Penyakit Lainnya

Sindrom Putri Tidur atau Kleine-Levin Syndrome

Diterbitkan: 13 Jun 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sindrom Putri Tidur atau Kleine-Levin Syndrome
Kleine-Levin syndrome dikenal juga dengan istilah sindrom putri tidur
Sindrom putri tidur atau Kleine-Levin syndrome (KLS) adalah suatu gangguan tidur langka, yang membuat penderitanya selalu merasa mengantuk.

Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya tidur hingga 20 jam sehari. Oleh sebab itu, penyakit tersebut juga dikenal sebagai familial hibernation syndrome. KLS juga dapat memicu perubahan perilaku serta membuat penderita merasa kebingungan atau linglung.
Meski dapat menyerang setiap kalangan usia, kondisi ini lebih umum terjadi pada remaja laki-laki. Sindrom putri tidur ini bisa dibilang merupakan kondisi kambuhan.Terkadang, sindrom putri tidur dapat hilang dan timbul hingga kurun waktu 10 tahun. Saat kambuh, penderita akan sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti sekolah atau bekerja.Penyebab sindrom putri tidur memang belum jelas. Namun para peneliti meyakini bahwa kondisi ini berkaitan dengan kerusakan hipotalamus, bagian otak yang mengatur fungsi tidur.Sindrom putri tidur biasanya ditangani dengan pengobatan untuk meredakan gejalanya, termasuk mengurangi durasi dan mencegah episode tidur berkepanjangan agar tidak kambuh lagi di kemudian hari. 
Sindrom Putri Tidur atau Kleine-Levin Syndrome
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Jiwa
GejalaTidur sangat lama, kelelahan, sulit konsentrasi
Faktor risikoJenis kelamin, genetik
Metode diagnosisPemeriksaan pola tidur, tes darah, tes pemindaian
PengobatanPengaturan gaya hidup, pemberian obat-obatan
ObatMetilfenidat, modafinil, carbamazepine
KomplikasiKetidakhadiran di sekolah, kampus, maupun tempat kerja, dorongan untuk melukai orang lain
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami berbagai gejala Kleine-Levin syndrome
Gejala paling utama dari sindrom putri tidur adalah kondisi hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang ditandai dengan jam tidur yang sangat berlebihan, yakni 12-24 jam per harinya.Penderita KLS juga umumnya menunjukkan gejala seperti:
  • Sangat kelelahan
  • Kebingungan atau linglung
  • Sulit berkonsentrasi pada satu hal
  • Gangguan memori
  • Penurunan kemampuan bicara
Para penderitanya pun bisa mengalami perubahan pola makan. Mereka akan makan dalam porsi yang jauh lebih besar dari biasanya dan lebih memilih untuk mengonsumsi makanan manis serta makanan lain yang sebelumnya tidak pernah menjadi pilihan.Akibatnya, penderita sindrom putri tidur kerap mengalami kenaikan berat badan, dengan rata-rata kenaikan sebesar 3-13 kg.Selain kondisi fisik, gejala sindrom putri tidur juga dapat dilihat dari perubahan secara psikologis. Penderita, terutama pasien perempuan, dapat menjadi depresi saat sindrom putri tidur sedang kambuh. Kondisi ini akan reda saat periode gandduan ini berakhir, tapi terulang saat kambuh.Di samping itu, beberapa perubahan psikologis di bawah ini juga bisa terjadi pada pengidap sindrom putri tidur:
  • Gangguan kecemasan
  • Merasa panik jika ditinggal sendiri
  • Mudah marah
  • Menjadi lebih agresif
  • Sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan
  • Halusinasi dan delusi
Pada beberapa penderita sindrom putri tidur, terutama pria, kondisi hiperseksualitas juga bisa terjadi. Hal ini ditandai dengan frekuensi masturbasi yang bertambah, cenderung berbicara dengan kata-kata yang lebih kasar dan vulgar, hingga melakukan pelecehan seksual. 
Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom putri tidur atau Kleine-Levin syndrome belum diketahui. Sementara itu gejala KLS bisa timbul akibat kerusakan salah satu bagian otak yang bertugas untuk mengatur pola tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh.Para ahli juga menduga kondisi ini timbul akibat benturan atau cedera di kepala atau infeksi yang menyerang hipotalamus pada otak. Namun penelitian lanjutan masih tetap perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.Pada beberapa kasus, sindrom putri tidur muncul dengan disertai gejala yang serupa flu. Hal ini membuat para ahli menilai bahwa kondisi autoimun pun dapat menjadi dalang di balik munculnya sindrom putri tidur.


