  • Dorongan untuk mencuri muncul secara terus-menerus sehingga terjadi pengulangan siklus kleptomania.
  • Tidak mampu menolak dorongan kuat untuk mencuri barang-barang yang tidak dibutuhkan.
  • Merasa bersalah, menyesal, benci terhadap diri sendiri, malu atau takut ditangkap setelah pencurian.
  • Merasakan kesenangan, kelegaan, atau kepuasaan selama mencuri.
  • Meningkatnya ketegangan atau kecemasan sebelum tindakan pencurian.

Penyebab

Beberapa teori menunjukkan bahwa terjadi perubahan-perubahan tertentu di otak yang mungkin menjadi akar penyebab gangguan ini, yaitu:

  • Kurangnya serotonin yang berfungsi untuk mengatur suasana hati dan emosi yang di otak dapat membuat seseorang lebih rentan melakukan perilaku yang impulsif.
  • Gangguan kecanduan akibat perasaan senang saat mencuri. 
  • Adanya ketidakseimbangan pada sistem opioid otak yang mengatur dorongan-dorongan dalam diri seseorang.

Selain perubahan-perubahan di otak, beberapa faktor yang mungkin dapat menyebabkan kleptomania adalah:

  • Memiliki anggota keluarga yang memiliki kleptomania (gangguan yang diturunkan).
  • Adanya gangguan mental tertentu, seperti bipolar, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, dan sebagainya. 
  • Trauma otak.

Diagnosis

Dokter dan ahli kesehatan lainnya dapat mendiagnosis gangguan ini berdasarkan: 

  • Wawancara mengenai gejala yang timbul, seperti dorongan yang timbul dan perasaan penderita mengenai dorongan tersebut dan sebagainya.
  • Pemeriksaan fisik dengan mengajukan pertanyaan tentang kesehatan penderita.
  • Analisis daftar yang memicu kleptomania.
  • Pengisian kuesioner-kuesioner mengenai gejala-gejala kleptomania yang diisi oleh penderita.
  • Kriteria-kriteria dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association).

Pengobatan

Untuk kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi dorongan yang dirasakan penderita kleptomania, seperti:

  • Antidepresan, berupa selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).
  • Obat jenis antagonis opioid yang dapat mengurangi dorongan dan kesenangan yang berkaitan dengan tindakan mencuri.

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya juga dapat memberikan psikoterapi untuk membantu menangani Kleptomania, seperti:

  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy), membantu untuk mengidentifikasi kepercayaan dan perilaku negatif  dan menggantinya dengan yang lebih sehat dan positif. Terapi ini dapat meliputi:
    • Terapi keengganan (aversion therapy), penderita dilatih melawan dorongan mencuri dengan menggunakan teknik yang membuatnya merasa tidak enak, seperti menahan napas sampai penderita merasa tidak nyaman ketika memiliki dorongan untuk mencuri.
    • Desensitisasi sistematis (systematic desensitization), penderita diberikan pelatihan teknik relaksasi sambil membayangkan dirinya dapat mengendalikan dorongan untuk mencuri.
    • Pemasangan perilaku yang tidak diinginkan dengan gambaran yang tidak menyenangkan untuk menghilangkan perilaku (covert sensitization), penderita akan diajak untuk membayangkan ketika melakukan tindakan pencurian dan seolah-olah mendapatkan hukuman atas perilaku tersebut.

Jika Anda mengalami gangguan kleptomania, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Tetap mengikuti penanganan yang diberikan dan fokus dengan tujuan Anda untuk menjadi lebih baik.
  • Mencari penyaluran lain terhadap dorongan yang Anda rasakan dengan melakukan aktivitas lainnya, seperti berolahraga dan sebagainya.
  • Mengidentifikasi hal-hal yang dapat memicu dorongan untuk mencuri agar Anda dapat menangani dorongan tersebut.
  • Berlatih teknik-teknik untuk mengatasi stres, seperti meditasi dan teknik-teknik relaksasi lainnya.
  • Mencari informasi-informasi mengenai gangguan yang Anda hadapi agar Anda menjadi lebih teredukasi mengenai gangguan yang Anda alami.
  • Jangan malu dan takut untuk mencari bantuan dan berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya.
  • Bercerita dengan orang-orang terdekat Anda mengenai masalah yang Anda alami atau mengikuti komunitas-komunitas yang terdiri dari orang-orang yang mengalami gangguan yang serupa agar dapat saling berdiskusi dan mendukung satu sama lainnya.

Pencegahan

Belum ada pencegahan tertentu terhadap gangguan kleptomania, tetapi penanganan sesegara mungkin dengan berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dapat membantu memperparah gangguan kleptomania. Pencegahan agar gangguan tidak muncul kembali dapat dilakukan dengan tetap mengikuti penanganan yang diberikan dan berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental yang ditemui saat dorongan untuk mencuri yang kuat muncul kembali dan sulit untuk dikendalikan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki dorongan untuk mencuri yang kuat dan tidak dapat dikendalikan secara terus-menerus atau mengalami gejala-gejala yang tertera di atas, segera berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. Jangan malu dan sungkan untuk mengunjungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, jika orang-orang terdekat Anda mengalami gangguan kleptomania, dorong mereka untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, buatlah daftar mengenai gejala-gejala yang dialami, informasi pribadi, informasi mengenai masalah-masalah kehidupan baru-baru, daftar obat-obatan atau zat-zat yang dikonsumsi, serta pertanyaan-pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter dan ahli kesehatan mental, seperti:

  • Penanganan apa yang efektif untuk gangguan yang saya alami?
  • Seberapa sering saya perlu sesi terapi dan untuk berapa lama?
  • Jika saya harus mengonsumsi obat, apa efek samping dan kontra indikasi dari obat yang diberikan?
  • Bagaimana cara keluarga dan orang-orang terdekat saya dapat membantu saya? 
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya akan menanyakan seputar kegiatan dan gejala yang dirasakan, seperti:

  • Pada usia berapa Anda mulai mengalami dorongan yang tak tertahankan untuk mencuri?
  • Seberapa seringkah Anda merasa dorongan untuk mencuri?
  • Bagaimana Anda menggambarkan perasaan Anda sebelum, selama, dan setelah mencuri sesuatu?
  • Benda apa yang Anda curi? Apakah Anda membutuhkan benda tersebut?
  • Saat ini, apakah Anda menerima penanganan untuk kondisi medis tertentu?
  • Apakah ada hal tertentu yang dapat memicu gangguan yang Anda rasakan?
  • Apa yang Anda lakukan dengan benda-benda yang Anda curi?
  • Pada situasi apa Anda mungkin akan mencuri?
  • Apakah Anda pernah ketahuan mencuri atau ditangkap karena mencuri?
  • Apakah dorongan untuk mencuri yang Anda rasakan menganggu kehidupan sehari-hari Anda?
  • Apakah Anda mengonsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang didiagnosis dengan gangguan mental tertentu, seperti depresi
  • Apakah Anda pernah didiagnosis dengan gangguan mental tertentu?
Referensi

Encyclopedia of Mental Disorders.
http://www.minddisorders.com/Br-Del/Covert-sensitization.html
Diakses pada 15 Maret 2019

Healthline.
https://www.healthline.com/health/stealing
Diakses pada 15 Maret 2019

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kleptomania/symptoms-causes/syc-20364732
Diakses pada 11 Oktober 2018.

Back to Top