Kandungan

Kista Ovarium

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kista Ovarium
Kista ovarium bersifat jinak dan secara alami dapat hilang tanpa pengobatan
Kista ovarium adalah kantong yang berisi cairan pada ovarium. Ovarium atau indung telur merupakan organ reproduksi wanita yang terletak di bagian perut bawah, tepatnya di sisi kiri dan kanan rahim.Wanita memiliki dua buah ovarium. Tiap ovarium berukuran dan berbentuk seperti kacang almond, dan terdapat pada tiap sisi rahim.Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur (ovum), estrogen, dan progesteron. Ovum akan berkembang dan mengalami pematangan dalam ovarium, lalu dilepaskan sepanjang usia subur tiap bulan.Terdapat banyak wanita mengalami kista ovarium. Sebagian besar kista ini berukuran kecil, sehingga tidak mengganggu dan tidak berbahaya.Umumnya, kista ovarium juga bisa hilang sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Namun bila kista pecah, kondisi ini dapat memicu gejala yang serius.Untuk mencegah masalah kesehatan yang disebabkan oleh kista ovarium, kaum wanita sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan panggul rutin dan mengenali gejalanya dengan saksama. 
Kista Ovarium
Dokter spesialis Kandungan
GejalaSakit perut bagian bawah, nyeri haid, nyeri saat berhubungan intim
Faktor risikoGangguan hormonal, kehamilan, endometriosis
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, USG, tes hormon
PengobatanObat-obatan, pemantauan berkala, operasi
ObatObat kontrasepsi hormonal
KomplikasiTorsio ovarium, ruptur kista ovarium
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kista ovarium
Kebanyakan kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala apapun.Gejala kista ovarium yang dapat muncul dapat berupa nyeri, bengkak, rasa kembung, atau tekanan pada perut bagian bawah. Nyeri dapat berupa nyeri tajam atau tumpul dan hilang timbul.Kista yang pecah dapat menimbulkan nyeri berat yang dirasa mendadak. Sementara kista yang menyebabkan terpuntirnya ovarium dapat menimbulkan gejala nyeri disertai mual dan muntah.Gejala kista ovarium lain yang lebih jarang dialami antara lain:
  • Nyeri pinggul
  • Nyeri tumpul pada punggung bawah dan paha
  • Gangguan berkemih dan buang air besar
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Berat badan menurun yang tidak diketahui penyebabnya
  • Nyeri saat menstruasi
  • Perdarahan dari vagina yang tidak normal
  • Nyeri payudara
  • Keinginan berkemih menjadi lebih sering
 
Penyebab kista ovarium bervariasi tergantung jenisnya. Kebanyakan kista ovarium, yaitu kista fungsional, disebabkan oleh siklus menstruasi. Jenis kista ovarium lainnya lebih jarang ditemukan. 

Jenis-jenis kista ovarium

Kista ovarium terbagi dalam beberapa tipe di bawah ini:

1. Kista fungsional

Kista fungsional adalah jenis kista ovarium yang paling umum ditemukan. Pada keadaan normal, terdapat folikel (struktur yang menyerupai kista) di dalam ovarium yang tumbuh setiap bulannya.Folikel menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, juga melepaskan sel telur pada masa ovulasi. Jika folikel tersebut terus tumbuh, hal ini dikenal sebagai kista fungsional.Kista fungsional terbagi lagi dalam dua jenis berikut:
  • Kista folikuler

Di pertengahan siklus menstruasi, sel ovum keluar dari folikel dan akan menuju tuba fallopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim). Kista folikuler muncul bila folikel tersebut tidak pecah dan mengeluarkan sel telur, melainkan terus tumbuh membesar.
  • Kista korpus luteum

Ketika folikel melepaskan telur, folikel akan mulai memproduksi hormon estrogen dan progesteron untuk pembuahan. Folikel ini dikenal dengan sebutan korpus luteum. Seringkali, terjadi penumpukan cairan di dalam folikel yang menyebabkan terbentuknya kista korpus luteum.Kista fungsional biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri, dan sering hilang dengan sendirinya setelah 2-3 siklus menstruasi.

