Penyakit Lainnya

Kista Payudara

11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kista Payudara
Kista payudara tergolong ke dalam tumor jinak
Kista payudara adalah kantung atau benjolan berisi cairan di dalam payudara, yang tergolong sebagai tumor bersifat jinak (bukan kanker). Kista dapat muncul secara tunggal atau lebih dari satu, pada salah satu atau kedua payudara.Kista payudara sering kali dideskripsikan sebagai benjolan berbentuk bulat atau lonjong, dengan batas tegas dan teraba seperti anggur maupun balon yang berisi air, meski kadang dapat terasa keras. Kista payudara dapat terjadi pada berbagai jenis kelompok usia, tapi paling kerap dialami wanita berusia 30-40 tahun yang belum mengalami menopause.Kista payudara biasanya bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, penangaan medis dibutuhkan jika kista membesar, terasa sakit, atau menimbulkan rasa tidak nyaman. Pemeriksaan diri secara teratur dan mammogram rutin adalah cara yang tepat untuk memantau kesehatan payudara secara keseluruhan.
Kista Payudara
Dokter spesialis Bedah
GejalaBenjolan di payudara, benjolan bertambah besar saat sebelum menstruasi, nyeri di sekitar benjolan 
Faktor risikoUsia 35-50 tahun, premenopause, pascamenopause yang sedang menjalani terapi hormon
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, mammografi, USG
PengobatanAspirasi jarum halus, terapi hormon, operasi
ObatPil kontrasepsi
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki benjolan pada payudara
Tanda dan gejala kista payudara meliputi:
  • Benjolan bulat atau lonjong yang terasa halus dengan bentuk teratur dan batas tegas, serta dapat digerakkan pada pemeriksaan perabaan payudara
  • Nyeri pada payudara, terutama di area benjolan
  • Benjolan payudara membesar dan bertambah nyeri sesaat, sebelum menstruasi. Sebaliknya, ukuran benjolan serta rasa nyeri dapat berkurang setelah haid.
Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Namun ada baiknya, Anda waspada terhadap setiap perubahan yang terjadi pada payudara.Baca juga: Benjolan di Payudara dan Ciri-Cirinya yang Harus Diwaspadai
Penyebab utama dari munculnya kista tidak diketahui secara pasti. Kista diduga berkembang karena efek dari perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi bulanan.Beberapa penelitian menunjukkan, kelebihan hormon estrogen di dalam tubuh dapat menstimulasi jaringan payudara, serta mengakibatkan kista payudara. Kemungkinan penyebab lainnya adalah penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

