Klamidia

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Klamidia merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis
Klamidia merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis

Pengertian Klamidia

Klamidia merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi bakteri ini dapat mengakibatkan gangguan kesuburan (sulit hamil) atau membahayakan pada kehamilan.

Penyakit klamidia bisa ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, misalnya berhubungan intim dengan orang yang menganut perilaku seks bebas atau melakukan hubungan badan tanpa kondom.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Secara umum, klamidia tidak memiliki gejala yang dapat disadari. Namun seseorang yang memiliki klamidia tanpa gejala pun tetap dapat menularkannya pada orang lain.

Infeksi klamidia dapat dialami oleh pria maupun wanita. Meski begitu, gejala yang dirasakan bisa berbeda berdasarkan jenis kelamin penderita.

Gejala pada wanita

  • Nyeri pada saat berhubungan.
  • Sensasi terbakar pada saat buang air kecil.
  • Keputihan yang tidak normal, misalnya berbau
  • Sakit pada perut bagian bawah.
  • Mual.
  • Demam.

Gejala pada pria

  • Sensasi terbakar pada saat buang air kecil.
  • Lubang penis yang terbakar atau gatal.
  • Adanya cairan abnormal yang keluar dari penis.
  • Nyeri dan bengkak pada satu atau kedua testis.

Penyebab

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual vaginal, oral, maupun anal.

Seorang ibu juga dapat menularkan klamidia pada bayi yang dilahirkan melalui proses persalinan. Penyakit ini bisa menyebabkan pneumonia atau infeksi mata yang serius pada bayi.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang dialami.
  • Tes diagnostik dengan pemeriksaan cairan vagina pada wanita dan tes urine pada pria.
  • Pemeriksaan fisik juga dapat berperan untuk mendiagnosis infeksi yang terjadi.

Pengobatan

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi klamidia. Beritahukan dokter jika Anda memiliki alergi terhadap antibiotik jenis apapun.

Hindari berhubungan seksual selama tujuh hari setelah menyelesaikan obat. Informasikan pada dokter bila Anda sedang hamil dan mengalami gejala seperti demam atau sakit perut saat minum obat.

Pasangan Anda juga sebaiknya menjalani pemeriksaan dan terapi untuk mencegah penularan atau infeksi klamidia yang berulang.

Pencegahan

Untuk mencegah klamidia, Anda dapat berhubungan seksual dengan menggunakan kondom, kecuali Anda yakin bahwa pasangan Anda tidak memiliki klamidia. Hindari berganti-ganti pasangan dan setialah pada pasangan Anda. Jauhi hubungan seksual secara oral atau menggunakan pelindung.

Selain itu, lakukan tes untuk pasangan baru untuk mendeteksi penyakit menular seksual lainnya.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasi dengan dokter jika terdapat sesuatu yang tidak normal keluar dari vagina, penis, atau rektum (organ terakhir dari usus besar), mengalami nyeri pada saat buang air kecil, atau ketika Anda pasangan seksual Anda berkemungkinan mengidap klamidia. Dokter akan memberikan antibiotik bahkan jika tidak ada tanda atau gejala apapun.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum melakukan konsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan hal-hal berikut:

  • Mencatat gejala-gejala yang dialami, termasuk hal yang memperburuk dan mengurangi gejala, daftar obat yang dikonsumsi (termasuk suplemen, vitamin, maupun obat herba)
  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan, antara lain:
    • Apakah saya harus menjalani tes penyakit menular seksual lainnya?
    • Bagaimana cara saya mencegah infeksi klamidia?
    • Apakah saya harus menghindari hubungan seksual selama perawatan? Bila iya, berapa lama saya harus melakukannya?
    • Apakah pasangan saya harus menjalani tes atau pengobatan klamidia?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat berkonsultasi, dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda memiliki luka atau keputihan yang abnormal?
  • Apakah Anda memiliki pasangan baru atau memiliki banyak pasangan?
  • Apakah Anda mengalami nyeri panggul?
  • Apakah Anda menggunakan kondom secara konsisten?
  • Apakah Anda merasa sakit pada saat buang air kecil?
Referensi

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/chlamydia
Diakses pada 19 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/std/chlamydia
Diakses pada 19 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chlamydia/symptoms-causes/syc-20355349
Diakses pada 19 Desember 2018

Medline Plus. https://medlineplus.gov/chlamydiainfections.html
Diakses pada 19 Desember 2018

Back to Top