Faktor risiko

Beberapa faktor berikut diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom putri tidur.
  • Jenis kelamin

    KLS lebih sering terjadi pada remaja laki-laki.
  • Genetik

    Meski termasuk langka, kondisi ini bisa diturunkan dalam keluarga.
Baca jawaban dokter: Insomnia sudah 3 minggu, apa penyebabnya? 
Sindrom putri tidur sulit untuk didiagnosis. Sebab, gejala psikiatri yang timbul membuat penyakit ini sering dikira sebagai gangguan kejiwaan. Akibatnya, diperlukan waktu hingga tahunan agar sindrom putri tidur bisa terdiagnosis dengan tepat.Dokter juga membutuhkan waktu yang lama untuk mendiagnosis sindrom putri tidur karena tidak terdapat pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit ini. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dengan tujuan mengeliminasi kondisi lain yang diduga bisa menimbulkan gejala serupa.Sebagai proses diagnosis pada sindrom putri tidur, dokter mungkin akan melakukan tes darah, pemeriksaan pola tidur, serta pengecekan dengan alat pindai seperti rontgen atau CT scan. Dokter juga bisa saja merujuk pasien untuk menjalani pemeriksaan psikologis.Baca juga: Awas! Tidur Terlalu Lama Berdampak Buruk bagi Kesehatan  
Tidak ada perawatan khusus untuk mengatasi sindrom putri tidur atau Kleine-Levin syndrome. Umumnya, dokter lebih menyarankan keluarga pasien untuk melakukan pemantauan berkala di rumah, dibandingkan memberikan obat-obatan tertentu.

1. Pemantauan terhadap pasien

Pengawasan jadwal bangun dan tidur serta ada atau tidaknya keluhan depresi maupun gangguan cemas umumnya akan disarankan. Demikian pula dengan tidak membiarkan penderita berkendara.

2. Pemberian obat-obatan

Dokter dapat meresepkan beberapa obat untuk mengelola gejala yang dialami penderita sindrom putri tidur. Umumnya, obat-obatan tersebut berjenis pil stimulan, seperti amfetamin, metilfenidat, dan modafinil yang digunakan untuk mengatasi rasa kantuk berlebih. Namun selain mengatasi rasa kantuk, obat-obatan ini dinilai tidak efektif dalam menangani gejala sindrom putri tidur lainnya.Karena sindrom putri tidur juga memiliki gejala yang hampir serupa gangguan psikologis lain, obat-obatan seperti litium dan carbamazapine mungkin diresepkan oleh dokter. Pada beberapa kasus, pemberian kedua jenis obat tersebut dapat mencegah terjadinya kekambuhan. 

Komplikasi

Sindrom putri tidur atau Kleine-Levin syndrome dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Ketidakmampuan menjalani kegiatan sehari-hari seperti tidak dapat hadir di sekolah, kampus, atau tempat kerja yang berujung pada menurunnya prestasi atau pemecatan
  • Dorongan untuk melukai atau melecehkan orang lain
Baca juga: Hati-hati, Penyebab Susah Tidur Bisa Jadi karena Penyakit 
Hingga saat ini, belum ada cara yang diketahui bisa mencegah timbulnya sindrom putri tidur atau Kleine-Levin syndrome.
Konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala sindrom putri tidur di atas.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat waktu bangun dan tidur Anda.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
   
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap sindrom putri tidur?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom putri tidur atau Kleine-Levin syndrome, agar penanganan yang tepat bisa diberikan.   
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3021925/
Diakses pada 10 Juni 2019
National Organization for Rare Disorders.
https://rarediseases.org/rare-diseases/kleine-levin-syndrome/
Diakses pada 10 Juni 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/kleine-levin_syndrome/article.htm#is_there_any_treatment_for_kleine-levin_syndrome
Diakses pada 10 Juni 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3021925/
Diakses pada 12 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/kleine-levin-syndrome
Diakses pada 23 oktober 2020
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/kleine-levin-syndrome/
Diakses pada 23 oktober 2020
Stanford Healthcare. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/sleep/recurrent-hypersomnia/diagnosis.html
Diakses pada 23 oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

5 Tips untuk Atasi Kebiasaan Terbangun Tengah Malam

Terbangun tengah malam memang kadang menjengkelkan. Apalagi saat Anda sedang tidur nyenyak, untuk mendapatkan energi agar bisa menyapa esok hari. Mari kenali penyebab dan tips tentang terbangun tengah malam, yang bisa sangat menjengkelkan.
13 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Kepanasan juga bisa membuat kebiasaan terbangun tengah malam sering terjadi.

Mengenal Jenis Obat Susah Tidur dan Efek Sampingnya

Obat susah tidur bisa berbentuk alami atau obat kimia dengan resep dokter. Masing-masing obat memiliki manfaat dan efek sampingnya sendiri. Berikut adalah berbagai jenis obat susah tidur yang bisa jadi pilihan Anda.
07 Aug 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Obat susah dapat berbentuk alami atau obat dari dokter

Mengenal Penyebab Ketindihan Saat Tidur di Malam Hari

Penyebab ketindihan saat tidur atau sleep paralysis adalah gangguan tidur di tahapan Rapid Eye Movement (REM). Kondisi ini juga bisa terjadi saat Anda kurang tidur.
03 Sep 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Penyebab ketindihan saat tidur di malam hari