2. Kista ovarium lainnya

Beberapa jenis kista ovarium lainnya yang tidak terkait dengan siklus menstruasi antara lain:
  • Kista dermoid

Kista yang seringkali dikenal dengan nama teratoma ini dapat mengandung jaringan seperti rambut, gigi, atau kulit, karena berasal dari sel embrionik tubuh. Kista dermoid jarang bersifat ganas.
  • Cystadenoma

Jenis kista ini muncul pada permukaan ovarium dan dapat terisi cairan atau lendir.
  • Endometrioma

Endometrioma disebabkan oleh sel endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh di luar rahim. Beberapa jaringan endometrioma dapat menempel pada ovarium dan menimbulkan kista.Kista dermoid dan cystadenoma dapat tumbuh besar dan menyebabkan ovarium berpindah dari posisi normalnya. Hal ini dapat menyebabkan terpuntirnya ovarium yang dikenal dengan torsio ovarium. Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya atau terhentinya aliran darah ke ovarium.Pada beberapa wanita, ovarium dapat menghasilkan kista kecil-kecil. Kondisi ini dikenal dengan nama sindrom polikistik ovarium (PCOS). PCOS dapat menyebabkan gangguan pada ovarium dan mengganggu kesuburan pasien. 

Faktor risiko kista ovarium

Kista fungsional umum ditemukan pada pasien dengan siklus menstruasi yang teratur. Kebanyakan wanita mungkin tidak sadar akan kista ovarium yang dimilikinya hingga terdapat masalah yang menyebabkan kista bertambah besar atau kista bertambah banyak.Beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko kista ovarium antara lain:
  • Gangguan hormonal

Misalnya mengonsumsi obat-obatan penyubur kandungan yang dapat memicu ovulasi.
  • Kehamilan

Seringkali, kista ovarium yang terbentuk saat ovulasi menetap di dalam ovarium selama kehamilan.
  • Endometriosis

Kondisi ini menyebabkan sel endometrium yang harusnya berada di dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan endometrium dapat menempel pada ovarium dan tumbuh menjadi kista.
  • Infeksi panggul berat

Bila infeksi menjalar ke ovarium, hal ini dapat memicu terbentuknya kista.
  • Riwayat kista ovarium sebelumnya

Pasien yang pernah mengalami kista ovarium sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami kista ovarium kembali. 
Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa adanya benjolan yang dapat disebabkan oleh kista ovarium. Jika kista ditemukan dari pemeriksaan panggul, dokter melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis kista ovarium meliputi:
  • Ultrasonografi (USG)

USG merupakan pemeriksaan pencitraan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan ukuran, lokasi, bentuk, dan isi kista (berisi cairan atau padat).
  • CT scan

Pemeriksaan pencitraan ini akan menghasilkan gambar potong-lintang organ dalam tubuh.
  • MRI

MRI menggunakan teknologi medan magnet untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh yang lebih mendetail.
  • Tes kehamilan

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasien tidak sedang hamil.
  • Tes kadar hormon

Tes kadar hormon seperti  ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan hormon pada pasien.
  • Tes darah

Tes darah dilakukan sebagai skrining kanker ovarium pada pasien yang sudah mengalami menopause. Pemeriksaan yang dilakukan adalah tes kadar antigen kanker 125 (CA-125) di dalam darah.Kadar CA-125 lebih tinggi pada pasien dengan kanker ovarium. Pada pasien premenopause, penyakit lain seperti kanker dapat menyebabkan tingginya kadar CA-125 dalam darah. 
Pengobatan kista ovarium tergantung pada ukuran dan bentuknya, gejala yang ditimbulkan, dan apakah pasien sudah mengalami menopause. Pada kebanyakan kasus, kista ovarium hilang dalam beberapa bulan. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG ulang untuk memastikan masih ada tidaknya kista di dalam ovarium.Dokter juga dapat merekomendasikan kontrasepsi hormonal seperti tablet pengontrol kehamilan untuk menjaga kista ovarium berulangPada kista yang besar, bukan kista fungsional, tumbuh semakin besar, tetap ada setelah 2-3 siklus menstruasi, berpotensi kanker, dan menimbulkan nyeri, terapi yang disarankan adalah pengangkatan kista. Beberapa kista dapat dihilangkan tanpa mengangkat ovarium.Pasien yang sudah mengalami menopause memiliki risiko sedikit lebih besar untuk mengalami kanker ovarium. Pemeriksaan USG rutin dan tes darah perlu dilakukan setidaknya hingga satu tahun untuk memantau perkembangan kista. 