Faktor Risiko 

Kebanyakan kasus kista pada payudara terjadi pada individu dengan kriteria berikut ini:
  • Berusia 35-50 tahun.
  • Masih memiliki siklus menstruasi (premenopausal)
  • Sudah tidak mengalami siklus menstruasi (postmenopausal) tetapi menjalani terapi hormon yang berhubungan dengan kondisi ini
Baca juga: Terapi Hormon Sebagai Obat Hormon untuk Menopause, Apa Saja Jenisnya?
Kista payudara dapat didiagnosis dengan pemeriksaan dokter, yang meliputi:
  • Tanya jawab
Dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan serta mengenai riwayat kesehatan.
  • Pemeriksaan payudara
Selanjutnya, dokter memeriksa benjolan pada payudara untuk mendeteksi kondisi abnormal pada benjolan tersebut.
  • Mammografi
Mammogram dapat mendiagnosis kista berukuran besar maupun kista-kista kecil yang berdekatan. Namun, metode ini sulit mendeteksi kista yang berukuran sangat kecil (microcyst). 
  • Ultrasonografi (USG)
USG dapat membantu mendeteksi cairan (kista) pada benjolan payudara. Dokter juga dapat menganjurkan tindakan mengeluarkan cairan penyebab benjolan payudara menggunakan jarum halus (fine-needle aspiration) yang dilakukan dengan panduan USG.
  • Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)
Melalui pemeriksaan ini, dokter juga dapat mengeluarkan cairan dari dalam kista, menggunakan jarum halus berdiameter kecil.Jenis-jenis kista payudaraHasil pemeriksaan dapat memperlihatkan jenis-jenis kista payudara yang muncul. Ada tiga jenis kista payudara yaitu:
  • Kista payudara sederhana (simple breast cyst)
    Kantung atau benjolan sepenuhnya berisi cairan, kista payudara jenis ini selalu bersifat non-kanker.
  • Kista payudara komplikata (complicated breast cyst)
Kista payudara jenis ini mengandung cairan yang di dalamnya terdapat fragmen-fragmen padat. Jika terdiagnosis memiliki kista komplikata, dokter akan menyarankan aspirasi jarum halus.
  • Kista payudara kompleks (complex breast cyst)
Kista payudara jenis ini patut diwaspadai karena mengandung jaringan padat, yang bisa saja bersifat kanker. Jika anda memiliki kista payudara jenis ini, dokter akan melakukan biopsi jarum.Baca jawaban dokter: Bagaimana menegakan diagnosa kanker payudara?
Kista payudara yang terisi cairan dan tanpa gejala, tidak membutuhkan pengobatan. Penanganan medis umumnya diberikan pada kista yang berukuran besar atau sudah menimbulkan ketidaknyamanan.Penanganan kista payudara meliputi:
  • Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)
Metode ini dapat mendiagnosis dan mengobati kista payudara. Dokter dapat mengeringkan semua cairan dalam kista, sehingga benjolan menghilang dan gejala membaik.Beberapa kista payudara, membutuhkan pengeringan cairan yang lebih dari sekali. Namun ada risiko kista muncul kembali, atau timbul kista baru. Jika kista payudara tetap ada dalam 2-3 bulan siklus menstruasi dan tumbuh lebih besar, temui dokter untuk mengetahui evaluasi lebih lanjut.
  • Penggunaan terapi hormon 
Penggunaan pil pengontrol kehamilan (pil kontrasepsi) bertujuan untuk mengatur siklus menstruasi agar dapat mengurangi kekambuhan kista payudara. 
  • Operasi 
Operasi untuk mengangkat kista payudara hanya dibutuhkan dalam keadaan tertentu. Operasi dapat menjadi pilihan jika kista payudara menyebabkan rasa tidak nyaman, kambuh dalam hitungan bulan, atau jika kista payudara mengandung darah, maupun menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Anda tidak dapat mencegah kista payudara. Namun, pemeriksaan diri secara teratur dan mammogram rutin adalah langkah yang tepat untuk memantau kesehatan payudara secara keseluruhan.Untuk mengurangi rasa sakit serta mencegah pertumbuhan kista payudara, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:
  • Mengenakan bra yang tepat dan nyaman
  • Mengompres payudara dengan air panas atau dingin
  • Berolahraga secara teratur, menghindari stres, dan menjaga pola makan yang baik
  • Mengurangi asupan kafein
  • Mengurangi kadar garam dalam makanan
Baca juga: Langkah-langkah Periksa Payudara Sendiri (Sadari) yang Wajib Anda Lakukan
Jika merasakan benjolan pada payudara, temui dokter secepatnya. Benjolan pada payudara dapat dideteksi melalui metode periksa payudara sendiri (SADARI) yang dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi hari pertama, atau pada tanggal dan jam yang sama setiap bulannya, jika sudah menopause.Adapun cara-cara untuk mengecek payudara sendiri adalah sebagai berikut ini.
  • Berdiri tegak sambil bertelanjang dada di depan cermin. Bahu tegak dan posisikan tangan di samping badan. Lihat ke bagian payudara, cermati perubahan pada ukuran, bentuk, atau warnanya. Lihat juga pada bagian puting untuk perubahan-perubahan yang sama.
  • Ulangi gerakan yang sama sambil mengangkat tangan.
  • Berikutnya, berbaringlah dan angkat tangan kanan ke atas kepala.
  • Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Rapatkan jari-jari, dan gunakan dasar jari untuk menekan payudara sambil melakukan gerakan memutar-mutar kecil dimulai dari puting sampai bagian terluar payudara. Gerakan ini bertujuan untuk mendeteksi kejanggalan pada payudara.
  • Lanjutkan pemeriksaan ke seluruh bagian payudara sampai batas tulang leher, juga dari bagian tengah dada sampai ketiak. Kreasikan dengan gerakan berpola sehingga seluruh bagian payudara dapat tersentuh. Sebelum selesai memeriksa, tekan bagian puting dengan lembut untuk mendeteksi cairan yang keluar, jika ada.
  • Terakhir, sambil berdiri atau duduk, angkat tangan kanan ke atas kepala dan lakukan gerakan-gerakan yang sama seperti tadi. Saat kulit sedang basah, gerakan ini akan lebih mudah dilakukan.
  • Setelah selesai memeriksa satu payudara, periksa payudara yang lainnya.
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Rasa sakit yang terus-menerus pada payudara
  • Adanya benjolan baru pada payudara atau ketiak
  • Terdapat bagian pada payudara yang terasa tebal atau bengkak.
  • Terdapat iritasi, kemerahan, atau mengeripik pada kulit payudara.
  • Puting terasa sakit ketika ditarik.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:s
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap kista payudara?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kista payudara agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15691-breast-cysts/diagnosis-and-tests
Diakses pada 28 Desember 2018
EMedicinehealth. https://www.emedicinehealth.com/symptoms_of_breast_cancer_vs_cyst/article_em.htm#what_is_the_treatment_for_breast_cancer_vs_cysts
Diakses pada 28 Desember 2018
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/breast-cysts
Diakses pada 31 Maret 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/diagnosis-treatment/drc-20370290
Diakses pada 28 Desember 2018
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/symptoms-causes/syc-20370284
Diakses pada 28 Desember 2018
Medlife. https://www.medlife.com/blog/breast-cyst-causes-symptoms-treatment-and-prevention.
Diakses pada 31 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email