Kista epidermoid biasanya berkembang akibat trauma kulit, infeksi HPV, jerawat atau kulit yang terpapar sinar matahari secara berlebihan.
Kista epidermoid ditandai dengan pertumbuhan benjolan kecil di bawah kulit, biasanya pada wajah atau leher.

Kista epidermoid atau kista kulit adalah kista non-kanker pada kulit yang terbentuk dari folikel rambut. Kista epidermoid seringkali ditemukan pada alat kelamin, dada dan punggung, tetapi mereka juga dapat terjadi di area lain pada kulit. 

  • Benjolan kecil dibawah kulit, biasanya pada wajah, leher atau tubuh.
  • Zat kental berwarna kuning, seperti keju dan berbau. Kemerahan, pembengkakan dan terasa lembut pada area, jika radang atau infeksi.

Kista epidermoid biasanya disebabkan karena pembentukan keratin. Keratin adalah protein yang terjadi secara natural pada sel kulit. Kista berkembang ketika protein terjebak di bawah kulit karena kerusakan pada kulit atau pada folikel rambut. Kista ini seringkali berkembang sebagai respon terhadap trauma kulit, infeksi HPV (human papilomavirus), jerawat atau kulit yang terpapar sinar matahari secara berlebihan. Kista epidermoid lebih sering berkembang pada orang dengan jerawat atau kondisi kulit tertentu.

Faktor risiko:

  • Setelah melewati masa pubertas
  • Memiliki kelainan genetik yang langka
  • Kulit yang cedera

Komplikasi:

  • Kista epidermoid dapat menjadi lembut dan bengkak, bahkan jika tidak terinfeksi. Kista yang radang akan sulit untuk dihilangkan. Dokter akan menunda pengangkatan kista sampai peradangan hilang.
  • Kista yang pecah seringkali menyebabkan infeksi yang membutuhkan perawatan medis segera.
  • Kanker kulit. Dalam kasus yang langka, kista epidermoid dapat menuju pada kanker kulit.

Untuk mendiagnosa kista epidermoid, para ahli akan memeriksa benjolan dan kulit di sekitarnya, serta akan meneliti riwayat medis. Dokter/para ahli akan menanyakan mengenai detail berapa lama benjolan muncul dan apakah benjolan tersebut berubah seiring berjalanya waktu. Dokter biasanya mendiagnosa kista epidermoid dengan melakukan pemeriksaan saja,atau rujukan ke ahli dermatologi dibutuhkan untuk mengkonfirmasi diagnosa.

Kebanyakan kista epidermoid akan berhenti tumbuh. Karena kista epidermoid jarang merujuk pada kanker, Pengobatan dibutuhkan dengan tidak disentuh atau dipencet agar tidak radang atau terjadi infeksi. Cara lain yaitu enukleasi untuk menghilangkanya.

  • Pertumbuhan kista yang cepat
  • Pecah atau menjadi sakit atau terinfeksi
  • Terjadi pada titik yang langsung teriritasi
  • Lokasi yang tidak biasa seperti jari tangan dan jari kaki
  • Tuliskan informasi medis yang dibutuhkan
  • Tuliskan cedera pada kulit yang baru saja dialami
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter mengenai kondisi ini
  • Kapan Anda mengetahui pertumbuhan pada kulit?
  • Apakah Anda mengetahui pertumbuhan pada kulit yang lain?
  • Apakah Anda pernah mengalami kondisi ini? Jika iya, bagian tubuh mana?
  • Apakah Anda pernah memiliki jerawat yang parah?
  • Apakah pertumbuhan pada kulit ini menyebabkan ketidaknyamanan?

Healthline. https://www.healthline.com/health/epidermoid-cysts
Diakses pada 20 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sebaceous-cysts/diagnosis-treatment/drc-20352706
Diakses pada 20 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sebaceous-cysts/symptoms-causes/syc-20352701
Diakses pada 20 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/qa/what-are-epidermoid-cysts
Diakses pada 20 Desember 2018.

Artikel Terkait