Kleine-Levin Syndrome

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Karlina Lestari
Kleine-Levin syndrome dikenal juga dengan istilah sindrom putri tidur.
Kleine-Levin syndrome dikenal juga dengan istilah sindrom putri tidur.

Pengertian Kleine-Levin Syndrome

Kleine-Levin syndrome (KLS) atau yang dapat juga disebut sebagai sindrom putri tidur adalah suatu gangguan tidur langka, di mana penderita selalu merasa mengantuk. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya tidur hingga 20 jam sehari.

KLS juga dapat memicu perubahan perilaku serta membuat penderita merasa kebingungan atau linglung. Meski dapat menyerang siapapun, kondisi ini lebih umum terjadi pada remaja laki-laki.

Sindrom putri tidur ini bisa dibilang merupakan kondisi kambuhan. Terkadang, KLS dapat hilang dan timbul hingga kurun waktu sepuluh tahun. Saat kambuh, penderita akan sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti sekolah atau bekerja.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala paling utama dari KLS adalah kondisi hipersomnia. Hipersomnia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan jam tidur yang sangat berlebihan, yakni 12 hingga 24 jam per harinya.

Penderita KLS juga umumnya akan terlihat sangat kelelahan. Tidak hanya berhubungan dengan pola tidur, sindrom putri tidur ini juga dapat menimbulkan gejala-gejala berikut:

  • Terlihat kebingungan atau linglung.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sukar fokus pada satu hal.
  • Gangguan daya ingat.
  • Masalah pada kemampuan bicara.

Penderita pun bisa mengalami perubahan pola makan. Mereka akan makan dalam porsi yang jauh lebih besar dari biasanya dan akan lebih memilih untuk mengonsumsi makanan manis serta makanan lain, yang sebelumnya tidak pernah menjadi pilihan.

Hal ini tak pelak membuat penderita KLS kerap mengalami kenaikan berat badan, dengan rata-rata kenaikan sebesar tiga sampai 13 kg. Selain pada kondisi fisik, gejala sindrom putri tidur juga dapat dilihat dari perubahan secara psikologis.

Penderita, terutama yang perempuan, dapat menjadi depresi saat KLS sedang kambuh. Kondisi ini akan reda saat periode KLS berakhir dan terulang saat KLS kambuh. DI samping itu, beberapa perubahan psikologis di bawah ini juga bisa terjadi pada pengidap KLS:

  • Gangguan kecemasan.
  • Merasa panik jika ditinggal sendiri.
  • Mudah marah.
  • Menjadi lebih agresif.
  • Sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan.
  • Mengalami halusinasi dan delusi.

Pada beberapa penderita KLS, terutama pria, kondisi hiperseksualitas juga bisa terjadi. Hal ini ditandai dengan frekuensi masturbasi yang bertambah, cenderung berbicara dengan kata-kata yang lebih kasar dan vulgar, hingga melakukan pelecehan seksual.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti Kleine-Levin syndrome belum diketahui. Diperkirakan, gejala KLS bisa timbul akibat adanya kerusakan pada salah satu bagian dari otak yang bertugas untuk mengatur pola tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh.

Para ahli juga menduga kondisi ini timbul akibat benturan atau cedera yang terjadi di kepala atau infeksi yang menyerang hipotalamus di otak. Namun penelitian lanjutan masih tetap perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

Pada beberapa kasus, KLS muncul dengan disertai gejala yang serupa flu. Hal ini membuat para ahli menilai bahwa kondisi autoimun pun dapat menjadi dalang di balik munculnya sindrom putri tidur.

Sedangkan pada kasus KLS yang langka, kondisi ini bisa menurun dalam keluarga. Oleh sebab itu, faktor genetik bisa pula berperan di dalamnya.

Diagnosis

KLS sulit untuk didiagnosis. Pasalnya, gejala psikiatri yang timbul membuat penyakit ini sering dikira sebagai gangguan kejiwaan. Akibatnya, diperlukan waktu hingga tahunan agar KLS bisa terdiagnosis dengan tepat.

Dokter juga membutuhkan waktu yang lama untuk mendiagnosis KLS karena tidak terdapat pemeriksaan khusus guna mendeteksi penyakti ini. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dengan tujuan mengeliminasi kondisi lain yang diduga bisa menimbulkan gejala yang serupa.

Sebagai proses diagnosis pada KLS, dokter mungkin akan melakukan tes darah, pemeriksaan pola tidur, serta pengecekan dengan alat pindai *(seperti rontgen atau CT scan). Dokter juga bisa saja merujuk pasien untuk menjalani pemeriksaan psikologis.

Pengobatan

Tidak ada perawatan khusus yang sudah ditetapkan untuk mengatasi Kleine-Levin syndrome. Umumnya, dokter akan menyarankan keluarga pasien untuk melakukan pemantauan berkala di rumah, dibandingkan dengan pemberian obat-obatan tertentu.

Pengawasan jadwal bangun dan tidur serta ada tidaknya keluhan depresi atau gangguan cemas umumnya akan disarankan. Demikian pula dengan tidak membiarkan penderita berkendara.

Meski begitu, obat-obatan berjenis pil stimulan, seperti amfetamin, metilfenidat, dan modafinil, dapat digunakan untuk mengatasi rasa kantuk berlebih. Namun selain berpotensi membuat orang yang mengonsumsinya menjadi lebih mudah marah, obat-obatan ini juga tidak efektif dalam menangani gangguan lain yang menjadi gejala KLS.

Karena KLS juga memiliki gejala yang hampir serupa dengan gangguan psikologis lain, obat-obatan seperti litium dan carbamazapine mungkin diresepkan oleh dokter. Pada beberapa kasus, pemberian kedua jenis obat tersebut dapat mencegah terjadinya kekambuhan.

Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada cara yang diketahui bisa mencegah timbulnya Kleine-Levin syndrome.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala Kleine-Levin syndrome di atas.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Membuat catatan kapan waktu bangun dan tidur Anda, serta menjelaskan keluhan lainnya agar dokter dapat menegakan diagnosis dengan tepat.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan melakukan anamnesis maupun pemeriksaan fisik. Jika dirasa perlu, pemeriksaan tambahan sesuai dengan indikasi juga bisa disanrankan. Mulai dari pemindaian dengan CT scan, MRI pada otak, hingga elektroensefalogram (EEG).

Referensi

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3021925/
Diakses pada 10 Juni 2019

National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/kleine-levin-syndrome/
Diakses pada 10 Juni 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/kleine-levin_syndrome/article.htm#is_there_any_treatment_for_kleine-levin_syndrome
Diakses pada 10 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/kleine-levin-syndrome
Diakses pada 10 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3021925/
Diakses pada 12 Juni 2019

Back to Top