Komplikasi kista ovarium

Kista ovarium umumnya bersifat jinak dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Tetapi dalam beberapa kasus, dokter dapat mendeteksi adanya massa ganas (kanker) dari kista ovarium saat pemeriksaan rutin. Oleh karena itu, pemeriksaan panggul rutin penting dilakukan.Komplikasi kista ovarium jarang ditemukan. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:
  • Torsio ovarium

Kondisi ini terjadi ketika kista membesar dan menyebabkan ovarium berputar atau berubah bentuk dari posisi aslinya. Suplai darah pada ovarium terhambat, dan jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan atau kematian pada jaringan ovarium. Gejalanya berupa nyeri berat mendadak pada pinggul, mual, dan muntah.
  • Ruptur kista ovarium

Kista yang mengalami ruptur (pecah) dapat menyebabkan nyeri berat dan perdarahan organ dalam. Semakin besar kistanya, semakin besar risiko terjadinya ruptur. Aktivitas berat yang mempengaruhi pinggul seperti berhubungan seksual dapat meningkatkan risiko terjadinya ruptur kista ovarium.Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan dapat mengancam nyawa bila dibiarkan. 
Tidak ada cara pencegahan kista ovarium yang spesifik, namun beberapa hal dapat dilakukan untuk mendeteksi kista ovarium sejak dini dan menghindari terjadinya komplikasi. Beberapa hal tersebut meliputi:
  • Melakukan pemeriksaan panggul secara rutin
  • Waspada terhadap perubahan dalam siklus menstruasi, termasuk gejala menstruasi yang tidak biasa, terutama yang terjadi lebih dari beberapa siklus
  • Segera berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala yang mengkhawatirkan
 
Hubungi dokter apabila pasien mengalami gejala berikut:
  • Nyeri pada daerah perut atau pinggul
  • Nyeri disertai demam atau muntah
  • Perubahan dalam siklus menstruasi
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan yang berkurang tanpa penyebab yang jelas
  • Perut terasa kembung
Pasien dengan gejala kulit yang dingin dan basah, napas cepat, kepala pusing atau lemah pelru menemui dokter secepatnya. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kista ovarium?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kista ovarium. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.
Healthline. https://www.healthline.com/health/ovarian-cysts#diagnosis
Diakses pada 20 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cysts/symptoms-causes/syc-20353405
Diakses pada 20 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/ovarian-cysts#1
Diakses pada 20 Desember 2018
U.S. Department of Health & Human Services. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/ovarian-cysts
Diakses pada 11 November 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Perbedaan Miom dan Kista yang Tak Boleh Diabaikan

Perbedaan miom dan kista perlu diketahui agar lebih mawas diri dan lebih cepat ditangani. Miom dan kista umumnya terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat.
04 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Perbedaan miom dan kista pada wanita

5 Cara Mengobati Kista Ovarium Tanpa Operasi

Operasi adalah salah satu cara paling umum untuk mengobati kista ovarium. Namun jika Anda belum disarankan itu, ada cara mengobati yang lainnya.
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
banyak cara mengobati kista ovarium tanpa operasi

Ada Kista Saat Hamil, Mungkinkah Membahayakan Janin?

Ada kista saat hamil memang dapat membuat ibu hamil menjadi khawatir. Lantas, apakah kista pada ibu hamil berbahaya dan dapat mengancam kesehatan ibu dan bayi? Perlukah cara menghilangkan kista saat hamil dilakukan?Baca selengkapnya
Kista saat hamil biasanya terdapat pada ovarium atau indung telur