Kista Payudara

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Reni Utari

Pengertian Kista Payudara

Kista payudara adalah kantong berisi cairan di dalam payudara, yang tergolong sebagai tumor jinak (bukan kanker). Satu atau beberapa kista dapat ditemukan pada satu atau kedua payudara.

Kista payudara seringkali dideskripsikan sebagai benjolan yang bulat atau lonjong, dengan batas tegas dan teraba seperti anggur atau balon yang berisi air, meski kadang dapat teraba keras. 

Kista payudara dapat tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika membesar, terasa sakit, atau menimbulkan rasa tidak nyaman. Kista payudara sering terjadi pada wanita sebelum menopause, sekitar 30-40 tahun. Namun, kista ini juga dapat ditemukan di semua usia. Kista ini pun dapat dialami wanita yang menjalani terapi hormon.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

  • Benjolan bulat atau lonjong dengan bentuk yang teratur dan batas tegas, serta dapat digerakkan pada pemeriksaan perabaan payudara 
  • Nyeri pada payudara, terutama di area benjolan
  • Benjolan payudara dapat membesar dan bertambah nyeri sesaat, sebelum menstruasi. Sebaliknya, ukuran benjolan serta rasa nyeri dapat berkurang setelah menstruasi.

Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Namun ada baiknya waspada terhadap setiap perubahan yang terjadi pada payudara.

Penyebab

Penyebab utama dari munculnya kista tidak diketahui. Kista diduga berkembang karena efek dari perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi bulanan.

Beberapa penelitian menunjukkan, adanya kelebihan hormon estrogen di dalam tubuh dapat menstimulasi jaringan payudara, serta menyebabkan kista payudara.

Diagnosis

Kista payudara didiagnosis dengan pemeriksaan dokter. Pemeriksaan kista akan melibatkan pengambilan gambar seperti mammografi dan ultrasonografi (USG) payudara. USG dapat membantu mengamati adanya cairan (kista) pada benjolan payudara.

Dokter juga dapat menganjurkan pemeriksaan aspirasi benjolan payudara dengan jarum halus (fine-needle aspiration) yang dilakukan dengan panduan USG. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengisap cairan dalam kista, menggunakan jarum halus (berdiameter kecil) dan dengan cepat menegakkan diagnosis kista payudara.

Pengobatan

Kista payudara yang terisi cairan dan tanpa gejala, tidak membutuhkan pengobatan apapun. Kondisi ini bisa didiagnosis dengan ultrasound seperti penyedotan menggunakan jarum halus. Jika benjolan tetap ada atau terasa berbeda, konsultasikan dengan dokter

 

  • Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)
    Metode ini dapat mendiagnosis dan mengobati kista payudara. Dokter dapat mengeringkan semua cairan dalam kista, sehingga benjolan akan menghilang dan gejala membaik. Beberapa kista payudara, membutuhkan pengeringan cairan yang lebih dari sekali. Namun ada risiko kista muncul kembali, atau timbul kista baru. Jika kista payudara tetap ada dalam 2-3 bulan siklus menstruasi dan tumbuh lebih besar, temui dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
  • Penggunaan terapi hormon 
    Menggunakan pil pengontrol kehamilan (pil kontrasepsi) untuk mengatur siklus menstruasi, dapat mengurangi kekambuhan kista payudara. 

 

  • Operasi 
    Operasi untuk mengangkat kista payudara hanya dibutuhkan dalam keadaan tertentu. Operasi dapat dipertimbangkan jika kista payudara menyebabkan rasa tidak nyaman, kambuh dalam hitungan bulan, atau jika kista payudara mengandung darah, maupun menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika merasakan benjolan pada payudara, temui dokter secepatnya. Benjolan pada payudara dapat dideteksi melalui metode periksa payudara sendiri (SADARI) yang dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi hari pertama, atau pada tanggal dan jam yang sama setiap bulannya, jika sudah menopause.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan semua gejala, meskipun tidak berkaitan dengan kista payudara
  • Tulis informasi pribadi yang penting 
  • Tuliskan obat, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi 
  • Pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan di bawah ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik.

  • Apakah gejalanya terjadi di kedua payudara atau hanya satu?
  • Apakah gejalanya berubah seiring berjalannya waktu?
  • Apakah Anda mengalami sakit pada payudara? Jika iya, seberapa parah?
  • Kapan terakhir kali Anda melakukan mammogram?
Referensi

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15691-breast-cysts/diagnosis-and-tests
Diakses pada 28 Desember 2018

EMedicinehealth. https://www.emedicinehealth.com/symptoms_of_breast_cancer_vs_cyst/article_em.htm#what_is_the_treatment_for_breast_cancer_vs_cysts
Diakses pada 28 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/diagnosis-treatment/drc-20370290
Diakses pada 28 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/symptoms-causes/syc-20370284
Diakses pada 28 Desember 2018

Back to Top