Nyeri dan kulit memerah merupakan gejala kista pilonidal
Kista pilonidal terbentuk di area dekat tulang ekor.

Kista pilonidal adalah kista (kantung) yang terisi dengan sel kulit dan rambut yang terbentuk di area dekat bokong yang dekat dengan tulang ekor. Kista dan kulit di sekitarnya dapat terinfeksi dan membentuk abses (bisul) yang menyakitkan.

Ketika terinfeksi, kista pilonidal menjadi bengkak. Tanda dan gejala dari kista pilonidal termasuk:

  • Nyeri
  • Kulit yang memerah
  • Nanah yang mengering atau darah dari kulit yang terbuka
  • Bau busuk dari nanah yang mengering

Penyebab utama dari kondisi ini tidak diketahui, namun dapat disebabkan oleh kombinasi dari perubahan hormon (yang terjadi setelah pubertas), pertumbuhan rambut, dan gesekan dari pakaian atau  duduk dalam waktu lama. Aktivitas yang menyebabkan gesekan, seperti duduk, dapat memaksa rambut tumbuh pada area di bawah kulit. Hal tersebut menyebabkan respons radang dari tubuh. Respons ini selanjutnya membentuk kista di sekitar rambut. Terkadang seseorang dapat memiliki beberapa kista yang dapat disatukan melalui saluran di bawah kulit.

Berikut adalah pilihan terapi yang dapat direkomendasikan:

  • Insisi kista. Ini adalah metode pertama untuk mengobati kista pilonidal. Dokter akan membuat sayatan (insisi) kecil pada kista dan mengeringkan atau mengeluarkan isinya. Dokter akan dan membiarkan lukanya terbuka dan menutup ruangnya dengan kasa
  • Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan untuk mengeringkan kista, menghilangkan nanah dan rambut di dalamnya. Setelah itu, dokter akan menjahit tepinya dan membuat kantung
  • Sayatan, pengeringan, dan menutup luka. Pada teknik ini, kista dikeringkan tetapi tidak dibiarkan terbuka, melainkan ditutup dengan jahitan.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pencegahan:

  • Pastikan area bokong tetap bersih
  • Kurangi berat badan jika dibutuhkan
  • Hindari duduk yang terlalu lama

Jika memiliki kista pilonidal sebelumnya, penderita disarankan untuk selalu menyukur area yang pernah terkena kista atau menggunakan produk yang dapat menghilangkan rambut, untuk menghindari risiko penyakit terjadi berulang

Jika mengetahui tanda atau gejala dari kista pilonidal, segera konsultasikan kepada dokter. Dokter dapat mendiagnosis kondisi dengan memeriksa luka yang dialami.

Berikut adalah hal-hal yang akan ditanyakan oleh dokter:

  • Apakah Anda mengalami demam?
  • Apakah sakitnya membuat Anda terjaga saat malam?
  • Apakah yang Anda lakukan sehari-hari? Apakah Anda duduk sepanjang hari?

Healthline. (n.d.). Healthline: https://www.healthline.com/health/pilonidal-cyst#prevention
Diakses pada 20,Desember 2018

Mayoclinic. (n.d.). Mayoclinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pilonidal-cyst/symptoms-causes/syc-20376329
Diakses 20 Desember 2018

Mayoclinic. (n.d.). Mayoclinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pilonidal-cyst/diagnosis-treatment/drc-20376332
Diakses pada 20 Desember 2018

Medicinenet. (n.d.). Medicinenet: https://www.medicinenet.com/pilonidal_cyst/article.htm#what_causes_a_pilonidal_cyst
Diakses pada 20 Desember 2018

WebMD. (n.d.). WebMD: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/pilondial-cyst#2-7
Diakses pada 20 Desember 2018

Artikel Terkait