Kista dermoid adalah kantung berisi cairan. Kista ini umumnya terbentuk pada permukaan kulit selama proses perkembangan janin.

Kista tersebut dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan bisa berisi folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar lainnya yang memproduksi keringat. Meski berada di tempat yang tidak seharusnya, kelenjar-kelenjar ini tetap aktif, sehingga mendorong pertumbuhan kista. 

Kista dermoid termasuk umum terjadi dan biasanya tidak membahayakan. Namun kondisi bawaan lahir ini tidak dapat hilang dengan sendirinya. Diperlukan prosedur operasi untuk mengangkatnya. 

Berdasarkan lokasinya, kista dermoid terbagi ke dalam beberapa jenis di bawah ini:

 

  • Kista dermoid periorbital

 

Kista dermoid periorbital biasanya muncul pada sisi kanan atau kiri alis, saat penderita lahir. Namun kista dermoid ini mungkin tidak terlalu mencolok pada beberapa bulan atau tahun setelah kelahiran. 

Gejala yang muncul umumnya ringan, dan tidak menimbulkan risiko gangguan pada penglihatan maupun kesehatan penderita. Tapi jika kista terinfeksi, penanganan medis perlu segera dilakukan guna mengobati infeksi dan operasi untuk mengangkat kista. 

 

  • Kista dermoid ovarium

 

Kista dermoid ovarium muncul pada bagian dalam atau permukaan ovarium (indung telur), tapi biasanya tidak memengaruhi fungsinya. Beberapa jenis kista ini berkaitan dengan siklus menstruasi

Seorang wanita yang memiliki kista dermoid ovarium mungkin baru mengetahui kemunculannya ketika menjalani pemeriksaan panggul oleh dokter. 

 

  • Kista dermoid spinal

 

Kista dermoid spinal bersifat jinak. Kista ini terbentuk pada bagian tulang belakang dan biasanya tidak menyebar.

Kista dermoid jenis ini juga tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala khusus. Meski demikian, kista dermoid spinal mungkin dapat menekan tulang belakang atau saraf tulang belakang. Jika kondisi ini terjadi, tindakan operasi perlu dilakukan.

Setiap jenis kista biasanya menimbulkan gejala yang berbeda, tergantung dari lokasinya. Demikian pula dengan kista dermoid.

 

  • Kista dermoid periorbital

 

Kista pada bagian permukaan kulit ini dapat akan membengkak dan menyebabkan ketidaknyamanan. Kulit juga bisa tampak sedikit kekuningan.

Kista dermoid periorbital yang terinfeksi dapat tampak memerah dan membengkak. Jika kista ini pecah, infeksi bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya, yaitu mata dan wajah. 

 

  • Kista dermoid ovarium

 

Jika kista dermoid ovarium berukuran cukup besar, penderita dapat merasakan nyeri pada bagian panggul atau perut bagian bawah, terutama di daerah sekitar kista. Nyeri mungkin akan bertambah parah ketika siklus menstruasi berlangsung. 

 

  • Kista dermoid spinal

 

Gejala kista dermoid spinal biasanya akan muncul apabila ukurannya cukup besar. Kista ini dapat menekan saraf tulang belakang, menyebabkan kelemahan maupun kesemutan pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan, dan inkontinensia urine (tidak bisa menahan buang air kecil alias mengompol)

Kista dermoid biasanya dapat dideteksi ketika penderita masih dalam kandungan sang ibu. Meski penyebab kista dermoid belum dapat ditentukan secara pasti sampai sekarang, terdapat faktor risiko yang dianggap bisa memicu kemunculannya. 

 

  • Kista dermoid periorbital

 

Jenis kista ini biasanya terbentuk ketika lapisan kulit tidak tumbuh secara normal. Sebagai akibatnya, terjadi penumpukan sel-sel kulit dan jaringan lainnya dalam kantung kista di permukaan kulit.  

 

  • Kista dermoid ovarium

 

Kista dermoid ovarium umumnya berupa tumpukan jaringan yang muncul pada organ dalam atau ovarium. 

 

  • Kista dermoid spinal

 

Kista spinal dermoid juga dikenal dengan dysraphism. Kista ini biasanya muncul pada awal masa perkembangan janin dan terjadi ketika tabung saraf (neural tube) tidak tertutup dengan sempurna, sehingga memungkinkan munculnya kista pada tulang belakang bayi.

Kista dermoid periorbital atau kista sejenisnya pada permukaan kulit, leher, atau dada biasanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik.

Dokter juga bisa melakukan beberapa pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI. Tes-tes ini dapat membantu dokter dalam mendeteksi lokasi kista dan kerusakan pada jaringan di sekitarnya. 

Pada diagnosis kista dermoid ovarium, pemeriksaan panggul mungkin akan direkomendasikan. Penggunaan USG pada panggul akan dilakukan pada tahap ini untuk mendapat gambaran kista.

Selain USG di panggul, dokter juga dapat melakukan USG transvaginal. Pemeriksaan ini menggunakan tabung kecil yang dimasukkan ke dalam vagina, guna memberikan gambaran kista ovarium yang lebih detail.

Secara umum, kista dermoid ditangani melalui prosedur operasi pengangkatan kista. Anda tentu saja akan menjalani pembiusan sebelumnya. Setelah bius bekerja, dokter akan menyayat bagian kista untuk mengangkatnya.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala kista dermoid atau mengalami kondisi di bawah ini: 

  • Kista yang terasa sakit atau meradang.
  • Kista yang bertambah besar atau berubah warna.
  • Kista yang mengganggu penampilan.

Sebelum menemui dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan hal-hal berikut ini:

  • Mencatat semua gejala yang dirasakan.
  • Mencatat informasi pribadi maupun medis secara lengkap, termasuk penyakit yang diidap, serta obat, suplemen, vitamin, dan obat herbal yang dikonsumsi.
  • Mencatat pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

 

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk memahami kondisi Anda:

  • Seperti apa gejala yang Anda alami?
  • Apakah ada kondisi lain yang mungkin berkaitan dengan kista dermoid Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kista dermoid?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik atau serangkaian tes pencitraan guna melihat kista dan kerusakan pada jaringan di sekitarnya.

American Association for Pediatric Ophthalmology & Strabismus. https://www.aapos.org/terms/conditions/41
Diakses pada 28 Oktober 2019

EMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/ovarian_cysts/article_em.htm#what_is_the_medical_treatment_for_dermoid_cysts
Diakses pada 28 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/dermoid-cyst
Diakses pada 28 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/sdermoid-cyst#1
Diakses pada 28 Oktober 2019

Artikel Terkait