Infeksi

Kista Pilonidal

23 Jun 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kista Pilonidal
Kista pilonidal terbentuk di area dekat tulang ekor
Kista pilonidal adalah kista (kantung) yang terisi dengan sel kulit dan polikel rambut yang membentuk benjolan di bokong, dekat dengan tulang ekor. Kista dan kulit di sekitarnya dapat terinfeksi dan membentuk abses (bisul) yang terasa nyeri sekali.Benjolan di pantat ini biasanya terjadi ketika rambut menusuk kulit dan kemudian menjadi tertanam. Cara mengatasinya, terkadang operasi bedah minor diperlukan. Hal ini terutama jika abses di celah bokong perlu diangkat.Kondisi ini paling umum menyerang pria berusia muda. Yang jadi masalah, kondisi ini sering kambuh. Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain. Hal ini terutama pada beberapa profesi yang mengharuskan duduk terlalu lama. 
Kista Pilonidal
Dokter spesialis Kulit
GejalaNyeri, kulit memerah, nanah kering atau darah di kulit yang terbuka
Faktor risikoLaki-laki, berusia muda, kurang gerak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, operasi, suntik ferol
ObatAntibiotik
KomplikasiInfeksi pada luka
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kista pilonidal
Secara umum, gejala kista pilonidal meliputi:
  • Nyeri
  • Kulit yang memerah
  • Nanah yang mengering atau darah dari kulit yang terbuka
  • Bau busuk dari nanah yang mengering
  • Sakit muncul saat duduk atau berdiri
  • Terjadi pembengkakan kista
  • Ada rambut menonjol dari lesi
  • Muncul lebih dari satu saluran nanah atau lubang di kulit
 
Penyebab kista pilonidal belum tidak diketahui. Namun para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
  • Memiliki jenis kelamin laki-laki
  • Berusia lebih muda, di mana kista ini paling sering terjadi pada orang berusia 20-an
  • Kegemukan
  • Kurang gerak
  • Pekerjaan yang membutuhkan duduk lama
  • Rambut tubuh berlebih
  • Rambut kaku atau kasar
 
Diagnosis kista pilonidal dilakukan dengan pemeriksaan fisik. Kista ini biasanya memiliki ciri-ciri berikut:
  • Terlihat seperti benjolan
  • Terjadi pembengkaka
  • Muncul abses di celah pantat yang nyeri saat ditekan
  • Mengeluarkan darah atau cairan nanah
  • Berlokasi di atas bokong
Jika kondisi ini parah, dokter mungkin memerlukan tes darah untuk membantu diagnosis. Keberadaan kista jenis ini biasanya tak memerlukan pencitraan saat didiagnosis. 
Pengobatan kista pilonidal bisa dilakukan beberapa cara. Metode yang diberikan biasanya berdasarkan tingkat keparahan dari kondisi ini. Adapun perawatan yang diberikan bisa berupa:
  • Pemberian antibiotik

Antibiotik spektrum luas mungkin akan diberikan kepada pasien. Syaratnya, kista didiagnosis sejak dini, tidak menimbulkan nyeri parah, dan tidak ada peradangan.Hanya saja, antibiotik biasanya tidak menyembuhkan saluran nanah. Penggunaannya bertujuan untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan.
  • Mengeluarkan nanah dari abses

Untuk mengeluarkan kumpulan nanah dari abses, bagian ini bisa dibedah. Dokter akan memberikan anestesi lokal sebelum melakukannya. Pembedahan dilakukan untuk mengeluarkan nanah, rambut, dan darah.
  • Injeksi ferol

Injeksi ferol diberikan setelah dokter memberikan anestesi lokal pada kista. Senyawa ferol sendiri berguna sebagai antiseptik. Prosedur mungkin dilakukan berulang hingga lesi mengeras dan menutup.
  • Operasi

Prosedur bedah biasanya dilakukan untuk kasus berulang. Selain itu, kista yang memiliki saluran nanah di bawah kulit yang saling terhubung juga diobati dengan cara ini.Dokter bedah akan mengeluarkan semua kotoran dan nanah. Setelah selesai, luka bedah kemudian ditutup dengan cara dijahit. Setelah operasi, pasien harus mengganti perban secara berkala. 

Komplikasi kista pilonidal 

Beberapa komplikasi kista pilonidal mungkin muncul. Bahkan, komplikasi bisa juga muncul pada mereka yang telah melakukan operasi penyembuhan gangguan ini.Adapun bentuk komplikasinya bisa berupa infeksi. Tanda-tanda infeksi telah menimpa pasien antara lain:
  • Menimbulkan rasa sakit yang parah
  • Kulit mengalami peradangan dan pembengkakan
  • Demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih tinggi
  • Keluarnya rembesan darah dan nanah dari luka
  • Muncul bau busuk yang berasal dari luka
 
Berikut beberapa hal yang dapat menjadi cara mencegah kista pilonidal:
  • Pastikan area bokong tetap bersih
  • Kurangi berat badan jika dibutuhkan
  • Hindari duduk yang terlalu lama
  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat sehingga bisa menggesek kulit dan menimbulkan peradangan
  • Menggunakan bantalan tulang ekor untuk menghindarkan tekanan berlebih
Jika pernah mengalami kista pilonidal, penderita disarankan untuk selalu mencukur rambut di area yang tersebut, atau menggunakan produk yang dapat menghilangkan rambut. Dengan ini, kambuh bisa dihindari. 
Jika mengalami gejala dari kista pilonidal, segera konsultasikan kepada dokter. Dokter dapat mendiagnosis kondisi dengan memeriksa luka yang dialami. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kista pilonidal?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kista pilonidal agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pilonidal-cyst#prevention
Diakses pada 20,Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pilonidal-cyst/symptoms-causes/syc-20376329
Diakses 20 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/pilonidal_cyst/article.htm#what_causes_a_pilonidal_cyst
Diakses pada 20 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/pilondial-cyst#2-7
Diakses pada 20 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email